
Modus Catut Dandim kembali mencuat di Tanjungpinang setelah kontraktor menerima pesan WhatsApp yang mengaku dari pejabat Kodim. Dalam pesan itu, pelaku meminta data proyek dan identitas perusahaan, lalu mengarahkan komunikasi ke permintaan yang berpotensi merugikan. Situasi ini membuat para pelaku usaha resah karena nama institusi dipakai sebagai alat tekanan.
Menanggapi laporan warga, Komandan Kodim 0315/Tanjungpinang Kolonel Inf Abdul Hamid menegaskan bahwa dirinya tidak pernah meminta data maupun uang melalui pesan pribadi. Ia menyebut Modus Catut Dandim tersebut merupakan penipuan yang menyalahgunakan jabatan dan dapat menjebak korban. Abdul Hamid meminta masyarakat segera menghentikan komunikasi jika menemukan pola serupa.
Menurutnya, urusan kedinasan dilakukan lewat jalur resmi dan ia hanya menggunakan satu nomor telepon untuk komunikasi kerja selama ini di wilayah Tanjungpinang dan sekitarnya. Para kontraktor diminta tidak terburu-buru menyerahkan dokumen, apalagi mentransfer dana dengan alasan apa pun. Jika ragu, warga dianjurkan melakukan konfirmasi ke kantor Kodim atau melapor ke aparat penegak hukum.
Modus Pesan Palsu dan Cara Verifikasi
Pelaku biasanya memulai dengan sapaan formal dan mengatasnamakan pejabat TNI untuk membangun rasa percaya. Modus Catut Dandim kerap disertai foto profil berseragam, potongan surat tugas, atau gaya bahasa yang seolah-olah mendesak agar korban segera merespons. Setelah itu, pelaku meminta daftar kontraktor, data perusahaan, hingga dokumen pendukung, lalu menggiring percakapan ke permintaan transaksi atau fasilitas tertentu. Korban sering dipancing lewat panggilan singkat, lalu diminta menyiapkan uang operasional atau bingkisan karena kegiatan mendadak.
Kontraktor diminta menerapkan prinsip verifikasi berlapis sebelum memberikan informasi apa pun. Cek kesesuaian nama, jabatan, dan nomor telepon, kemudian lakukan konfirmasi melalui kantor Kodim atau kanal resmi yang dapat dipertanggungjawabkan. Jika pelaku menekan dengan dalih kedinasan, korban sebaiknya menghentikan komunikasi dan tidak melanjutkan percakapan di luar jalur resmi. Libatkan atasan atau rekan kerja untuk memastikan keputusan tidak diambil sendirian saat situasi dibuat terburu-buru di lapangan proyek.
Di lingkungan proyek dan kantor, perusahaan juga dianjurkan membuat prosedur internal yang jelas untuk menangani permintaan data dari pihak luar. Simpan tangkapan layar, rekam jejak percakapan, dan waktu kontak secara aman untuk memudahkan pelaporan bila terjadi kerugian atau percobaan penipuan lanjutan. Langkah sederhana seperti membatasi akses data, menolak berbagi KTP atau NPWP melalui chat, serta meminta surat resmi sebelum verifikasi dapat mengurangi risiko.
Kolonel Inf Abdul Hamid menjelaskan bahwa komunikasi kedinasan memiliki mekanisme dan tidak dilakukan dengan meminta data melalui pesan pribadi. Ia menegaskan hanya menggunakan satu nomor telepon untuk urusan resmi, sehingga nomor lain yang mengatasnamakan dirinya patut dicurigai. Menurutnya, Modus Catut Dandim dapat merusak kepercayaan publik dan berpotensi menimbulkan kerugian bagi kontraktor maupun warga umum. Kodim mengimbau warga tidak melayani permintaan yang mengatasnamakan satuan melalui chat tanpa konfirmasi.
Baca juga : Program KKRI Tanjungpinang Resmi Dibuka untuk Pelajar
Bila menerima pesan serupa, masyarakat diminta tidak terpancing oleh nada mendesak, apalagi oleh janji kemudahan proyek atau ancaman pemeriksaan. Jangan mengirim foto KTP, dokumen perusahaan, rekening, atau kode OTP, dan hindari mengklik tautan yang dikirim pelaku. Catat nomor pengirim, simpan bukti percakapan, lalu lakukan konfirmasi ke pihak berwenang melalui jalur resmi yang tersedia. Jika membawa nama perusahaan, pastikan admin proyek dan pimpinan mengetahui sebelum merespons.
Abdul Hamid juga mengingatkan agar informasi ini disebarkan di lingkungan kerja, grup proyek, dan komunitas usaha, supaya calon korban segera sadar. Ia mendorong pelaporan cepat ke aparat penegak hukum apabila ada permintaan uang, pembelian barang, atau iming-iming kedinasan yang tidak masuk akal. Dengan kewaspadaan bersama, Modus Catut Dandim diharapkan bisa diputus sebelum menimbulkan korban baru. Sosialisasi rutin dinilai penting karena penipu bisa berganti nomor dan akun dengan cepat.






