
Pemerintah Kota Tanjungpinang menggelar gerakan pangan murah serentak di empat kecamatan sebagai upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok. Program ini diresmikan Wakil Wali Kota Raja Ariza yang menegaskan pentingnya langkah strategis tersebut di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan.
Dalam kegiatan ini, warga bisa membeli kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan gula dengan harga terjangkau. Misalnya, beras dijual Rp57 ribu per 5 kg, minyak goreng Rp15 ribu per liter, dan gula Rp14 ribu per kilogram. Harga tersebut lebih rendah dibanding pasaran, sehingga masyarakat merasa sangat terbantu.
Raja Ariza menyebut gerakan pangan murah merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi sekaligus menjaga daya beli masyarakat. Antusiasme warga terlihat jelas dengan panjangnya antrean di setiap lokasi pasar murah.
Antusiasme Warga dan Kolaborasi
Masyarakat menyambut gerakan pangan murah dengan penuh antusias. Banyak warga yang menyampaikan rasa syukur karena bisa berbelanja kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah. Selisih harga dibandingkan pasar tradisional dianggap sangat membantu, terutama bagi keluarga berpenghasilan menengah ke bawah.
Kegiatan ini didukung oleh berbagai pihak, termasuk Bulog, Polresta, Kodim, hingga Dinas Pangan dan Pertanian. Kolaborasi lintas sektor tersebut memastikan distribusi berjalan lancar di empat titik lokasi, yaitu Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang Barat, Tanjungpinang Timur, dan Bukit Bestari.
Selain meringankan beban warga, gerakan pangan murah juga menjadi contoh nyata bagaimana pemerintah daerah dapat menjalin sinergi dengan berbagai instansi demi menjaga ketahanan pangan. Dukungan ini diharapkan bisa terus diperkuat agar program serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.
Pelaksanaan gerakan pangan murah terbukti tidak hanya menekan harga pasar, tetapi juga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah. Program ini menjadi solusi nyata dalam menghadapi gejolak harga akibat inflasi maupun faktor musiman.
Baca juga : Penutupan SDN 001 Masih dalam Kajian Pemko
Ke depan, pemerintah berencana memperluas cakupan kegiatan ke lebih banyak titik distribusi agar manfaatnya dirasakan lebih merata. Dengan langkah ini, stabilitas harga dan ketahanan pangan lokal bisa terjaga.
Raja Ariza berharap gerakan pangan murah tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga berlanjut sebagai strategi jangka panjang dalam memperkuat fondasi ekonomi masyarakat. Dengan komitmen berkelanjutan, Tanjungpinang bisa menjadi contoh kota yang sukses mengendalikan harga pangan melalui kebijakan tepat sasaran.