Tuan Rumah Porprov 2026 menjadi target besar Pemkot Tanjungpinang setelah KONI Kepri menetapkan kota ini sebagai penyelenggara ajang olahraga provinsi. Pemerintah mulai memetakan kesiapan venue, akomodasi, transportasi, dan alur layanan atlet sejak awal tahun. Langkah ini dipacu agar persiapan tidak menumpuk di akhir 2026.
Wali Kota Lis Darmansyah menekankan bahwa kualitas penyelenggaraan harus terasa dari pengalaman peserta, ofisial, hingga penonton. Sejumlah catatan awal muncul, seperti kebutuhan perbaikan fasilitas cabang tertentu, penataan jadwal latihan, dan penguatan panitia teknis di tiap venue. Pemkot menggandeng KONI kabupaten kota untuk sinkronisasi cabang dan perangkat pertandingan lebih awal. Koordinasi lintas OPD juga disiapkan untuk mendukung keamanan, kebersihan, dan kesehatan.
Porprov Kepri VI diproyeksikan menghadirkan ribuan atlet dan ofisial, sehingga efeknya diperkirakan menggerakkan hotel, kuliner, dan UMKM. Pemkot menargetkan rangkaian uji coba event lebih sering agar standar layanan stabil ketika puncak kompetisi berlangsung. Tuan Rumah Porprov 2026 diharapkan menjadi momentum promosi kota sekaligus pembenahan fasilitas olahraga.
Audit Venue dan Kebutuhan Anggaran
Rapat koordinasi dengan KONI Kepri memetakan kebutuhan cabang yang dipertandingkan, termasuk puluhan cabor utama dan beberapa cabor fungsional. Dari pemetaan itu, panitia menyiapkan daftar venue yang sudah siap pakai dan venue yang perlu perbaikan, mulai dari pencahayaan, lantai, tribun, sampai ruang ganti. Pemerintah menekankan standar keselamatan karena jadwal pertandingan padat dan mobilitas atlet tinggi. Audit lapangan dijadwalkan berulang agar temuan teknis tidak tertutup oleh laporan meja saja.
Sejumlah venue diperkirakan memerlukan sentuhan cepat, terutama fasilitas yang jarang digunakan untuk event besar dan peralatan yang harus memenuhi spesifikasi pertandingan. Pemkot menyiapkan skema pemeliharaan bertahap, pengadaan peralatan, serta penataan akses transportasi menuju lokasi lomba. Tuan Rumah Porprov 2026 juga ditopang rencana uji coba venue melalui kejuaraan kecil agar kekurangan bisa diperbaiki sebelum hari H. Panitia juga menyiapkan rambu lokasi dan petunjuk antrean untuk mencegah penumpukan penonton di venue.
Dari sisi pembiayaan, kebutuhan operasional mencakup perwasitan, perangkat pertandingan, keamanan, medis, konsumsi, hingga transportasi kontingen. Pemerintah provinsi disebut menyiapkan hibah anggaran, sementara pemkot menata dukungan melalui OPD terkait dan mitra usaha lokal. Pengelola hotel dan UMKM juga diajak masuk dalam paket layanan agar peserta mudah mendapatkan penginapan, konsumsi, dan informasi rute. Targetnya, seluruh kontrak dan jadwal kerja terkunci sebelum masuk kuartal ketiga tahun ini.
Kedatangan ribuan atlet dan ofisial diproyeksikan meningkatkan okupansi hotel, penjualan kuliner, serta perputaran jasa transportasi selama kompetisi. Pemkot mulai mendata kapasitas penginapan, pola tarif, dan titik keramaian agar arus tamu tidak terkonsentrasi di satu kawasan. Untuk menguatkan pengalaman peserta, Tuan Rumah Porprov 2026 akan menyiapkan pusat informasi terpadu di pelabuhan, bandara terdekat, dan lokasi venue utama. Sejumlah agenda uji coba dijadwalkan agar pengunjung terbiasa dengan alur layanan dan tiket resmi.
Baca juga : Kalender Olahraga Tanjungpinang Didorong Pemkot
Pelaku UMKM diarahkan masuk dalam zona resmi event, sehingga produk lokal lebih mudah dipromosikan sekaligus menjaga ketertiban berjualan. Pemerintah juga menyiapkan standar kebersihan, pengelolaan sampah, serta jalur evakuasi sederhana di tiap lokasi pertandingan. Layanan kesehatan disiapkan melalui pos medis dan ambulans siaga, terutama pada cabang dengan risiko cedera tinggi. Pengamanan terpadu melibatkan aparat dan satgas internal untuk mencegah keributan dan pencopetan lokal.
Di sisi transportasi, panitia menyiapkan skema shuttle antarvenue, penataan parkir, dan rekayasa lalu lintas saat jam pertandingan. Relawan dan petugas informasi akan dilatih untuk membantu atlet luar daerah, termasuk soal rute, jadwal, dan aturan pertandingan. Dengan layanan kota yang rapi, Tuan Rumah Porprov 2026 diharapkan meninggalkan standar baru bagi penyelenggaraan event olahraga di Kepulauan Riau. Panitia menyiapkan kanal pengaduan cepat sehingga keluhan peserta tidak menumpuk berhari-hari di lapangan.







