
Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, menegaskan pentingnya memanfaatkan momen kemerdekaan untuk tanamkan nilai perjuangan kepada generasi muda. Peringatan HUT RI ke-80 yang digelar di Lapangan Voli Kampung Kolam menjadi ajang bukan hanya perayaan, tetapi juga sarana edukasi untuk membangkitkan semangat kebangsaan.
Dalam sambutannya, Lis menekankan bahwa lomba tradisional seperti panjat pinang, tarik tambang, dan balap karung memiliki makna mendalam tentang kebersamaan, kerja keras, dan strategi untuk meraih kemenangan. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak sekadar melihat acara ini sebagai hiburan, melainkan momentum untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong dan nasionalisme.
Dengan cara itu, perayaan kemerdekaan menjadi lebih bermakna, mampu menginspirasi generasi muda untuk ikut serta dalam menjaga persatuan bangsa. Kehadiran pemerintah dan masyarakat dalam acara ini diharapkan semakin memperkuat komitmen untuk selalu tanamkan nilai perjuangan dalam kehidupan sehari-hari.
Tradisi Rakyat dan Pembangunan
Lis juga menegaskan bahwa kegiatan rakyat seperti lomba kemerdekaan merupakan wadah pendidikan sosial yang efektif. Melalui permainan tradisional, anak-anak dan masyarakat belajar arti kebersamaan dan pengorbanan. Oleh sebab itu, semangat untuk tanamkan nilai perjuangan bisa diwujudkan tidak hanya melalui pidato, tetapi juga lewat kegiatan nyata yang melibatkan semua lapisan masyarakat.
Selain berbicara tentang nilai perjuangan, Lis mengungkapkan rencana pembangunan infrastruktur berupa kolam retensi di Kampung Kolam untuk mengatasi banjir. Program ini menegaskan bahwa perjuangan tidak hanya soal masa lalu, tetapi juga tanggung jawab pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat saat ini.
Kombinasi antara perayaan tradisi rakyat dan pembangunan modern diharapkan bisa menciptakan keseimbangan, sehingga warga Tanjungpinang semakin merasakan manfaat nyata dari semangat kemerdekaan. Dengan begitu, ajakan Lis untuk tanamkan nilai perjuangan bisa dirasakan lebih luas.
Perayaan HUT RI juga menjadi bukti nyata kekompakan warga Kampung Kolam yang mampu menyelenggarakan acara secara mandiri. Lis mengapresiasi antusiasme masyarakat yang menunjukkan gotong royong sebagai warisan budaya bangsa. Ia menekankan bahwa nilai inilah yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Baca juga : Gerak Jalan Proklamasi 2025 di Tanjungpinang
Dengan persatuan yang kuat, masyarakat diyakini mampu menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Pemerintah pun berkomitmen mendukung upaya masyarakat dengan program-program yang pro rakyat. Momentum kemerdekaan ini diharapkan tidak hanya menjadi acara seremonial, melainkan benar-benar menjadi kesempatan untuk menghidupkan kembali semangat kebersamaan.
Melalui partisipasi aktif warga dan dukungan pemerintah, makna HUT RI bisa semakin kuat. Dengan demikian, ajakan untuk tanamkan nilai perjuangan tidak hanya menjadi slogan, tetapi juga pedoman hidup bagi seluruh masyarakat Tanjungpinang.