Program KEMAS 2026 Diresmikan Di SMAN 2 Tanjungpinang

Program KEMAS 2026 resmi diluncurkan di SMAN 2 Tanjungpinang, Selasa 27 Januari 2026, sebagai langkah penguatan karakter pelajar di Kepulauan Riau yang digerakkan Badan Kesbangpol sebagai pembinaan wawasan kebangsaan di lingkungan pelajar pada awal tahun ajaran. Kegiatan ini dihadiri Gubernur Kepri Ansar Ahmad bersama jajaran Kesbangpol, Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, serta perwakilan sekolah. SMAN 2 dipilih sebagai titik awal sebelum kegiatan serupa bergerak ke sekolah-sekolah lain di provinsi tersebut.

Dalam sambutannya, Ansar menekankan bahwa kecakapan akademik perlu berjalan seiring dengan sikap cinta tanah air, kebersamaan, dan penghormatan pada perbedaan. Program KEMAS 2026 diarahkan untuk membantu siswa memahami nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, sekaligus memperkuat toleransi dan moderasi beragama di lingkungan sekolah. Ia juga mengajak sekolah, keluarga, dan masyarakat menjaga ruang belajar yang aman, bebas perundungan, dan saling menghargai, agar pembentukan karakter berlanjut hingga di luar kelas, termasuk dalam penggunaan media sosial secara santun dan bertanggung jawab.

Kerja Sama Lintas Instansi dan Sasaran Sekolah

Program KEMAS 2026 turut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Kesbangpol Kepri, Dinas Pendidikan Kepri, dan Kantor Wilayah Kementerian Agama. Kesepakatan itu menegaskan peran masing-masing pihak dalam penyusunan materi, pendampingan narasumber, serta pemantauan kegiatan di sekolah. Pihak sekolah diminta menyiapkan ruang belajar, jadwal, dan pendamping guru agar kegiatan berjalan tertib. Sejumlah instansi lain, termasuk aparat keamanan dan lembaga pencegahan narkoba, dijadwalkan terlibat sesuai kebutuhan materi.

Untuk tahun 2026, pemerintah provinsi menargetkan program menyasar 12 satuan pendidikan di berbagai daerah, mencakup SMA, SMK, dan MA. Total peserta diproyeksikan sekitar 10.000 pelajar, dengan pelaksanaan bertahap menyesuaikan kalender pendidikan dan kesiapan sekolah. Di SMAN 2 Tanjungpinang, jumlah siswa yang disiapkan mengikuti rangkaian kegiatan disebut mencapai 1.647 orang. Koordinasi juga dilakukan dengan kepala sekolah dan OSIS untuk memastikan peserta dan mekanisme diskusi lebih terarah.

Kesbangpol menekankan pendekatan dialogis agar siswa dapat bertanya dan menyampaikan pengalaman mereka di lingkungan sekolah maupun rumah. Selain sesi kelas, sekolah juga didorong membuat tindak lanjut berupa proyek kecil, diskusi kelompok, dan kegiatan ekstrakurikuler yang relevan. Dengan cara ini, penguatan kebangsaan diharapkan tidak berhenti pada satu pertemuan, tetapi menjadi kebiasaan belajar yang konsisten. Setiap sekolah akan menyusun laporan singkat secara berkala, sehingga evaluasi dapat dipakai memperbaiki pelaksanaan berikutnya lebih cepat.

Materi KEMAS dirancang menyesuaikan tantangan remaja yang semakin kompleks, mulai dari arus informasi cepat hingga pergaulan lintas ruang. Narasumber diharapkan mengajak siswa memahami pilar kebangsaan melalui contoh situasi sehari-hari, bukan hanya hafalan. Di tingkat sekolah, guru dan pembina kesiswaan akan dilibatkan untuk memastikan pesan yang diterima siswa selaras dengan pembinaan karakter yang sudah berjalan. Sesi tanya jawab dan studi kasus dipakai agar diskusi dekat dengan siswa.

Baca juga : Bantuan Chromebook Sekolah di SMAN 2 Tanjungpinang

Program KEMAS 2026 juga membawa isu kewaspadaan dini, termasuk pencegahan intoleransi, radikalisme, dan kekerasan berbasis kebencian. Selain itu, siswa diperkenalkan pada bahaya narkoba, cara menolak ajakan berisiko, serta pentingnya memilih pergaulan yang sehat. Bagi siswa yang memasuki usia pemilih pemula, ada penguatan literasi politik agar mereka mampu menyaring kampanye, hoaks, dan provokasi. Moderasi beragama ditekankan agar perbedaan tidak menjadi konflik di sekolah sehari-hari.

Sekolah diminta menutup kegiatan dengan komitmen sederhana, seperti menjaga bahasa yang sopan, menghormati perbedaan, dan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum jelas. Dengan penguatan berkelanjutan, Program KEMAS 2026 diharapkan membentuk pelajar yang percaya diri, berprestasi, dan tetap berakar pada nilai kebangsaan. Pemprov Kepri menilai keterlibatan orang tua penting, sehingga komunikasi rumah dan sekolah dapat saling menguatkan sepanjang tahun. Pesan antiperundungan dan gotong royong dipertegas, termasuk etika berkomentar di media sosial bijak.

Related Posts

Modus Catut Dandim Bidik Kontraktor Di Tanjungpinang

Modus Catut Dandim kembali mencuat di Tanjungpinang setelah kontraktor menerima pesan WhatsApp yang mengaku dari pejabat Kodim. Dalam pesan itu, pelaku meminta data proyek dan identitas perusahaan, lalu mengarahkan komunikasi…

Musda VI IJTI Kepri Digelar di Tanjungpinang 30–31 Januari

Musda VI IJTI Kepri akan digelar di Tanjungpinang pada 30–31 Januari 2026 sebagai forum tertinggi jurnalis televisi di provinsi ini. Kegiatan yang dipusatkan di Pelangi Hotel & Resort Km 6…

You Missed

Modus Catut Dandim Bidik Kontraktor Di Tanjungpinang

Modus Catut Dandim Bidik Kontraktor Di Tanjungpinang

Program KEMAS 2026 Diresmikan Di SMAN 2 Tanjungpinang

Program KEMAS 2026 Diresmikan Di SMAN 2 Tanjungpinang

Musda VI IJTI Kepri Digelar di Tanjungpinang 30–31 Januari

Musda VI IJTI Kepri Digelar di Tanjungpinang 30–31 Januari

Dompak Lahan Pertanian Ditinjau Lis dan Kunto Arief

Dompak Lahan Pertanian Ditinjau Lis dan Kunto Arief

Citilink Jakarta Tanjungpinang Jadi 7 Kali Sepekan Mulai Feb

Citilink Jakarta Tanjungpinang Jadi 7 Kali Sepekan Mulai Feb

Pinjaman Daerah Tanjungpinang Dipertimbangkan Pemko 2026

Pinjaman Daerah Tanjungpinang Dipertimbangkan Pemko 2026