Lomba Menulis Fotografi PWI digelar PWI Tanjungpinang untuk menyambut Hari Pers Nasional ke-80 tahun 2026. Panitia membuka ruang partisipasi bagi wartawan dan masyarakat umum, termasuk pelajar serta mahasiswa, agar peringatan HPN tidak berhenti pada seremoni. Kegiatan ini diarahkan untuk mendorong karya jurnalistik berkualitas sekaligus menguatkan literasi publik melalui tulisan dan visual.
Rangkaian lomba disusun dengan jadwal yang jelas. Pendaftaran ditetapkan pada 10–20 Januari 2026, sementara pengumpulan karya berlangsung 20 Januari hingga 1 Februari 2026. Panitia menilai rentang waktu tersebut memberi kesempatan peserta menyiapkan materi dengan riset yang memadai. Di sisi lain, karya fotografi diharapkan merekam peristiwa dan dinamika sosial secara bertanggung jawab, sejalan dengan etika jurnalistik.
Ketua Panitia HPN 2026 PWI Tanjungpinang, Rodi Yandri, menyebut lomba ini menjadi ajang mengasah kemampuan, memperluas jejaring, dan memantik kreativitas. Selain lomba, PWI menyiapkan kegiatan sosial dan puncak peringatan pada Februari. Lomba Menulis Fotografi PWI diharapkan menjadi penggerak antusiasme warga sekaligus ruang belajar bagi generasi muda yang tertarik pada dunia pers.
Jadwal Pendaftaran dan Pengumpulan Karya
Panitia menetapkan pendaftaran Lomba Menulis Fotografi PWI pada 10–20 Januari 2026, sehingga peserta memiliki waktu menyiapkan administrasi dan memahami ketentuan lomba. Setelah masa pendaftaran, pengumpulan karya dibuka pada 20 Januari sampai 1 Februari 2026. Mekanisme ini dirancang agar peserta tidak hanya mengejar cepat, tetapi juga memastikan karya disusun rapi, sesuai kaidah penulisan jurnalistik, dan menghormati kode etik. Untuk peserta fotografi, panitia mendorong pengambilan gambar yang jujur, tidak menyesatkan, serta memerhatikan izin dan privasi subjek.
Panitia menekankan bahwa lomba terbuka untuk berbagai latar belakang, sehingga karya bisa datang dari wartawan, mahasiswa, pelajar, hingga warga yang aktif memotret dan menulis. Penyelenggara menilai keragaman peserta dapat menghadirkan sudut pandang yang lebih kaya, sekaligus memperkuat minat literasi di ruang publik. Dalam Lomba Menulis Fotografi PWI, kualitas ide, ketepatan data, dan cara bercerita diposisikan sebagai aspek penting, bukan sekadar tema yang ramai.
Di lapangan, peserta diarahkan untuk memotret dan menulis dengan memperhatikan konteks lokal, menghindari unsur hoaks, serta membangun narasi yang mencerahkan. Panitia juga menyiapkan ruang komunikasi untuk membantu peserta memahami teknis pengiriman karya dan ketentuan penilaian. Dengan jadwal yang padat namun terukur, Lomba Menulis Fotografi PWI diharapkan menghasilkan karya yang layak dibaca dan dipamerkan, sekaligus memberi pembelajaran praktis bagi peserta pemula.
Selain kompetisi, PWI Tanjungpinang menyusun rangkaian kegiatan yang menyasar aspek sosial dan edukasi. Panitia menjadwalkan agenda di panti asuhan pada 1 Februari, lalu kegiatan di kantor PMI Tanjungpinang pada 5 Februari. Puncak peringatan HPN dijadwalkan pada 8 Februari 2026 di Lapangan Pamedan. Rangkaian ini diharapkan memperluas dampak peringatan, tidak hanya bagi insan pers, tetapi juga masyarakat yang menikmati hasil kerja jurnalistik.
Baca juga : Kawasan Industri Tanjungpinang Dorong Ekonomi Merata
PWI menilai momentum HPN perlu digunakan untuk memperkuat literasi informasi, terutama di tengah arus konten cepat di media sosial. Melalui Lomba Menulis Fotografi PWI, panitia ingin mengajak peserta mempraktikkan verifikasi sederhana, penyusunan naskah yang rapi, dan pemilihan foto yang bertanggung jawab. Di sisi lain, kegiatan ini juga mendorong apresiasi publik terhadap karya jurnalistik yang mengedepankan akurasi dan empati.
Panitia berharap lomba menjadi pintu masuk bagi talenta muda yang ingin belajar menulis berita dan memotret peristiwa. Komunitas pers juga diharapkan terlibat sebagai pembimbing informal bagi peserta pemula agar praktik jurnalistik di lapangan tetap sehat. Dengan kombinasi kompetisi, edukasi, dan kegiatan sosial, peringatan HPN 2026 di Tanjungpinang ditargetkan menjadi ruang kolaborasi yang produktif. Lomba Menulis Fotografi PWI pun diproyeksikan menjadi agenda tahunan yang memperkuat ekosistem literasi di daerah.






