Layanan Darurat Cuaca kembali ditekankan Pemerintah Kota Tanjungpinang saat kondisi cuaca dinilai berisiko pada pertengahan Januari 2026. Pemko meminta warga tidak ragu melapor ketika terjadi pohon tumbang, genangan, atau gangguan yang mengancam keselamatan. Imbauan ini terutama ditujukan bagi warga pesisir dan pengguna transportasi laut yang rentan terdampak angin utara.
Rilis BMKG setempat memprakirakan cuaca Tanjungpinang dan Bintan cenderung cerah berawan hingga berawan pada 13 sampai 15 Januari 2026. Meski peluang hujan lebat dinilai rendah, perubahan angin dan kondisi perairan tetap dapat memicu kejadian mendadak. Karena itu, warga diminta menyiapkan langkah antisipasi sederhana sebelum beraktivitas. Warga yang beraktivitas malam hari diminta menghindari rute rawan pohon tumbang dan jalan licin.
Pemko menilai kecepatan respons menentukan kecil-besarnya dampak ketika cuaca berubah cepat. Aparat kelurahan, relawan, dan unsur kebencanaan disiagakan untuk menerima laporan dan membantu penanganan awal. Masyarakat juga diimbau mengikuti pembaruan prakiraan resmi agar keputusan harian lebih aman di semua lapisan masyarakat.
Prakiraan BMKG dan Titik Risiko di Pesisir
Prakiraan harian BMKG menunjukkan dominasi kondisi berawan di seluruh kecamatan, sehingga suhu dan kelembapan bisa berubah tanpa banyak tanda. Angin dari sektor utara yang konsisten membuat udara terasa lebih sejuk, namun juga berpotensi memperkuat arus dan gelombang di perairan sekitar. Suhu muka laut di sekitar Pulau Bintan dipantau 26 hingga 28 derajat Celcius, sementara labilitas atmosfer cenderung ringan. Pada situasi seperti ini, Layanan Darurat Cuaca dipakai sebagai jalur cepat agar kejadian di lapangan tertangani.
Di kawasan pesisir Bintan utara dan timur, risiko gelombang perlu diperhatikan oleh nelayan, pelaku wisata bahari, dan penyeberangan tradisional. Pemko mengingatkan warga untuk mengecek kondisi cuaca sebelum melaut, membawa alat keselamatan, dan menghindari berangkat ketika angin mendadak menguat. Aktivitas di tepi pantai juga diminta menjauh dari pelantar rapuh, tebing labil, dan pohon tua yang berisiko tumbang saat diterpa hembusan kencang.
Untuk wilayah permukiman, perhatian diarahkan pada talang tersumbat, saluran air dangkal, dan barang halaman yang mudah terbang. Warga disarankan memangkas dahan yang mengarah ke kabel, mengamankan papan reklame kecil, serta memastikan atap terikat kuat. Petugas juga mengingatkan agar kabel ekstensi dan perangkat listrik dijauhkan dari area lembap. Ketika ada insiden, petugas meminta warga memberi informasi lokasi yang jelas agar Layanan Darurat Cuaca dapat bergerak tanpa terlambat.
Pemko menyiapkan kanal laporan yang bisa dipakai warga saat terjadi keadaan darurat, termasuk gangguan listrik, pohon tumbang, atau kecelakaan yang dipicu cuaca. Warga dapat menghubungi BPBD Kota Tanjungpinang melalui 0771 20949, atau layanan pengaduan Pemko di 0822 8658 0144. Simpan nomor ini di ponsel keluarga agar mudah dipakai ketika situasi mendesak. Gunakan Layanan Darurat Cuaca sebagai rujukan utama, bukan pesan berantai yang tidak jelas asalnya.
Baca juga : Pengawasan Kearsipan Kategori A Diraih Pemko Tanjungpinang
Saat melapor, sebutkan alamat, patokan terdekat, jumlah korban bila ada, serta kondisi sekitar seperti kabel putus atau air pasang. Hindari berkerumun di lokasi berbahaya, matikan sumber listrik jika ada genangan, dan pindahkan anak-anak ke tempat aman. Jika berada di laut, utamakan kembali ke titik perlindungan terdekat dan informasikan posisi terakhir kepada keluarga. Dokumentasikan kondisi awal dengan foto singkat bila aman, lalu catat waktu kejadian untuk mempercepat koordinasi.
Pemko juga mengingatkan warga untuk tidak menyebarkan kabar yang belum jelas, karena informasi yang salah dapat memperlambat penanganan. Gunakan Layanan Darurat Cuaca untuk laporan kejadian, lalu pantau arahan petugas hingga kondisi dinyatakan aman. Dengan disiplin pelaporan dan kesiapsiagaan sederhana, risiko saat cuaca berisiko dapat ditekan. Ketua RT dan warga sekitar diimbau membantu mengamankan lokasi sampai bantuan datang, serta memasang pembatas sederhana agar orang tidak mendekat ke bahaya.






