Lapak Baca Tepi Laut Dipuji, Literasi Warga Akhir Pekan

Lapak Baca Tepi Laut memberi warna baru di kawasan Tepi Laut, Tanjungpinang, saat akhir pekan. Komunitas Kata Halaman membuka lapak baca gratis yang bisa diakses siapa saja, dari anak-anak sampai orang tua. Warga yang datang dapat memilih buku, duduk santai, lalu membaca sambil menikmati angin laut.

Selain buku, tersedia pojok mewarnai gratis untuk anak yang membuat suasana lebih ramah keluarga. Pengunjung menyebut kegiatan ini terasa terbuka dan tidak kaku, karena orang boleh bergabung tanpa harus menjadi anggota komunitas. Di tengah kebiasaan menatap layar, Lapak Baca Tepi Laut dianggap menghadirkan jeda yang menenangkan.

Kehadiran lapak baca juga menjadi ajakan halus agar literasi kembali hidup di ruang publik. Pengelola berharap pengunjung yang awalnya hanya lewat bisa ikut membaca, lalu membawa kebiasaan itu ke rumah. Aktivitas sederhana ini membuat akhir pekan di tepi laut terasa lebih bermakna bagi banyak warga. Bagi keluarga, kegiatan ini menjadi pilihan murah, aman, dan edukatif tanpa perlu persiapan.

Testimoni Warga dan Suasana Lapak yang Terbuka

Di lapangan, pengunjung menilai kegiatan ini tidak hanya menyediakan buku, tetapi juga menciptakan ruang aman untuk berinteraksi di ruang terbuka dengan rak sederhana. Sindy Cristina, salah satu warga yang datang, mengatakan suasananya terasa ramah dan membuat orang mudah bergabung tanpa harus saling mengenal lebih dulu. Menurutnya, lapak baca seperti ini membantu anak-anak dan orang dewasa kembali akrab dengan buku.

Ia berharap kegiatan bisa rutin dan menjangkau lebih banyak orang, terutama pelajar yang butuh alternatif kegiatan akhir pekan selain nongkrong. Bagi Sindy, Lapak Baca Tepi Laut memberi pengalaman baru karena membaca tidak harus selalu di perpustakaan atau di rumah. Kehadiran relawan yang memandu juga membuat pengunjung nyaman memilih bacaan, sekaligus memberi saran buku sesuai usia dan minat. Di sisi lain, pojok mewarnai membuat orang tua bisa menemani anak sambil tetap menikmati bacaan.

Dukungan serupa disampaikan Devan Novriyandra yang menyebut lokasi tepi laut menambah daya tarik. Ia menilai pemandangan dan semilir angin membuat orang betah duduk lebih lama, bahkan saat lalu lintas pejalan kaki ramai. Devan melihat banyak warga yang awalnya hanya berjalan-jalan akhirnya berhenti, membuka halaman buku, lalu ikut membaca, dan sebagian memotret kegiatan untuk dibagikan ke media sosial. Baginya, suasana seperti ini efektif menumbuhkan minat literasi dengan cara yang santai.

Penggerak komunitas menjelaskan kegiatan ini dirancang agar warga bisa membaca tanpa hambatan, termasuk tanpa biaya dan tanpa aturan yang menyulitkan. Lapak Baca Tepi Laut biasanya hadir saat arus pengunjung Tepi Laut meningkat pada akhir pekan, sehingga buku mudah ditemukan oleh siapa pun yang melintas. Koleksi bacaan disusun beragam, dari buku anak, cerita pendek, hingga pengetahuan umum.

Baca juga : Car Free Day Gurindam Tepi Laut Tanjungpinang Dimulai

Relawan mengatur giliran menjaga lapak, menyiapkan alas duduk yang sederhana namun bersih, serta memastikan buku kembali rapi setelah dipakai. Mereka juga mengajak pengunjung merawat buku, tidak melipat halaman, dan mengembalikan ke tempat semula agar bisa dipakai bergantian. Untuk anak-anak, pojok mewarnai disiapkan dengan alat tulis sederhana, sehingga kegiatan keluarga tetap nyaman dan terarah. Pola ini membuat ruang publik terasa lebih hidup tanpa mengganggu pengguna lain di sekitar lokasi.

Warga yang hadir berharap lapak baca diperluas ke titik lain, misalnya taman kota atau area sekolah, agar akses literasi makin merata. Komunitas menyambut masukan itu dengan membuka peluang kolaborasi bersama pelaku usaha, pegiat pendidikan, dan pihak yang ingin menyumbang buku layak baca. Lapak Baca Tepi Laut juga dipandang sebagai ruang temu komunitas, karena orang bisa berbincang tentang bacaan dan saling merekomendasikan judul. Dengan kegiatan rutin, kebiasaan membaca diharapkan tumbuh perlahan dan menjadi bagian dari budaya kota.

Related Posts

Arah Pembangunan Tanjungpinang Menguat Di Usia 242

Arah Pembangunan Tanjungpinang kembali jadi perbincangan saat Kota Tanjungpinang memperingati hari jadi ke-242. Di tengah rangkaian seremoni dan refleksi sejarah, sejumlah pihak menilai momen ini tepat untuk menakar seberapa jelas…

Ziarah Makam Pejuang Buka Hari Jadi Ke-242 Tanjungpinang

Ziarah Makam Pejuang menjadi pembuka rangkaian Hari Jadi ke-242 Kota Tanjungpinang yang diperingati pada awal Januari 2026. Wali Kota Lis Darmansyah bersama Wakil Wali Kota Raja Ariza memimpin rombongan ziarah…

You Missed

Arah Pembangunan Tanjungpinang Menguat Di Usia 242

Arah Pembangunan Tanjungpinang Menguat Di Usia 242

Lapak Baca Tepi Laut Dipuji, Literasi Warga Akhir Pekan

Lapak Baca Tepi Laut Dipuji, Literasi Warga Akhir Pekan

Ziarah Makam Pejuang Buka Hari Jadi Ke-242 Tanjungpinang

Ziarah Makam Pejuang Buka Hari Jadi Ke-242 Tanjungpinang

Haul Istighasah Tanjungpinang Warnai Milad Ke-242 Kota

Haul Istighasah Tanjungpinang Warnai Milad Ke-242 Kota

Twibbon HUT Tanjungpinang 2026 Panduan Pakai Cepat

Twibbon HUT Tanjungpinang 2026 Panduan Pakai Cepat

Peringatan Tanjungpinang Ke-242 Digelar Sederhana Pemko

Peringatan Tanjungpinang Ke-242 Digelar Sederhana Pemko