
Kedatangan Wisman 2026 mengawali tahun baru di Tanjungpinang dengan kedatangan rombongan wisatawan mancanegara melalui jalur laut. Sebanyak 250 penumpang tiba di Pelabuhan Sri Bintan Pura pada Kamis siang, bertepatan dengan hari pertama 2026. Pemerintah kota menilai momen ini penting untuk menjaga ritme kunjungan saat libur panjang. Kedatangan Wisman 2026 juga dipandang sebagai sinyal awal bahwa konektivitas pelabuhan kembali ramai setelah rangkaian libur.
Di area terminal, suasana penyambutan dibuat hangat dengan tradisi Melayu, mulai dari musik pengiring hingga atraksi pencak silat. Wali Kota Lis Darmansyah dan Wakil Wali Kota Raja Ariza menyapa para tamu, sekaligus memasangkan tanjak secara simbolis. Sejumlah buket dan cendera mata juga dibagikan sebagai bentuk apresiasi.
Pihak pelabuhan, imigrasi, serta operator transportasi menata alur kedatangan agar pemeriksaan dokumen dan bagasi berjalan tertib. Pejabat daerah meminta pelayanan tetap ramah meski arus penumpang meningkat. Kedatangan ini diharapkan memberi dampak cepat bagi hotel, kuliner, dan pelaku usaha wisata di awal Januari.
Tiga Ferry Merapat di Pelabuhan Sri Bintan Pura
Tiga kapal ferry bersandar bergantian, dua di antaranya datang dari Singapura dan satu dari Malaysia. Petugas mengatur jadwal sandar agar pergerakan penumpang tidak menumpuk di dermaga. Dalam arus Kedatangan Wisman 2026 ini, pemeriksaan imigrasi menjadi titik krusial untuk menjaga ketertiban sekaligus keamanan pelabuhan. Pemeriksaan tambahan dilakukan untuk memastikan dokumen perjalanan sesuai dan barang bawaan tidak melanggar ketentuan.
Setelah cap paspor dan pemindaian barang, wisatawan diarahkan ke area penjemputan serta papan informasi layanan kota. Pengelola transportasi menyiapkan taksi, kendaraan sewa, dan layanan antar jemput hotel, sementara agen perjalanan menawarkan paket singkat wisata sejarah dan kuliner. Pelaku UMKM di sekitar pelabuhan juga menyiapkan stok oleh-oleh karena biasanya belanja spontan terjadi saat wisatawan baru mendarat. Sejumlah hotel menyiapkan meja informasi di lobi, sementara pelaku kuliner memanjangkan jam buka untuk menangkap arus wisatawan dari pelabuhan.
Pemerintah kota menekankan standar layanan di pelabuhan harus konsisten, termasuk kebersihan ruang tunggu, ketersediaan informasi, dan pengaturan antrean. Koordinasi lintas instansi diminta aktif untuk merespons cuaca, perubahan jadwal, serta kebutuhan wisatawan. Dengan pengalaman awal yang nyaman, Kedatangan Wisman 2026 diharapkan memicu promosi dari mulut ke mulut dan kunjungan berulang. Pengelola terminal juga diminta memperjelas penunjuk arah, menyediakan titik bantuan, dan menjaga area foto agar tidak mengganggu jalur penumpang.
Dinas pariwisata mencatat kunjungan wisman pada 2025 masih bergerak mengikuti momentum libur dan ketersediaan agenda. Dalam periode Januari hingga Oktober 2025, angka kunjungan wisman berada di kisaran 53 ribu orang dan diproyeksikan menutup tahun sekitar 63 ribu. Sementara perjalanan wisatawan nusantara per Oktober 2025 dilaporkan mencapai sekitar 630 ribu kunjungan. Target tahunan yang sempat dipatok lebih tinggi dinilai belum terkejar karena event internasional terbatas dan promosi belum merata pada tahun ini.
Baca juga : Wisman Swiss Tanjungpinang Pulang Via Sri Bintan Pura
Pemerintah menilai target yang lebih tinggi membutuhkan kalender kegiatan yang konsisten, dari festival budaya hingga promosi sport tourism berskala kawasan. Destinasi andalan seperti kawasan tepi laut, sentra kuliner, dan jalur wisata sejarah akan dipadukan dengan paket tur singkat untuk penumpang transit. Pelaku usaha diminta menjaga kepastian harga, kualitas layanan, dan keamanan agar pengalaman wisata lebih meyakinkan. Untuk itu, kurasi agenda bulanan dan kerja sama promosi lintas daerah diprioritaskan agar kunjungan tidak terkonsentrasi di akhir pekan.
Ke depan, promosi akan diperkuat melalui kolaborasi dengan operator kapal, agen perjalanan, dan komunitas wisata di negara tetangga. Pemkot juga mendorong perbaikan akses, penataan ruang publik, serta peningkatan informasi dwibahasa di titik kedatangan. Dengan langkah itu, Kedatangan Wisman 2026 tidak hanya menjadi seremoni pembuka tahun, tetapi juga indikator kesiapan Tanjungpinang menyambut musim wisata berikutnya.






