Kawasan Industri Tanjungpinang Dorong Ekonomi Merata

Kawasan Industri Tanjungpinang dipacu Pemprov Kepri untuk mendorong pemerataan ekonomi, agar pertumbuhan tidak lagi menumpuk di Batam. Gagasan ini mengemuka dalam Rapimprov bersama Kadin Kepri yang menyorot kebutuhan pusat investasi baru. Pemerintah menilai posisi Tanjungpinang di jalur perdagangan regional memberi peluang menarik arus modal.

Pengembangan diarahkan ke Dompak dan Senggarang dengan total lahan secara bertahap sekitar 1900 hektare, yang diproyeksikan menampung industri terintegrasi dan logistik. Wagub Kepri Nyanyang Haris Pratamura menilai akselerasi kawasan penting untuk memperkuat ekonomi kota. Selain infrastruktur, pemetaan tata ruang dan utilitas disiapkan agar Kawasan Industri Tanjungpinang memberi kepastian investasi.

Di tingkat kota, pemerintah menyiapkan koordinasi dengan pelaku usaha agar kebutuhan tenaga kerja lokal terserap. Pemprov menekankan pembangunan bertahap dengan target yang terukur dan jadwal yang jelas. Langkah ini diharapkan memperluas basis ekonomi Kepri dan membuka peluang usaha baru bagi warga. Pemerintah juga menargetkan arus logistik lebih efisien sehingga biaya usaha turun dan daya saing daerah naik.

Dompak dan Senggarang Disiapkan sebagai Motor Investasi

Konsep pengembangan membagi peran Dompak dan Senggarang agar fungsi tidak tumpang tindih dan lebih jelas. Dompak disebut memiliki potensi lahan sekitar 700 hektare untuk kegiatan industri dan pergudangan. Senggarang diproyeksikan menampung sekitar 1200 hektare yang diarahkan sebagai penyangga jasa dan perdagangan. Dengan pembagian ini, pemerintah berharap mobilitas pekerja, akses layanan, dan alur logistik bisa dirancang sejak awal.

Kadin Kepri menilai ketersediaan lahan menjadi faktor penting untuk menarik investor yang membutuhkan ruang luas, terutama untuk industri yang mengandalkan logistik cepat dan akses pelabuhan, serta kedekatan dengan pasar Singapura dan Malaysia. Skema enclave dan status kawasan khusus ikut dibahas untuk memberi daya saing, termasuk kemudahan arus barang, layanan kepabeanan, dan prosedur yang ringkas. Jika berjalan sesuai rencana, Kawasan Industri Tanjungpinang akan memunculkan klaster usaha yang saling terhubung, dari pengolahan, pergudangan, hingga distribusi.

Pelaku usaha lokal meminta peta kebutuhan yang detail, mulai dari air bersih, listrik, hingga pengolahan limbah. Mereka juga menyorot akses pekerja, termasuk angkutan umum dan perumahan, agar biaya operasional tidak melonjak. Pemerintah menyebut rancangan klaster akan disusun per tahap sehingga investasi dapat masuk sambil infrastruktur dibangun. Kawasan Industri Tanjungpinang diproyeksikan menjadi mesin baru yang menghubungkan industri, jasa, ekonomi kreatif, dan ruang inovasi untuk riset dan inkubasi di ibu kota provinsi.

Pemprov menyiapkan paket pekerjaan infrastruktur dasar yang dianggap menentukan minat investor, mulai dari akses jalan penghubung, drainase kawasan, hingga jaringan utilitas yang andal untuk air, listrik, dan telekomunikasi. Penguatan konektivitas diarahkan agar pergerakan barang dari kawasan ke pelabuhan lebih efisien dan tidak menambah kemacetan kota. Di sisi layanan, pemerintah berencana menata fasilitas umum, penerangan, serta ruang hijau untuk menjaga standar kawasan modern di setiap koridor utama.

Baca juga : Bantuan Kepri Peduli Rp3,659 Miliar untuk Banjir Sumatera

Pada aspek administrasi, pemangkasan waktu layanan menjadi fokus lewat perizinan yang lebih sederhana, layanan satu pintu, dan pendampingan teknis. Pemerintah juga menyiapkan stimulus nonfiskal berupa kepastian prosedur dan sinkronisasi aturan lintas lembaga agar proses tidak berulang. Pelaku usaha meminta jadwal yang transparan, termasuk tahapan pembukaan lahan, penetapan klaster, dan kesiapan fasilitas bersama. Kawasan Industri Tanjungpinang diharapkan tidak hanya menarik investasi awal, tetapi juga menjaga kepatuhan standar lingkungan.

Pemkot Tanjungpinang menyiapkan ruang dialog rutin dengan investor dan masyarakat agar isu sosial, tenaga kerja, dan penataan ruang dikelola sejak dini. Pemprov mendorong kerja sama dengan perguruan tinggi dan lembaga pelatihan untuk menyiapkan kompetensi pekerja sesuai kebutuhan industri. Jika eksekusi konsisten, pertumbuhan di Tanjungpinang dapat menguat, memperluas kesempatan kerja formal, dan mengurangi ketimpangan antarwilayah di Kepri. Langkah ini juga ditargetkan meningkatkan daya saing daerah secara jangka panjang.

Related Posts

Heboh! Kasus Video Asusila Gustian Riau, Jabattanpun Dicopot

Nama Gustian Riau, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, menjadi sorotan setelah beredarnya dugaan video asusila yang viral di media sosial. Menyikapi kegaduhan tersebut, Pemerintah Kota (Pemko) Batam…

Pemko Batam Proses Pemeriksaan Internal Kasus Gustian Riau

Pemko Batam proses pemeriksaan internal secara kepegawaian menyusul isu yang menyeret nama Gustian Riau. Pemerintah daerah menyiapkan langkah administratif untuk memastikan penanganan berjalan prosedural, sekaligus menjaga roda pelayanan publik tetap…

You Missed

Heboh! Kasus Video Asusila Gustian Riau, Jabattanpun Dicopot

Heboh! Kasus Video Asusila Gustian Riau, Jabattanpun Dicopot

Pemko Batam Proses Pemeriksaan Internal Kasus Gustian Riau

Pemko Batam Proses Pemeriksaan Internal Kasus Gustian Riau

10 Rekomendasi Tools AI untuk Blog Bahasa Indonesia

10 Rekomendasi Tools AI untuk Blog Bahasa Indonesia

Realisasi Belanja Tanjung Pinang 2025 Tembus 69,5 Persen

Realisasi Belanja Tanjung Pinang 2025 Tembus 69,5 Persen

Lomba Menulis Fotografi PWI Sambut HPN 2026 Di Tanjungpinang

Lomba Menulis Fotografi PWI Sambut HPN 2026 Di Tanjungpinang

Kawasan Industri Tanjungpinang Dorong Ekonomi Merata

Kawasan Industri Tanjungpinang Dorong Ekonomi Merata