Imbauan Rob Tanjungpinang disampaikan Wali Kota Lis Darmansyah setelah air pasang kembali menggenangi sejumlah kawasan pesisir. Ia meminta warga tidak menunggu air naik lebih tinggi, melainkan menyiapkan langkah pengamanan sejak pagi, termasuk mematikan listrik di area rawan. Pemerintah kota menilai kewaspadaan warga menentukan cepat atau lambatnya dampak meluas ke permukiman.
Genangan terlihat di jalur pelantar, akses pertokoan, serta gang permukiman yang berada di dataran rendah dekat bibir laut. Sejumlah pedagang memilih menutup sebagian lapak ketika air mulai merambat ke depan ruko dan membuat arus belanja melambat. Warga di beberapa kelurahan pesisir juga melaporkan halaman rumah tergenang dan kendaraan harus dipindahkan lebih dahulu.
Perkiraan pasang maksimum terjadi menjelang tengah hari, sehingga aktivitas di wilayah pesisir diminta menyesuaikan jam aman. BMKG menilai potensi rob dapat berlangsung pada 1 hingga 9 Januari 2026, dipengaruhi fase perigee dan purnama pada 2 Januari. Pemkot meminta pembaruan informasi cuaca maritim dipantau agar peringatan dini cepat diterima.
BMKG dan BPBD Perkuat Mitigasi di Titik Rawan
BPBD bersama perangkat kelurahan menyiagakan posko BPBD 24 jam dan membuka jalur pelaporan bagi warga terdampak. Imbauan Rob Tanjungpinang diteruskan melalui grup lingkungan, pengeras suara, dan patroli pesisir untuk memantau titik genangan yang naik mendadak. Petugas juga menyiapkan pompa portabel di lokasi yang airnya cenderung tertahan karena drainase sempit. Koordinasi dilakukan dengan RT dan relawan untuk memasang karung pasir di titik rendah.
BMKG menjelaskan potensi rob awal Januari dipicu fase perigee, saat Bulan berada paling dekat dengan Bumi, yang bertepatan dengan fase Bulan Purnama pada 2 Januari 2026. Kondisi ini berpotensi meningkatkan ketinggian maksimum air laut berdasarkan data water level dan prediksi pasang surut, sehingga mengganggu aktivitas pelabuhan dan permukiman pesisir. Karena puncak pasang sering terjadi menjelang siang, petugas meminta aktivitas bongkar muat menyesuaikan jam aman. Pemerintah kota memprioritaskan pengamanan akses sekolah dan fasilitas kesehatan setempat.
Di kawasan pertokoan, petugas mendorong pemilik ruko memasang penghalang pintu, menaikkan barang, dan tidak memaksa kendaraan melintas saat arus air kencang. Kepala Pelaksana BPBD Muhammad Yamin menyebut petugas melakukan evakuasi, penyedotan air dengan pompa, serta membantu pembersihan setelah air surut. Imbauan Rob Tanjungpinang juga menekankan pembersihan sampah saluran, karena sumbatan kecil membuat genangan bertahan lebih lama. Warga diminta menghindari kawasan rawan saat pasang maksimum.
Warga yang tinggal di dataran rendah disarankan menata rumah berdasarkan jam pasang harian, terutama pada rentang menjelang siang. Imbauan Rob Tanjungpinang meminta barang elektronik, tabung gas, dan dokumen penting dipindahkan ke tempat lebih tinggi sebelum air masuk. Jika perlu, gunakan papan titian sederhana agar akses keluarga tetap aman saat genangan meluas. Tetangga diminta saling mengingatkan bila air mulai naik lebih cepat.
Baca juga : Pagar Depan Prendjak Disorot DPRD, Pemko Siapkan Tindakan
Untuk mengurangi risiko korsleting, matikan sumber listrik pada stop kontak yang dekat lantai dan hindari kabel ekstensi melintang di area basah. Pelaku usaha dapat memasang pengganjal pintu, palet kayu untuk stok barang, dan penutup plastik pada mesin kasir. Imbauan Rob Tanjungpinang juga mengingatkan warga tidak memaksakan motor menerobos arus, karena lubang drainase sering tertutup air keruh. Gunakan sepatu antiselip dan sarung tangan ketika memindahkan barang.
Masyarakat diminta melapor cepat bila ada titik baru yang genangannya lebih tinggi dari biasanya, agar petugas bisa menempatkan pompa atau karung pasir. Perhatikan kesehatan anak dan lansia, serta sediakan air bersih, senter, dan obat harian untuk berjaga jika listrik dipadamkan sementara, anak-anak diminta tidak bermain di genangan. Setelah surut, bersihkan lumpur dan sampah di depan rumah supaya saluran tidak tersumbat pada siklus pasang berikutnya. Di lingkungan padat, jadwalkan gotong royong agar pembersihan tidak menumpuk.






