Haul Istighasah Tanjungpinang menjadi salah satu agenda utama peringatan Hari Jadi ke-242 Kota Tanjungpinang pada Selasa, 6 Januari 2026. Pemerintah Kota Tanjungpinang menyiapkan rangkaian yang sederhana, namun diarahkan tetap khidmat dan penuh makna bagi masyarakat di tengah situasi kebencanaan. Warga diajak hadir untuk memperbanyak doa serta menjaga suasana kota tetap tenang.
Kegiatan malam itu dipusatkan di Masjid Al Uswah, Jalan D.I. Panjaitan Km 10, dimulai sekitar pukul 19.15 WIB setelah Salat Isya berjamaah. Panitia menekankan doa bersama sebagai ikhtiar batin untuk memohon keselamatan, keberkahan, dan keteduhan bagi warga. Agenda ini terbuka untuk umum, sehingga jamaah dapat datang bersama keluarga dan tetangga.
Selain doa, peringatan tahun ini juga dibingkai dengan empati terhadap saudara di wilayah yang terdampak bencana. Pemko mendorong semangat saling membantu melalui gerakan sosial di lingkungan masing-masing dan penggalangan kepedulian. Melalui Haul Istighasah Tanjungpinang, momentum hari jadi diharapkan menjadi pengingat bahwa kemajuan kota tidak lepas dari kebersamaan warga semua.
Rangkaian Hari Jadi Diawali Ziarah dan Upacara Pagi
Rangkaian peringatan dimulai sehari sebelumnya, Senin, 5 Januari 2026, melalui ziarah ke makam para leluhur dan sultan yang berperan dalam sejarah Tanjungpinang. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan sekaligus ajakan agar generasi sekarang tidak melupakan jejak pendahulu. Tahlil, doa, dan tabur bunga dilaksanakan dengan tertib di beberapa titik, termasuk kawasan Pulau Penyengat. Pemko menilai ziarah penting untuk merawat identitas kota dan meneguhkan nilai budaya Melayu hingga kini.
Pada Selasa pagi, Pemko menggelar upacara peringatan di halaman Kantor Wali Kota yang diikuti kalangan internal perangkat daerah. Penataan acara yang lebih ringkas dipilih agar peringatan tidak berlebihan, namun tetap menjaga marwah kota dan ritme pelayanan publik. Upacara juga menjadi penanda resmi usia kota yang telah memasuki 242 tahun, sekaligus ajang evaluasi singkat kinerja layanan harian. Haul Istighasah Tanjungpinang ditempatkan sebagai puncak ibadah pada malam harinya, setelah rangkaian agenda resmi selesai dan aparatur kembali bertugas.
Kepala Dinas Kominfo Tanjungpinang menyebut rangkaian ini menjadi momen bermunajat bersama, sekaligus menguatkan nilai kebersamaan dan kearifan lokal. Pemerintah mengingatkan warga untuk menjaga ketertiban, mengatur waktu hadir, serta menghormati jamaah lain saat kegiatan berlangsung. Panitia mengimbau jamaah membawa perlengkapan ibadah seperlunya dan menjaga kebersihan area masjid. Dengan format sederhana, peringatan tetap diarahkan menjadi ruang refleksi dan penguatan solidaritas.
Pelaksanaan haul dan istighasah di masjid dinilai efektif karena menghadirkan suasana yang lebih tenang dibanding perayaan seremonial. Warga yang hadir diminta menjaga adab, tidak membuat keributan, dan mematuhi arahan panitia terkait parkir serta alur masuk masjid. Pada kesempatan ini, Haul Istighasah Tanjungpinang juga dipadukan dengan ajakan untuk berbagi infaq dan sedekah secara sukarela. Kepedulian tersebut ditujukan agar peringatan terasa dekat dengan kebutuhan sesama, bukan sekadar rutinitas tahunan di tengah musibah.
Baca juga : Peringatan Tanjungpinang Ke-242 Digelar Sederhana Pemko
Donasi yang terkumpul direncanakan disalurkan untuk membantu saudara yang terdampak bencana, terutama di sejumlah wilayah Sumatera dan Aceh. Pemerintah menilai kepedulian sosial dapat berjalan seiring dengan peringatan hari jadi, sehingga makna perayaan terasa lebih luas. Warga yang tidak sempat hadir tetap bisa berpartisipasi dengan dukungan di lingkungan sekitar, misalnya gotong royong atau bantuan komunitas. Relawan dan komunitas lokal pun diharapkan membantu penyaluran agar tepat sasaran, tertib, dan transparan bagi penerima.
Rangkaian peringatan ditutup dengan Salat Tasbih berjamaah pada Rabu, 7 Januari 2026, di Masjid Al Furqan, Jalan Pemuda, pukul 09.00 WIB. Penutupan ini diharapkan memperkuat semangat berbenah dan menjaga tradisi, selaras dengan tema yang menekankan pembenahan hati serta pelestarian budaya. Dengan demikian, Haul Istighasah Tanjungpinang menjadi penanda bahwa hari jadi kota dapat dirayakan sederhana, namun tetap berdampak bagi kebersamaan warga.







