Gelombang Tinggi Kepri Diprediksi Hingga Maret 2026

Gelombang Tinggi Kepri kembali menjadi perhatian setelah BMKG mengingatkan potensi cuaca ekstrem di perairan Kepulauan Riau dapat berlanjut hingga akhir Maret 2026. Nelayan, operator kapal cepat, dan penumpang diminta meningkatkan kewaspadaan karena angin musiman dapat memicu gelombang mendadak dan hujan lebat di beberapa jam. Sejumlah rute antarpulau juga berisiko mengalami keterlambatan bila kondisi perairan memburuk pada jam tertentu. Pemerintah daerah meminta informasi maritim dipantau sebelum aktivitas melaut atau perjalanan laut dilakukan, termasuk prakiraan dan peringatan dini.

BMKG menjelaskan fase angin musiman Asia yang lazim aktif pada Januari sampai Maret mendorong tinggi gelombang di beberapa perairan Kepri. Situasi ini dapat berbeda antarwilayah, sehingga warga tidak menyamaratakan kondisi di pesisir kota dengan wilayah kepulauan yang lebih terbuka. Meski demikian, kesiapsiagaan tetap diprioritaskan, terutama bagi kapal kecil, speedboat, dan nelayan tradisional yang lebih rentan. Gelombang Tinggi Kepri dinilai perlu diantisipasi melalui penyesuaian jadwal berangkat, penggunaan jaket pelampung, dan pemeriksaan kondisi kapal sebelum berlayar.

Pola Angin Musiman dan Peta Gelombang Perairan

BMKG Stasiun Meteorologi Tanjungpinang menilai Januari hingga Maret adalah fase yang sering memunculkan angin kencang karena monsun Asia. Pada periode ini, Gelombang Tinggi Kepri lebih sering terjadi di perairan terbuka dan jalur pelayaran antarpulau. Kecepatan angin tidak seragam, sehingga satu pesisir bisa relatif tenang sementara wilayah lain memburuk. Nelayan diminta memeriksa prakiraan sebelum berangkat, bukan hanya mengandalkan cuaca di darat.

Pemantauan maritim menunjukkan perairan Karimun kerap berada pada gelombang lebih rendah, sekitar 0,5 sampai 1,25 meter, namun tetap berisiko bagi perahu kecil. Bintan hingga Tambelan sering masuk kategori sedang dan dapat berubah cepat ketika angin menguat, karena angin di beberapa perairan bisa 5–12 knot dan meningkat saat sistem cuaca tiba-tiba. Di Natuna bagian utara, gelombang dapat meningkat hingga sekitar 4 meter pada periode tertentu, sehingga pelayaran kapal kecil sebaiknya ditunda. Operator penyeberangan diminta menyesuaikan jadwal dan memastikan informasi keselamatan tersampaikan.

BMKG mengingatkan perubahan cuaca dapat terjadi dalam hitungan jam, termasuk hujan yang menurunkan jarak pandang dan memperkuat arus. Penumpang disarankan mengikuti arahan awak kapal dan memakai jaket pelampung saat kondisi mulai tidak stabil. Jika Gelombang Tinggi Kepri terpantau meningkat, warga pesisir sebaiknya menunda perjalanan yang tidak mendesak. Langkah ini dinilai lebih aman daripada memaksakan pelayaran ketika gelombang melewati batas operasi.

Bagi nelayan, keputusan berangkat sebaiknya didasarkan pada batas aman kapal, bukan target tangkapan semata. Gelombang Tinggi Kepri perlu direspons dengan membawa perlengkapan keselamatan lengkap, mengurangi muatan, dan memilih rute yang lebih terlindung. Jika peringatan dini menunjukkan kenaikan gelombang, kelompok nelayan dianjurkan melaut berpasangan dan saling memantau melalui komunikasi radio atau telepon. Pastikan bahan bakar, lampu navigasi, dan mesin cadangan siap sebelum keluar muara.

Baca juga : Waspada Rob Supermoon Ancam Pesisir Bintan Tanjungpinang

Operator pelabuhan dan kapal penyeberangan diminta memperketat pemeriksaan manifest, memastikan jaket pelampung tersedia, serta menata penumpang agar tidak berdesakan di geladak. Keluarga penumpang diimbau tiba lebih awal karena jadwal dapat berubah sesuai evaluasi keselamatan di lapangan. Warga pesisir juga diminta mengamankan perahu kecil, tambatan, dan barang di pelantar agar tidak hanyut saat arus menguat. Petugas diminta tegas menolak keberangkatan kapal kecil saat syarat keselamatan tidak terpenuhi sepenuhnya.

Untuk sektor penerbangan, BMKG menyebut operasi bandara umumnya tetap berjalan karena ada prosedur dan perangkat pemantauan cuaca yang memantau kondisi landasan secara berkala. Namun penumpang tetap disarankan mengecek informasi maskapai, terutama bila cuaca ekstrem memicu gangguan akses menuju bandara. Pemerintah daerah menekankan kebiasaan memantau informasi resmi dan melapor bila terjadi kondisi darurat di laut maupun di pesisir. Saat berangin, masyarakat sebaiknya menunda wisata laut dan memilih jalur darat bila tersedia.

Related Posts

Oase Literasi Tepi Laut Hidupkan Kata Halaman Tanjungpinang

Oase Literasi Tepi Laut kembali terasa di kawasan Tepi Laut, Tanjungpinang, saat komunitas Kata Halaman membuka lapak baca setiap akhir pekan. Di tepi promenade yang biasanya ramai untuk berjalan sore,…

Waspada Rob Pesisir Tanjungpinang, Wali Kota Imbau Siagate

Waspada Rob Pesisir menjadi pesan Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah kepada warga yang tinggal di kawasan pantai dan dataran rendah. Ia meminta masyarakat memantau jam pasang, mengamankan barang, dan tidak…

You Missed

Oase Literasi Tepi Laut Hidupkan Kata Halaman Tanjungpinang

Oase Literasi Tepi Laut Hidupkan Kata Halaman Tanjungpinang

Gelombang Tinggi Kepri Diprediksi Hingga Maret 2026

Gelombang Tinggi Kepri Diprediksi Hingga Maret 2026

Waspada Rob Pesisir Tanjungpinang, Wali Kota Imbau Siagate

Waspada Rob Pesisir Tanjungpinang, Wali Kota Imbau Siagate

PHBS Tangkal Superflu, Dinkes Tanjungpinang Imbau Warga

PHBS Tangkal Superflu, Dinkes Tanjungpinang Imbau Warga

Belanja Skincare Tanjungpinang Turun, Tren 2024 Disorot

Belanja Skincare Tanjungpinang Turun, Tren 2024 Disorot

Pemanggilan Saksi WhatsApp Disorot, Sidang Ditunda

Pemanggilan Saksi WhatsApp Disorot, Sidang Ditunda