Distribusi Air Bersih dilakukan BPBD Tanjungpinang untuk membantu warga Kelurahan Kampung Bugis yang kesulitan pasokan saat kemarau. Penyaluran memakai mobil tangki dan dilakukan bertahap agar kebutuhan dasar rumah tangga tetap terpenuhi. Pemerintah kota menegaskan langkah cepat ini diambil setelah laporan warga menyebut air sumur menurun dan sebagian keran tidak lagi mengalir stabil.
Bantuan difokuskan di RT 001 dan RT 002 RW 001 serta RT 004 RW 002, Kecamatan Tanjungpinang Kota. Sekitar 25 kepala keluarga tercatat menerima suplai untuk kebutuhan minum, memasak, dan aktivitas harian yang mendesak. Distribusi Air Bersih diprioritaskan bagi rumah yang memiliki lansia dan anak kecil agar tidak terdampak lebih berat.
Penyaluran berlangsung pada Jumat dan Minggu, 23 dan 25 Januari 2026, dengan pengaturan antrean agar warga tetap tertib. Petugas BPBD memastikan titik penampungan aman dan mudah dijangkau, sekaligus mengingatkan warga menutup rapat wadah penyimpanan. Masyarakat diminta menggunakan air secukupnya sambil menunggu kondisi sumber air kembali normal.
Titik Distribusi di RT 001, 002, dan 004
Di lapangan, Distribusi Air Bersih diarahkan ke kantong-kantong permukiman yang paling dulu mengalami penurunan debit. Petugas memetakan jalur mobil tangki agar bisa masuk hingga dekat rumah warga tanpa mengganggu lalu lintas kampung. Penampungan sementara disiapkan, lalu air dialirkan ke jeriken, drum, dan bak yang sudah dibawa warga sejak pagi. Sejumlah warga menunggu di tepi jalan, sementara petugas memastikan selang tidak bocor dan tekanan air stabil, terutama saat antrian memanjang.
Warga diminta membawa wadah bersih dan menyesuaikan pengambilan sesuai kebutuhan keluarga agar pembagian merata. Distribusi Air Bersih dilakukan dengan pendampingan ketua RT untuk memastikan daftar penerima sesuai kondisi di lokasi. Panitia juga mengatur giliran, sehingga warga tidak berdesakan dan proses pengisian berjalan cepat. Petugas turut mencatat volume yang keluar dari tangki secara berkala agar pembagian antarblok RT dapat dipantau hingga selesai.
Selain air minum dan memasak, sebagian warga menggunakan bantuan untuk wudu dan kebersihan rumah, terutama bagi keluarga yang memiliki balita. BPBD mengingatkan agar air yang disimpan tidak dibiarkan terbuka terlalu lama untuk mencegah kontaminasi. Jika stok mulai menipis sebelum jadwal berikutnya, warga diminta melapor melalui perangkat kelurahan agar kebutuhan bisa dicatat. Koordinasi warga dilakukan lewat grup pesan singkat, sehingga informasi jadwal dan titik tangki cepat menyebar ke tetangga serta pengurus.
Kepala BPBD Tanjungpinang, Muhammad Yamin, menyatakan penyaluran ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah daerah di tengah keluhan krisis air. Ia menegaskan tim terus memantau situasi kemarau dan siap berkoordinasi dengan instansi terkait bila titik terdampak meluas. Menurutnya, respons cepat penting agar aktivitas warga tidak terganggu, terutama untuk kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda. BPBD mengutamakan lokasi dengan sumur dangkal karena lebih cepat mengering ketika hujan jarang turun.
Baca juga : Siaga TRC BPBD Tanjungpinang Hadapi Cuaca Ekstrem 2026
BPBD juga mengimbau warga menerapkan pola hemat air, seperti memanfaatkan air cucian beras untuk menyiram tanaman dan menunda kegiatan yang boros air. Jika Distribusi Air Bersih kembali dibutuhkan, tim akan menyesuaikan jadwal berdasarkan laporan lapangan dan prioritas keluarga rentan. Warga yang mengalami kendala diminta menghubungi layanan BPBD di 0771-20949 agar petugas bisa menindaklanjuti. Bila ada perubahan cuaca, BPBD menyiapkan opsi penambahan ritase tangki sesuai stok air.
Pemerintah kelurahan diminta ikut mengawasi penggunaan air bantuan agar tidak disalahgunakan, serta mendorong warga menjaga sumur dan tandon tetap bersih. BPBD menilai kesiapsiagaan komunitas penting, termasuk menyiapkan cadangan wadah dan berbagi informasi antartetangga saat debit turun. Dengan kolaborasi itu, dampak kekeringan di Kampung Bugis diharapkan dapat ditekan sampai musim hujan kembali stabil. Warga juga diimbau memeriksa kebocoran pipa rumah dan menutup rapat tandon agar air tidak terbuang sia-sia.






