Banjir Rob Tanjungpinang Kembali Rendam Pesisir Kota

Banjir Rob Tanjungpinang kembali menggenangi kawasan pesisir pada Rabu, 7 Januari 2026, dan membuat ruas jalan serta pertokoan di beberapa titik utama kota tergenang air asin. Di Pelantar II, genangan dilaporkan masuk ke area toko, sehingga pedagang menyelamatkan barang dagangan. Kondisi ini menambah kejadian rob yang berulang sejak awal Januari.

Di Kelurahan Sei Jang, air laut masuk ke rumah warga sekitar pukul 11.00 WIB, mendorong keluarga memindahkan perabot dan perangkat elektronik ke tempat lebih tinggi. Sebagian anak-anak bermain di genangan, sementara orang tua berjaga karena khawatir arus dan kabel listrik. Warga menyebut rob sudah menjadi kejadian tahunan di lingkungan dekat garis pantai.

Petugas kebencanaan mengingatkan warga tidak menganggap remeh pasang tinggi, terutama di permukiman ber-elevasi rendah. Langkah sederhana seperti menutup celah pintu, menyiapkan tempat aman untuk dokumen, dan mengawasi anak-anak dapat dilakukan. Jika pasang kembali naik, Banjir Rob Tanjungpinang berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi harian dan layanan dasar warga di pesisir.

Genangan Meluas Dari Pelantar II Hingga Permukiman Pesisir

Genangan rob tidak hanya terjadi di satu titik, melainkan meluas ke beberapa wilayah pesisir yang memiliki akses langsung ke laut. Warga di Kampung Bugis melaporkan air masuk dari halaman hingga ke bagian rumah, sementara di Senggarang genangan menutup sebagian jalan lingkungan dan membuat mobilitas melambat. Situasi semacam ini juga berdampak pada pelaku usaha kecil karena kegiatan bongkar muat dan distribusi barang menjadi tertunda.

Di Pelantar II, sejumlah pedagang menyebut ketinggian air mencapai betis orang dewasa pada beberapa bagian, dan ada titik yang lebih dalam di area pasar. Barang yang diletakkan dekat lantai ikut terdampak, sehingga pedagang menata ulang penyimpanan dan menambah alas untuk mencegah kerusakan. Dalam kondisi seperti ini, Banjir Rob Tanjungpinang sering memaksa warga memilih antara tetap membuka usaha atau menunggu air surut.

Sebagian warga mencoba beradaptasi dengan membangun tanggul kecil atau menaikkan ambang pintu agar air tidak mudah masuk. Namun, solusi mandiri ini memiliki batas, terutama saat pasang naik bersamaan dengan hujan lokal yang memperlambat surutnya genangan dan menutup akses selokan. Karena itu, koordinasi RT dan kelurahan penting untuk memastikan jalur evakuasi, titik aman, dan komunikasi darurat berjalan rapi, termasuk pemetaan keluarga rentan dan jadwal patroli rutin. Pendataan rumah rawan rob dan titik listrik rendah membantu prioritas penanganan.

Pemerintah daerah bersama BPBD mengimbau warga pesisir meningkatkan kewaspadaan, termasuk mengamankan barang berharga, menaikkan perabot, dan mematikan jaringan listrik yang terjangkau air. Langkah ini krusial untuk mencegah korsleting, terutama ketika air masuk ke ruang tamu, dapur, atau area meteran, serta memeriksa stop kontak yang dekat lantai. Dalam beberapa kejadian, Banjir Rob Tanjungpinang juga memicu kerusakan perabot karena air asin cepat merusak logam dan perangkat elektronik.

Baca juga : Waspada Banjir Rob Tanjungpinang, Polisi Buka Layanan 110

Dari sisi mitigasi, peringatan dini pasang tinggi perlu diterjemahkan menjadi tindakan lapangan yang terukur, seperti patroli wilayah rawan dan pengaturan lalu lintas di ruas yang tergenang. Pada awal Januari, pasang berpotensi menguat saat fase perigee berdekatan dengan bulan purnama, sehingga jadwal kegiatan warga dan pelaku usaha perlu menyesuaikan. Pemerintah dapat menyiapkan pompa portabel, karung pasir, serta posko respons cepat di kelurahan rawan, sambil memperkuat kanal informasi dan rute aman bagi pengendara secara berkala.

Dalam jangka menengah, penanganan rob tidak cukup mengandalkan penertiban saat air naik, tetapi memerlukan perbaikan drainase, perlindungan pesisir, serta penataan ruang yang memperhitungkan kenaikan muka air. Penguatan tanggul lingkungan, peninggian ambang rumah, dan penataan elevasi jalan di titik rendah dapat mengurangi air masuk ke permukiman. Dengan perencanaan yang konsisten, Banjir Rob Tanjungpinang dapat ditekan dampaknya sehingga aktivitas kota tetap berjalan lebih aman.

Related Posts

Pemanggilan Saksi WhatsApp Disorot, Sidang Ditunda

Pemanggilan Saksi WhatsApp menjadi sorotan dalam sidang dugaan pengeroyokan di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Selasa, 6 Januari 2026, ruang utama. Majelis hakim menunda persidangan karena jaksa penuntut umum belum mampu menghadirkan…

Zikir Istighosah Tanjungpinang Meriahkan Milad Ke-242

Zikir Istighosah Tanjungpinang mewarnai peringatan Hari Amal Bakti ke-80 Kementerian Agama dan Milad ke-242 kota, yang digelar di Masjid Al Uswatul Hasanah, Jalan Ir. Sutami, Kelurahan Suka Berenang, Rabu malam.…

You Missed

Pemanggilan Saksi WhatsApp Disorot, Sidang Ditunda

Pemanggilan Saksi WhatsApp Disorot, Sidang Ditunda

Zikir Istighosah Tanjungpinang Meriahkan Milad Ke-242

Zikir Istighosah Tanjungpinang Meriahkan Milad Ke-242

Perombakan OPD Tanjungpinang Mengarah Rotasi Besar Pemkot

Perombakan OPD Tanjungpinang Mengarah Rotasi Besar Pemkot

Imbauan Rob Tanjungpinang Berlaku Hingga 9 Januari

Imbauan Rob Tanjungpinang Berlaku Hingga 9 Januari

Banjir Rob Tanjungpinang Capai 2 Meter Warga Siaga

Banjir Rob Tanjungpinang Capai 2 Meter Warga Siaga

Kasus DBD Tanjungpinang 497, Batu 9 Tertinggi

Kasus DBD Tanjungpinang 497, Batu 9 Tertinggi