
Gaia Ballroom Tanjungpinang menjadi sorotan setelah SekDa Zulhidayat, menyatakan dukungan pemanfaatan fasilitas tersebut untuk memperkuat wisata dan agenda daerah. Dukungan itu disampaikan dalam kegiatan gathering serta perkenalan ballroom di Nite and Day Laguna Hotel, Jumat malam (30/1/2026). Pemerintah kota menilai kehadiran venue berskala besar akan menambah pilihan lokasi acara, dari pertemuan pemerintahan hingga kegiatan komunitas.
Dalam kesempatan itu, Zulhidayat menekankan pentingnya kolaborasi antara pemda dan pelaku usaha agar pemanfaatan ruang pertemuan memberi dampak ekonomi nyata. Ia menyebut fasilitas baru dapat membantu meningkatkan kesan bagi tamu yang datang, sekaligus menggerakkan sektor pendukung seperti akomodasi, konsumsi, transportasi, dan UMKM. Sejumlah agenda besar 2026 pun diproyeksikan membutuhkan kesiapan venue yang representatif.
Pemerintah berharap ruang baru ini tidak hanya dipakai untuk seremoni, tetapi juga mendorong kalender kegiatan yang lebih pasti sepanjang tahun. Dengan demikian, promosi destinasi bisa mengikuti jadwal event, dan arus kunjungan dapat lebih terukur sejak awal perencanaan hingga pelaksanaan.
Dukungan Pemkot untuk Agenda Besar 2026
Zulhidayat menyebut kapasitas dan kelengkapan layanan di Gaia Ballroom Tanjungpinang relevan untuk mengembangkan segmen MICE (meeting, incentive, convention, exhibition) yang berbasis agenda. Menurutnya, kota membutuhkan venue yang siap menampung forum lintas instansi, seminar, pameran, hingga peluncuran program, agar tamu memiliki pengalaman yang nyaman dan “terlayani” sejak tiba di lokasi.
Pemerintah kota juga menautkan pemanfaatan fasilitas tersebut dengan persiapan menjadi tuan rumah ajang berskala provinsi pada 2026, seperti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) dan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Kepri. Zulhidayat menilai, ketika agenda besar datang, kebutuhan ruang pertemuan, ruang jamuan, dan titik koordinasi panitia meningkat signifikan. Karena itu, dukungan sektor perhotelan dipandang penting untuk memastikan arus kegiatan tidak tersendat.
Selain menambah opsi tempat acara, Gaia Ballroom Tanjungpinang diharapkan memicu efek berganda bagi ekonomi lokal. Kegiatan skala besar biasanya menarik permintaan kamar, konsumsi katering, transportasi, serta produk UMKM. Pemkot mendorong penyelenggara menyiapkan skema kemitraan agar pelaku usaha lokal ikut masuk rantai pasok dan memperoleh manfaat langsung. Pemkot juga menekankan aspek teknis seperti manajemen parkir, keamanan, aksesibilitas disabilitas, serta alur keluar-masuk tamu. Standar pelayanan itu penting agar event pemerintah maupun swasta bisa berjalan tepat waktu, sekaligus menjaga citra Tanjungpinang sebagai kota tujuan agenda. Koordinasi panitia, vendor, dan hotel juga akan diuji saat jadwal padat.
Pada kesempatan yang sama, pemerintah mendorong pengelola memperkuat promosi lintas kanal agar ballroom baru cepat “terbaca” pasar penyelenggara event. Zulhidayat menilai Gaia Ballroom Tanjungpinang bisa dipaketkan dengan kunjungan wisata kota lama, kuliner, hingga agenda budaya, sehingga tamu yang datang tidak hanya hadir untuk rapat, tetapi juga memperpanjang masa tinggal. Ia menyebut potensi pasar Malaysia yang kerap mencari wisata berbasis budaya dan agenda sebagai segmen yang dapat digarap bersama. Promosi terpadu dinilai kunci menjaga kalender event tetap stabil.
Baca juga : Apresiasi Jasa Veteran Tanjungpinang di HUT LVRI ke-69
Dari pihak hotel, General Manager Nite and Day Laguna Hotel, Erik Sinaga, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah. Ia berharap fasilitas ini menjadi ruang pertemuan yang dipercaya korporasi, instansi, maupun komunitas, terutama untuk kegiatan yang memerlukan tata suara, pencahayaan, dan layanan jamuan terstandar. Menjelang Ramadan, manajemen juga memperkenalkan paket berbuka dengan variasi menu harian sebagai bagian dari upaya menarik segmen keluarga dan kantor. Pengelola juga menyiapkan opsi paket rapat.
Ke depan, Pemkot menargetkan kolaborasi yang lebih operasional, termasuk sinkronisasi jadwal, standar layanan, dan pemetaan kebutuhan event besar. Dengan Gaia Ballroom Tanjungpinang, pemerintah berharap penyelenggara memiliki lebih banyak opsi venue, sementara pelaku usaha lokal mendapat peluang melalui penyediaan suvenir, dekorasi, transportasi, hingga layanan tur. Skema ini diharapkan memperkuat citra Tanjungpinang sebagai kota agenda di Kepri.






