MTQH Pinang Kencana 2026 resmi dibuka Camat Tanjungpinang Timur, Saparilis, di Masjid Al Kautsar, RT 04 RW 08 Kampung Purwodadi, Senin 26 Januari 2026. Kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadits tingkat kelurahan ini digelar selama dua hari, 26 sampai 27 Januari, dengan melibatkan peserta dari berbagai cabang lomba. Sejak pembukaan, panitia menekankan suasana kompetisi yang tertib sekaligus ramah keluarga.
Saparilis menegaskan ajang ini tidak berhenti pada perebutan juara, melainkan pembinaan agar anak-anak dan remaja makin dekat dengan Al-Qur’an dan Hadits. Ia berharap peserta membawa kebiasaan baik itu ke lingkungan rumah, sekolah, dan pergaulan, sehingga karakter religius dan akhlak mulia terbentuk sejak dini. MTQH Pinang Kencana 2026 juga diposisikan sebagai ruang silaturahmi warga yang memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat.
Pembukaan dihadiri Kabag Kesra Yeni Haryantie, anggota DPRD, perwakilan Polsek, serta ketua RT dan RW. Lurah Al Imron menyebut agenda ini sebagai seleksi menuju MTQH tingkat kecamatan. Bazar makanan warga ikut memeriahkan.
Tema Agamis Didorong Jadi Pembinaan Berkelanjutan
MTQH tingkat kelurahan ini mengusung tema tentang khazanah berbudaya yang agamis dan SDM berkualitas menuju Tanjungpinang yang madani. Panitia menyiapkan cabang lomba yang menonjolkan kemampuan membaca, memahami, dan mengamalkan nilai Al-Qur’an serta Hadits. Melalui MTQH Pinang Kencana 2026, warga diajak melihat prestasi keagamaan sebagai kebanggaan bersama, bukan sekadar ajang menang-kalah. Di Masjid Al Kautsar, pembukaan diawali doa bersama dan pesan pembinaan kepada peserta setempat sejak awal.
Di arena lomba, dewan hakim menilai ketepatan tajwid, irama, adab, serta penguasaan materi sesuai cabang yang dipertandingkan. Peserta didorong tampil percaya diri, namun tetap menjaga etika dan saling menghormati, sehingga suasana masjid tetap khidmat. Orang tua dan pembina juga diminta mendampingi dengan cara yang positif, agar anak tidak tertekan saat tampil di depan publik. Panitia menata alur registrasi, jadwal tampil, dan ruang tunggu agar tidak terjadi kerumunan di dalam masjid.
Pemerintah kecamatan berharap kegiatan dua hari ini melahirkan bibit unggul yang siap mewakili kelurahan pada tingkat berikutnya. Selain itu, pembinaan selepas lomba dinilai penting, misalnya melalui kelas tilawah rutin, kelompok tahfiz, serta kegiatan remaja masjid. Dengan begitu, MTQH Pinang Kencana 2026 meninggalkan kebiasaan baik yang berlanjut sepanjang tahun. Lurah dan panitia juga mengajak warga menjadikan momen ini sebagai silaturahmi yang menenangkan untuk semua keluarga.
Saparilis menekankan pembinaan Al-Qur’an dan Hadits perlu berlanjut setelah panggung lomba selesai. Ia meminta para orang tua, guru ngaji, dan pengurus masjid memberi ruang latihan yang terjadwal agar bakat peserta tidak padam. Menurutnya, kebiasaan membaca dan memahami Al-Qur’an akan memperkuat disiplin, ketenangan, serta adab bermasyarakat. Ia juga mengingatkan peserta menjaga akhlak saat bersaing, karena nilai utama ada pada pembiasaan itu sendiri.
Baca juga : Jalan Cendrawasih Rusak Picu Warga Tambal Mandiri Lagi
Pemerintah kelurahan melihat MTQH sebagai bagian dari upaya membangun generasi Qur’ani yang siap berprestasi di tingkat kecamatan hingga kota. Karena itu, MTQH Pinang Kencana 2026 diharapkan menjadi titik awal pendataan pembina, kebutuhan sarana, dan pola pembinaan yang konsisten. Kelurahan juga mendorong kerja sama dengan remaja masjid untuk menggerakkan kegiatan positif di lingkungan masing-masing. Kabag Kesra dan unsur DPRD mendorong pembinaan berjenjang agar target prestasi lebih terukur setiap tahun.
Di sekitar lokasi, bazar makanan warga menambah semarak sekaligus membantu perputaran ekonomi kecil selama kegiatan berlangsung. Panitia mengimbau pedagang menjaga kebersihan, sementara jamaah diminta tetap tertib agar lalu lintas di halaman masjid lancar. Dengan dukungan tokoh agama, RT dan RW, serta aparat setempat, kegiatan ini diharapkan menjadi contoh acara keagamaan yang rapi, aman, dan menyatukan warga. Warga berharap tradisi ini rutin, sehingga anak-anak punya panggung positif di kampung mereka setiap tahun.






