Isra Mikraj LAM menjadi momentum penguatan ibadah saat Lembaga Adat Melayu Kepulauan Riau Kota Tanjungpinang menggelar peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 H. Kegiatan berlangsung khidmat di Balairung LAM Kepri Kota Tanjungpinang, Sabtu, 24 Januari 2026. Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang Zulhidayat hadir mewakili Wali Kota Lis Darmansyah.
Dalam sambutannya, Zulhidayat menilai peringatan ini penting untuk meneguhkan nilai spiritual dan moral dalam kehidupan kota. Ia mengingatkan pesan utama Isra Mikraj tentang salat sebagai fondasi membentuk pribadi berakhlak mulia. Ia mengajak warga menjaga disiplin ibadah di rumah dan ruang publik. Nilai itu, katanya, selaras dengan jati diri masyarakat Melayu yang religius.
Pemerintah kota juga menyampaikan apresiasi kepada LAM yang dinilai konsisten menjaga adat dan budaya Melayu sejalan dengan ajaran Islam. Ia menyebut sinergi pemerintah dan lembaga adat perlu diperkuat melalui kegiatan yang menyejukkan dan merangkul semua kalangan. Pada kesempatan yang sama, Isra Mikraj LAM diposisikan sebagai ruang silaturahmi dan refleksi bersama.
Tema Religius dan Pesan Salat Jadi Sorotan
Dalam Isra Mikraj LAM, panitia mengusung tema Meningkatkan Kualitas Ibadah untuk Tatanan Masyarakat yang Religius dan Berakhlak Mulia. Sejumlah unsur hadir, mulai dari pengurus LAM, tokoh adat, tokoh agama, hingga perwakilan lembaga seperti MUI dan FKUB. Hadir pula Ketua Pengadilan Negeri serta anggota DPRD, menandai dukungan lintas elemen terhadap ruang-ruang keagamaan di kota. Panitia menata balairung dengan nuansa Melayu, membuat suasana khidmat terasa hangat dan tertib.
Ketua Umum LAM Kepri Kota Tanjungpinang M. Juramadi Esram menyebut peringatan ini sebagai sarana refleksi sekaligus penguatan nilai adat dan keislaman. Ia berharap masyarakat meningkatkan kualitas ibadah dan akhlak, sehingga adat dan agama berjalan seiring membentuk kehidupan yang harmonis. Menurutnya, Isra Mikraj LAM bisa menjadi pengingat bahwa tradisi Melayu tumbuh bersama etika, tata krama, dan keteladanan. Ia menilai penguatan itu harus tampak dalam pelayanan, gotong royong, dan sikap menghormati.
Rangkaian acara diawali pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan sambutan, tausiyah, dan doa bersama. Tausiyah disampaikan KH. Syaikh Imron Effendi Hasibuan yang mengajak jemaah menjaga salat, memperbaiki akhlak, serta memperkuat keimanan dalam keseharian. Pesan-pesan itu juga ditekankan sebagai bekal menghadapi tantangan sosial, terutama di lingkungan keluarga dan pergaulan anak muda. Doa bersama dipanjatkan untuk keberkahan dan kemajuan kota, sekaligus memohon keteduhan agar persaudaraan warga tetap terjaga.
Zulhidayat menyampaikan apresiasi pemerintah kota kepada LAM karena dinilai konsisten menjaga nilai adat dan budaya Melayu yang selaras dengan ajaran Islam. Menurutnya, kolaborasi tersebut penting untuk membina kehidupan sosial, budaya, dan keagamaan warga secara berimbang. Ia mendorong kegiatan keagamaan di ruang publik tetap tertib, sejuk, dan menjangkau kelompok muda maupun orang tua, termasuk pembinaan remaja masjid, literasi keluarga, dan etika bermedia yang santun.
Baca juga : Kerja Sama Tanjungpinang India Diperkuat oleh Sekda
Ia menegaskan pesan Isra Mikraj tentang ibadah, terutama salat, perlu diterjemahkan menjadi kebiasaan yang memperbaiki akhlak sehari-hari. Pesan itu, katanya, tidak berhenti di mimbar, tetapi harus membentuk disiplin, kejujuran, dan kepedulian sosial. Melalui Isra Mikraj LAM, pemerintah berharap nilai religius dapat menguatkan harmoni, mencegah konflik, dan memperkuat rasa memiliki terhadap kota.
Sejumlah tokoh masyarakat menilai forum seperti ini menjadi ruang dialog yang aman ketika warga menghadapi isu sosial, dari kenakalan remaja hingga etika bermedia. Di tingkat keluarga, penguatan ibadah diharapkan menumbuhkan teladan dan komunikasi yang lebih lembut. LAM dan pemko juga didorong memperbanyak edukasi yang menyentuh praktik, misalnya gerakan salat berjemaah, kelas adab, pelatihan membaca Al-Qur’an, pendampingan remaja masjid, literasi digital santun, serta bakti sosial lingkungan. Dengan demikian, peringatan tahunan tidak hanya seremonial, tetapi memberi dampak yang terukur bagi warga, terutama pada pembinaan akhlak dan ketahanan keluarga.






