KKN UMRAH Pesisir resmi mengirim 315 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Gelombang I 2026 ke desa-desa di Kabupaten Bintan. Pelepasan berlangsung di Kampus Dompak pada Selasa, 20 Januari 2026, dipimpin Rektor Prof Agung Dhamar Syakti. Tema Harmonisasi Pesisir Berkelanjutan dipilih untuk menguatkan ekonomi warga dan menjaga ekosistem. Mahasiswa dijadwalkan mengabdi sekitar satu bulan di 16 lokasi.
Rektor menekankan peserta KKN tidak datang sebagai tamu kegiatan, melainkan sebagai katalisator yang menghadirkan solusi. Setiap tim diminta memulai dari pemetaan masalah dan menyusun program yang bisa dijalankan bersama perangkat desa, nelayan, dan UMKM. Pola kerja presisi diharapkan membuat intervensi tepat sasaran dan mudah dilanjutkan warga. UMRAH menyiapkan pendampingan LPPM Wahyudin serta dosen lapangan.
Kehadiran Staf Ahli Gubernur Kepri Sardison menegaskan dukungan pemerintah provinsi terhadap pengabdian di wilayah pesisir. Ia mendorong inovasi sederhana yang berdampak dan selaras dengan kebutuhan masyarakat setempat. UMRAH berharap pengabdian meninggalkan jejak program yang bisa diadopsi desa secara berkelanjutan di Kepri.
Fokus Digitalisasi UMKM dan Edukasi Pesisir
Sebanyak 16 titik pengabdian dipetakan di Bintan, dengan fokus berbeda sesuai karakter desa. Tim mahasiswa diarahkan membantu digitalisasi UMKM olahan laut, dari pencatatan biaya, standar kebersihan, pelatihan foto produk, hingga pemasaran daring lewat marketplace. Pendampingan ini ditujukan untuk menambah nilai jual hasil tangkapan dan memperluas pasar tanpa bergantung pada tengkulak. Mahasiswa juga mendorong pemuda setempat ikut mengelola akun promosi, katalog, serta layanan pesan singkat untuk menjawab pembeli.
Selain ekonomi, program menekankan literasi maritim dan edukasi kebencanaan untuk warga pesisir. Materi mencakup risiko cuaca ekstrem, abrasi, serta kenaikan muka air laut yang memengaruhi permukiman dan akses kerja nelayan. KKN UMRAH Pesisir menyiapkan kelas kecil, poster sederhana, dan praktik lapangan agar pesan lebih mudah diterapkan. Di beberapa lokasi, tim mengajak sekolah dan kelompok ibu membangun kebiasaan bersih pantai lewat aksi rutin setiap pekan.
Program lain menyasar restorasi pesisir dan pengelolaan limbah rumah tangga yang kerap terbawa ke laut. Tim mendorong pemilahan sampah, pembentukan bank sampah sederhana, serta aksi tanam mangrove di titik yang memungkinkan dan aman. KKN UMRAH Pesisir juga mendampingi perangkat desa memperkuat administrasi berbasis digital, termasuk arsip surat dan pembaruan data warga. Upaya lingkungan dan tata kelola ini diharapkan menjaga produktivitas pesisir, kesehatan kampung, dan kenyamanan wisata dalam jangka panjang.
UMRAH menilai keberhasilan KKN bukan pada banyaknya kegiatan, melainkan pada dampak yang dapat dirasakan warga setelah program selesai. Karena itu, setiap kelompok diminta menyusun rencana kerja singkat yang bisa diteruskan aparat desa dan komunitas lokal. KKN UMRAH Pesisir mendorong kolaborasi dengan BUMDes, karang taruna, serta kelompok perempuan agar hasil pengabdian menjadi gerakan bersama. Tim juga diminta menyiapkan modul ringkas dan contoh praktik yang mudah ditiru.
Baca juga : Angin Kencang Bintan Diprediksi Melanda Tiga Hari Ke Depan
Di tingkat daerah, perhatian pada kemandirian desa pesisir dinilai sejalan dengan upaya menekan kemiskinan ekstrem dan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga. Sardison menyampaikan harapan agar mahasiswa menghadirkan inovasi yang sederhana namun konsisten, misalnya pendampingan produksi olahan ikan yang higienis atau promosi wisata berbasis komunitas. Ia menilai program harus membaca potensi desa, sekaligus sensitif terhadap budaya dan kebiasaan setempat. Pemerintah daerah disebut siap membuka ruang sinergi bila kegiatan terbukti membantu warga melalui koordinasi lintas dinas dan perangkat daerah setempat.
Selama pelaksanaan, LPPM memantau capaian tim dan menyiapkan evaluasi berbasis data agar hambatan cepat ditangani. KKN UMRAH Pesisir diharapkan memperkuat budaya gotong royong dan menjadi jembatan dialog antara kampus dan masyarakat. Jika model ini berjalan baik, UMRAH membuka peluang memperluas lokasi pengabdian pada gelombang berikutnya di Kepulauan Riau. Kampus juga berencana merangkum praktik baik sebagai rujukan program desa.






