Siaga TRC BPBD Tanjungpinang diberlakukan BPBD Kota Tanjungpinang untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem. Hujan lebat disertai angin kencang berpotensi memicu pohon tumbang, atap rumah terangkat, dan gangguan aktivitas warga. Warga diminta lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, terutama ketika langit gelap dan hembusan angin menguat.
Kepala Pelaksana BPBD Tanjungpinang Muhammad Yamin menyampaikan tim reaksi cepat disiagakan agar laporan warga dapat ditangani segera. Personel dibagi dua shift untuk layanan 24 jam, sementara petugas on call siap bergerak bila kejadian muncul. Koordinasi dilakukan dengan kecamatan, kelurahan, dan unsur keamanan agar lokasi terdampak dipetakan. Prioritas meliputi evakuasi, pengamanan area, serta pembersihan material yang membahayakan pengguna jalan.
BPBD juga menyiapkan peralatan lapangan, termasuk gergaji mesin untuk mempercepat penanganan pohon tumbang yang menutup akses. Setiap laporan akan diverifikasi, lalu tim diturunkan sesuai tingkat urgensi dan kondisi cuaca terkini. Melalui Siaga TRC BPBD Tanjungpinang, penanganan darurat diharapkan lebih cepat sehingga risiko kerusakan meluas dapat ditekan.
Risiko Pohon Tumbang Dan Cuaca Buruk Di Perairan
Dampak cuaca ekstrem di daratan paling sering berupa pohon tumbang yang menghalangi jalan, merusak kabel, atau menimpa bangunan ringan, terutama saat hujan terjadi bersamaan dengan hembusan angin kencang. BPBD menilai titik rawan biasanya berada di koridor jalan yang dipenuhi pepohonan tua, kawasan permukiman padat, serta sekitar fasilitas umum seperti sekolah, pasar, halte. Karena itu, perangkat wilayah diminta memantau kondisi pohon, papan reklame, dan atap bangunan agar segera diperkuat sebelum cuaca memburuk, serta memastikan saluran air tidak tersumbat. Petugas juga mengingatkan warga tidak berteduh di bawah pohon besar dan menjauh dari baliho rapuh, karena patahan dahan dapat jatuh tanpa tanda ketika warga menunggu angkutan atau berbelanja di luar.
Di sisi lain, cuaca buruk di perairan sekitar Pulau Penyengat dan Dompak juga menjadi perhatian karena angin kencang dapat memicu gelombang tinggi dan puting beliung di laut, dan kondisi itu bisa terjadi mendadak, terutama pada jalur penyeberangan dan kawasan perairan yang terbuka. Aktivitas transportasi dan nelayan disarankan menyesuaikan jadwal, serta memeriksa kelayakan alat keselamatan sebelum berangkat. Jika muncul peringatan dini, warga diminta menghindari area terbuka di pesisir dan menunda perjalanan yang tidak mendesak. Langkah kesiapsiagaan ini diperkuat lewat Siaga TRC BPBD Tanjungpinang yang siaga menerima laporan kejadian darurat di darat maupun di perairan.
BPBD menyiapkan posko siaga dan mekanisme pelaporan cepat agar tim dapat bergerak tanpa menunggu instruksi berlapis, termasuk pembagian tugas lapangan dan titik koordinasi yang jelas, serta jadwal pemantauan cuaca internal. Untuk kejadian seperti pohon tumbang, petugas membawa perlengkapan pengamanan dan alat potong sehingga jalur bisa segera dibuka kembali, sambil mensterilkan area agar warga tidak melintas terlalu dekat, termasuk lampu peringatan dan tali pembatas.
Baca juga : Layanan Darurat Cuaca Pemko Tanjungpinang Siaga Pesisir
Warga diarahkan melapor melalui kanal resmi atau perangkat kelurahan, lengkap dengan lokasi dan foto bila memungkinkan, serta menghindari menyentuh kabel listrik yang terjatuh. Skema ini membuat Siaga TRC BPBD Tanjungpinang fokus pada respons awal, lalu berkoordinasi dengan OPD terkait untuk penanganan lanjutan dan pemulihan fasilitas. Selain kesiapsiagaan tim, masyarakat juga diminta melakukan langkah sederhana untuk mengurangi risiko, seperti memangkas dahan rapuh dan mengikat benda yang mudah terbang di teras dan halaman.
Pemilik rumah disarankan memeriksa talang, seng, dan rangka atap, sementara pengendara diminta menghindari berteduh di bawah pohon besar saat angin kencang, serta menepi di tempat aman jika jarak pandang menurun. BPBD mengingatkan agar warga menyimpan nomor darurat serta memantau informasi cuaca terbaru sebelum bepergian, terutama pada jam rawan hujan lebat. Dengan dukungan warga, Siaga TRC BPBD Tanjungpinang diharapkan menjaga Tanjungpinang tetap aman selama periode cuaca ekstrem.






