Cold Surge Tanjungpinang membuat sebagian warga merasa suhu lebih sejuk pada awal Januari 2026, dengan laporan suhu sempat turun hingga 24,2 derajat Celcius. Hembusan angin utara yang lebih kuat membuat sensasi dingin terasa lebih lama pada pagi dan malam, terutama di kawasan pesisir. Di sejumlah permukiman, warga mengaku lebih sering memakai jaket tipis saat beraktivitas di luar rumah.
BMKG menjelaskan cold surge adalah seruakan massa udara dingin dari daratan Asia yang bergerak ke selatan mengikuti pola monsun, lalu membawa uap air saat melintas di perairan. Dampaknya, cuaca dapat berubah cepat dari berawan ke hujan singkat dan angin kencang sesaat, meski suhu tersebut tidak tergolong ekstrem. Warga diminta rutin memantau prakiraan cuaca, menjaga daya tahan tubuh, dan mewaspadai risiko perjalanan laut maupun berkendara saat angin menguat.
Pada siang hari, udara bisa kembali hangat ketika matahari muncul. Namun saat awan menutup cepat, suhu turun lagi. Kondisi ini diperkirakan bertahan beberapa pekan.
Mengapa Angin Utara Membuat Udara Terasa Lebih Sejuk
Fenomena cold surge terjadi ketika tekanan udara di Asia meningkat, lalu mendorong angin kencang bergerak ke selatan melewati Laut Cina Selatan. Saat angin membawa udara yang lebih kering dan lebih dingin, kelembapan di permukaan berubah dan suhu terasa turun, apalagi jika langit berawan. Di Kepulauan Riau, aliran angin utara ini sering memperkuat gelombang dan membuat hujan muncul tiba-tiba di beberapa titik. Arus ini kerap menguat pada malam, sehingga pagi terasa lebih menggigit.
Efek sejuk saat Cold Surge Tanjungpinang bukan karena suhu jatuh drastis, melainkan karena kombinasi hembusan angin, kelembapan, dan minimnya pemanasan matahari. Ketika angin menabrak permukiman pesisir, tubuh kehilangan panas cepat sehingga warga merasakan dingin meski termometer berada di kisaran dua puluhan. Pada malam hingga dini hari, awan yang bergerak cepat dapat memicu gerimis singkat, lalu kembali berawan sehingga udara terasa lembap. Kondisi seperti ini membuat sebagian orang mudah masuk angin bila kurang istirahat.
BMKG menilai Cold Surge Tanjungpinang dapat muncul berulang pada periode monsun, sehingga pola cuaca cenderung fluktuatif dari hari ke hari. Warga yang beraktivitas di luar ruangan disarankan menyiapkan jas hujan ringan, pakaian berlapis, dan pelindung angin sederhana. Bila muncul peringatan dini, sebaiknya tunda perjalanan laut kecil dan hindari berteduh di bawah pohon saat petir terjadi.
Dinas terkait meminta warga meningkatkan kewaspadaan saat Cold Surge Tanjungpinang kembali terasa, terutama ketika angin utara bertiup kencang pada sore hingga malam. Nelayan dan pengguna transportasi laut kecil disarankan mengecek prakiraan angin dan gelombang sebelum berangkat, serta menyiapkan rute alternatif. Pengendara roda dua juga diimbau memakai pelindung angin dan memperlambat laju saat hujan tipis disertai hembusan kuat. Pekerja lapangan sebaiknya selalu membawa jas hujan ringan, sarung tangan, dan sepatu antiselip cadangan.
Baca juga : Cuaca Stabil Tanjungpinang, BMKG Ingatkan Warga Waspada
Di lingkungan rumah, langkah sederhana dapat dimulai dengan menutup rapat penampungan air agar tidak menjadi genangan di teras, sekaligus menjaga kebersihan saluran agar air hujan cepat mengalir. Ventilasi yang baik membantu mengurangi kelembapan berlebih yang membuat udara terasa pengap dan dingin pada malam. Untuk keluarga dengan anak dan lansia, pastikan asupan cairan cukup, tidur teratur, dan gunakan pakaian hangat ringan bila suhu turun. Periksa atap dan talang, lalu rapikan barang halaman yang mudah terbang saat angin kencang.
Masyarakat juga diminta mengenali tanda cuaca signifikan, seperti awan gelap cepat tumbuh, petir mulai terdengar, atau angin tiba-tiba berubah arah. Jika terjadi hujan lebat singkat, sebaiknya menepi dan menunggu reda daripada memaksakan perjalanan. Dengan kebiasaan memantau peringatan dini, Cold Surge Tanjungpinang dapat dihadapi tanpa kepanikan, sambil tetap menjaga aktivitas harian tetap aman.






