Persiapan Porprov Tanjungpinang sudah digerakkan sejak awal tahun setelah kota ini ditetapkan menjadi tuan rumah Porprov Kepri VI 2026. Pemerintah kota menyiapkan rangkaian kerja lintas perangkat daerah agar penyelenggaraan berjalan rapi dan tidak mengganggu layanan publik. Fokus awal diarahkan pada pemetaan kebutuhan acara utama serta kesiapan infrastruktur dasar.
Sekretaris Daerah Zulhidayat menyampaikan dukungan anggaran mulai disusun untuk kegiatan pembukaan, peluncuran maskot, jamuan penyambutan, hingga penutupan. Di saat yang sama, koordinasi dengan panitia dan pemangku kepentingan olahraga dilakukan agar kebutuhan atlet, ofisial, dan penonton bisa terlayani. Pemko berharap ajang ini membawa dampak ekonomi sekaligus memperkuat citra Tanjungpinang sebagai kota sport tourism.
Dispora ikut memacu persiapan teknis melalui rapat intensif untuk menyesuaikan cabang olahraga dengan venue yang tersedia. Sejumlah opsi lokasi dipetakan berdasarkan kapasitas, akses, dan kelayakan keselamatan. Warga juga diharapkan turut menjaga fasilitas umum karena banyak titik akan dipakai bergantian selama kompetisi berlangsung. Sosialisasi awal ke komunitas olahraga lokal mulai dilakukan.
Dispora Petakan Venue dan Kebutuhan Teknis Pertandingan
Rapat teknis yang digelar Dispora memetakan kebutuhan setiap cabang olahraga, mulai dari ukuran lapangan, ruang ganti, hingga area pemanasan. Petugas mengecek opsi venue milik pemerintah, sekolah, maupun fasilitas komunitas yang dinilai paling kompatibel. Penilaian juga mencakup akses ambulans, parkir, serta rute keluar masuk penonton untuk menghindari penumpukan. Pengukuran kapasitas dilakukan agar standar pertandingan terpenuhi, termasuk kebutuhan meja ofisial, perangkat skor, jalur atlet, serta ruang media sederhana.
Persiapan Porprov Tanjungpinang diarahkan agar venue tidak sekadar siap pakai, tetapi juga aman dan nyaman untuk atlet. Jika ada kekurangan pada pencahayaan, permukaan arena, atau tribun, perbaikan akan diprioritaskan sesuai risiko dan kebutuhan pertandingan. Panitia juga menyiapkan skema penggunaan bergilir, sehingga satu lokasi bisa dipakai beberapa cabor tanpa merusak jadwal. Koordinasi dengan pemilik fasilitas dilakukan untuk memastikan izin, jadwal, dan standar kebersihan terpenuhi di setiap titik venue.
Selain venue, pembahasan menyinggung target waktu pelaksanaan yang mengarah pada 9 September 2026, bertepatan dengan Hari Olahraga Nasional. Penetapan tanggal ini memberi ruang bagi kabupaten dan kota lain untuk menata seleksi atlet, pemusatan latihan, serta uji coba. Persiapan Porprov Tanjungpinang juga akan diselaraskan dengan kebutuhan promosi daerah, termasuk agenda peluncuran maskot dan rangkaian pembukaan. Dalam tahap ini, panitia menyiapkan rencana transportasi kontingen dan titik informasi bagi tamu.
Dukungan anggaran yang disiapkan pemko dipusatkan pada kebutuhan seremoni dan layanan penyelenggaraan, dari pembukaan hingga penutupan. Panitia juga menyiapkan agenda peluncuran maskot dan jamuan penyambutan untuk kontingen, sponsor, serta tamu provinsi dengan melibatkan pelaku UMKM setempat. Pengaturan ini bertujuan menjaga kesan profesional tanpa mengabaikan efisiensi belanja daerah. Kebutuhan relawan, media center, dan layanan kesehatan dasar juga masuk dalam perencanaan dengan standar pelayanan minimal.
Baca juga : Rakor DOD Kemenpora Bahas Penguatan Olahraga Daerah
Persiapan Porprov Tanjungpinang dinilai harus sejalan dengan penataan administrasi cabang olahraga agar tidak muncul sengketa kepesertaan. KONI provinsi mendorong kepastian waktu dan lokasi lebih awal agar KONI kabupaten dan kota bisa menyusun program pembinaan atlet. Dalam tahap ini, legalitas kepengurusan cabor dan kelengkapan surat keputusan menjadi perhatian untuk menjaga kualitas pertandingan. Koordinasi keamanan dan arus lalu lintas disiapkan, terutama di sekitar venue, akses parkir, serta titik penyeberangan pejalan kaki.
Porprov Kepri 2026 juga dipandang sebagai pemanasan menuju Porwil 2027 dan PON 2028, sehingga hasil pembinaan atlet menjadi target yang terukur. Pemerintah daerah mengajak klub, sekolah, dan komunitas olahraga memperbanyak try out serta kompetisi lokal sebagai jalur seleksi. Persiapan Porprov Tanjungpinang diharapkan menghadirkan ekosistem olahraga yang lebih kuat, bukan sekadar ramai selama event. Di sisi lain, warga diimbau ikut menjaga ketertiban, kebersihan, dan keramahan kota bagi para tamu.






