Waspada Rob Pesisir menjadi pesan Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah kepada warga yang tinggal di kawasan pantai dan dataran rendah. Ia meminta masyarakat memantau jam pasang, mengamankan barang, dan tidak menunggu genangan masuk ke rumah sebelum bertindak. Sejumlah titik akses lingkungan dan jalur aktivitas ekonomi dilaporkan mudah tergenang ketika air laut naik bersamaan dengan cuaca mendung dan angin.
Pemerintah kota menyebut banjir rob bersifat berulang dan bisa datang cepat, sehingga kesiapsiagaan perlu dibuat sebagai kebiasaan, bukan respons sesaat. Warga diminta menyiapkan jalur evakuasi kecil di lingkungan, menutup aliran balik dari selokan, dan menata ulang parkir kendaraan agar tidak terjebak air. Dalam imbauannya, Waspada Rob Pesisir juga ditujukan bagi pelaku usaha di kawasan pelantar agar mengatur jam operasional saat pasang maksimum.
BPBD bersama perangkat kelurahan diminta rutin memantau pesisir. Posko layanan disiagakan untuk laporan cepat bila air naik tiba-tiba. Pemerintah berharap langkah dini mengurangi kerugian, menjaga akses jalan, dan mencegah kepanikan.
BMKG dan BPBD Perkuat Mitigasi di Titik Rawan
Pemkot meminta warga mengikuti pembaruan informasi cuaca maritim, terutama saat gelombang dan angin memperkuat pasang. Di beberapa kawasan pelantar dan gang permukiman, genangan kerap naik bertahap lalu meluas ketika air laut menutup saluran pembuangan. Fase bulan tertentu dapat meningkatkan muka air laut maksimum dan jam kritis sering terjadi menjelang siang, sehingga puncak pasang perlu diantisipasi. Karena itu, Waspada Rob Pesisir ditekankan agar warga menyiapkan penghalang pintu sederhana dan menaikkan peralatan listrik dari lantai.
Tim Reaksi Cepat BPBD melakukan patroli di titik rawan untuk memetakan area yang akses jalannya cepat terputus. Laporan warga diterima melalui posko dan diteruskan ke petugas lapangan secara cepat. Petugas menyiapkan pompa penyedot untuk mengurangi genangan yang bertahan setelah air surut, sekaligus membantu pembersihan lumpur dan sampah. Di lingkungan padat, karung pasir dipasang untuk membatasi aliran ke halaman rumah, sementara papan titian disiapkan agar aktivitas warga tetap aman.
Pemerintah kota mengingatkan pelaku usaha menata barang dagangan dan mengatur jam bongkar muat agar tidak berhadapan dengan puncak pasang. Jika terjadi gangguan lalu lintas, warga diminta memilih rute alternatif dan tidak memaksakan kendaraan melintasi arus. Koordinasi RT dan kelurahan dipakai untuk menyebarkan informasi cepat, sehingga Waspada Rob Pesisir tidak berhenti sebagai imbauan, tetapi menjadi prosedur bersama di setiap lingkungan.
Pemkot meminta warga menyiapkan langkah pengamanan sebelum jam pasang, mulai dari memindahkan kendaraan ke tempat lebih tinggi hingga melindungi dokumen penting dalam wadah kedap air. Stop kontak rendah disarankan diputus sementara, lalu kabel ekstensi dijauhkan dari area basah untuk menekan risiko korsleting. Waspada Rob Pesisir juga berarti tidak membiarkan anak-anak bermain di genangan, karena permukaan licin dan lubang drainase sering tertutup air keruh.
Baca juga : Imbauan Rob Tanjungpinang Berlaku Hingga 9 Januari
BPBD menyiagakan layanan pengaduan agar warga bisa melapor bila akses jalan terputus, rumah terendam, atau membutuhkan bantuan evakuasi. Posko siaga dibuka 24 jam di titik layanan, dan informasi resmi disebar setiap hari melalui kanal pemerintah. Di lingkungan padat, warga diminta bergotong royong membersihkan sampah saluran setelah surut, karena sumbatan kecil membuat genangan bertahan lebih lama. Pelaku usaha disarankan menyiapkan palet kayu untuk stok barang dan memasang penahan pintu, sehingga kerugian dapat dikurangi saat air naik mendadak.
Petugas kesehatan juga mengingatkan warga menjaga kebersihan setelah rob, termasuk mencuci tangan dan membersihkan lantai dari lumpur untuk mencegah penyakit kulit. Jika ada luka terbuka, segera bersihkan dan periksa bila muncul demam atau bengkak. Pemerintah menilai disiplin kecil seperti ini membantu pemulihan lebih cepat, sekaligus menjaga aktivitas sekolah dan layanan publik tetap berjalan normal di kawasan pesisir yang padat aktivitas harian.






