PHBS Tangkal Superflu, Dinkes Tanjungpinang Imbau Warga

PHBS Tangkal Superflu menjadi pesan utama Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang saat mengingatkan warga menghadapi isu flu yang ramai dibahas. Kepala Dinkes Rustam menegaskan belum ada temuan kasus di kota ini, namun kewaspadaan tetap perlu dijaga bersama. Ia meminta masyarakat tidak panik, tetapi disiplin memperkuat kebiasaan bersih yang sering diabaikan.

Menurut Dinkes, pencegahan paling efektif dimulai dari rumah, sekolah, dan tempat kerja melalui kebiasaan harian yang konsisten. Warga diminta memperbaiki pola makan bergizi, cukup istirahat, dan rutin bergerak agar daya tahan tubuh tidak mudah turun. Jika merasa kurang sehat, batasi kontak dekat dan terapkan etika batuk serta bersin untuk melindungi orang sekitar.

Dinkes menekankan pentingnya memantau kondisi anak-anak dan lansia yang rentan mengalami komplikasi saat terserang infeksi pernapasan. Fasilitas layanan kesehatan diminta siaga menerima kunjungan warga yang mengalami gejala berat, terutama ketika demam tidak turun atau muncul sesak napas. Langkah antisipasi ini diharapkan menjaga aktivitas warga tetap berjalan tanpa mengabaikan keselamatan.

Langkah PHBS di Rumah dan Ruang Publik

Di tingkat keluarga, PHBS Tangkal Superflu diterapkan lewat langkah sederhana yang bisa diukur setiap hari. Cuci tangan memakai sabun setelah dari luar rumah, sebelum makan, dan setelah batuk atau bersin. Kebiasaan membersihkan permukaan yang sering disentuh, seperti gagang pintu dan ponsel, membantu menekan risiko penularan. Sediakan tisu dan tempat sampah tertutup, lalu biasakan mencuci tangan kembali setelah membuangnya, terutama usai beraktivitas di dapur dan kamar.

Dinkes menyarankan menjaga ventilasi ruangan dan tidak merokok di dalam rumah agar saluran napas lebih terlindungi. Saat berada di kerumunan, gunakan masker bila sedang batuk pilek, dan usahakan menjaga jarak bila memungkinkan. Orang tua diminta mengingatkan anak untuk tidak saling berbagi botol minum, alat makan, atau handuk di sekolah maupun tempat bermain. Biasakan membawa hand sanitizer sebagai pelengkap, terutama ketika akses air bersih sedang terbatas.

Untuk pekerja dan pelaku usaha, PHBS Tangkal Superflu dapat diperkuat dengan budaya kerja yang mendukung pemulihan. Jika karyawan demam, perusahaan disarankan memberi ruang istirahat atau izin sakit agar penularan tidak meluas. Pola makan seimbang, tidur cukup, dan olahraga ringan tiga kali sepekan menjadi fondasi agar tubuh tidak mudah drop saat cuaca berubah. Pelayanan publik juga diminta menyiapkan antrean rapi dan area tunggu yang tidak terlalu padat, terutama pada jam sibuk.

Di tingkat nasional, Kementerian Kesehatan menyebut istilah superflu merujuk pada influenza A H3N2 subclade tertentu yang penularannya mirip flu musiman. Jumlah laporan kasus di berbagai daerah menjadi pengingat agar daerah memperkuat kewaspadaan tanpa menimbulkan kepanikan. Karena itu, Dinkes menilai PHBS Tangkal Superflu tetap relevan sebagai benteng utama sebelum seseorang membutuhkan perawatan. Pemerintah menegaskan kondisi ini berbeda dari COVID-19, namun tetap perlu diantisipasi dengan kebiasaan sehat saat cuaca berubah dan mobilitas meningkat.

Baca juga : Rustam Ajak Kembangkan Sekolah Siaga Kependudukan

Rustam mengingatkan warga segera memeriksakan diri bila demam tidak turun dalam tiga hari, muncul nyeri berat, atau disertai sesak napas. Petugas puskesmas dan rumah sakit diminta mengikuti alur skrining agar pasien bergejala mendapat penanganan cepat. Selain pengobatan, PHBS Tangkal Superflu ditekankan untuk memutus rantai penularan di lingkungan padat. Warga yang sakit disarankan beristirahat di rumah dan menunda aktivitas yang berisiko menularkan ke orang lain.

Pemantauan rutin dilakukan melalui laporan fasilitas kesehatan dan edukasi berkelanjutan ke masyarakat. Warga diminta menghindari konsumsi obat sembarangan dan mengikuti anjuran tenaga kesehatan, terutama bagi kelompok rentan. Dengan disiplin PHBS setiap hari, pemerintah berharap kasus infeksi pernapasan dapat ditekan dan aktivitas kota tetap aman. Bila perlu, konsultasikan vaksin flu dan riwayat penyakit dengan tenaga kesehatan di fasilitas terdekat dan perhatikan jadwal imunisasi anak sesuai usia.

Related Posts

Oase Literasi Tepi Laut Hidupkan Kata Halaman Tanjungpinang

Oase Literasi Tepi Laut kembali terasa di kawasan Tepi Laut, Tanjungpinang, saat komunitas Kata Halaman membuka lapak baca setiap akhir pekan. Di tepi promenade yang biasanya ramai untuk berjalan sore,…

Gelombang Tinggi Kepri Diprediksi Hingga Maret 2026

Gelombang Tinggi Kepri kembali menjadi perhatian setelah BMKG mengingatkan potensi cuaca ekstrem di perairan Kepulauan Riau dapat berlanjut hingga akhir Maret 2026. Nelayan, operator kapal cepat, dan penumpang diminta meningkatkan…

You Missed

Oase Literasi Tepi Laut Hidupkan Kata Halaman Tanjungpinang

Oase Literasi Tepi Laut Hidupkan Kata Halaman Tanjungpinang

Gelombang Tinggi Kepri Diprediksi Hingga Maret 2026

Gelombang Tinggi Kepri Diprediksi Hingga Maret 2026

Waspada Rob Pesisir Tanjungpinang, Wali Kota Imbau Siagate

Waspada Rob Pesisir Tanjungpinang, Wali Kota Imbau Siagate

PHBS Tangkal Superflu, Dinkes Tanjungpinang Imbau Warga

PHBS Tangkal Superflu, Dinkes Tanjungpinang Imbau Warga

Belanja Skincare Tanjungpinang Turun, Tren 2024 Disorot

Belanja Skincare Tanjungpinang Turun, Tren 2024 Disorot

Pemanggilan Saksi WhatsApp Disorot, Sidang Ditunda

Pemanggilan Saksi WhatsApp Disorot, Sidang Ditunda