Banjir Rob Tanjungpinang kembali merendam pesisir kota pada pekan ini, dengan ketinggian pasang yang dilaporkan mencapai sekitar dua meter di sejumlah titik rawan. Petugas cuaca setempat menilai puncak pasang cenderung terjadi menjelang tengah hari, sehingga warga diminta menyiapkan antisipasi sejak pagi. Genangan terlihat di jalur permukiman, pelantar, dan akses ekonomi yang berada di dataran rendah dekat bibir laut. Sejumlah pedagang memilih menutup lapak lebih awal ketika air mulai naik dan arus pejalan kaki melambat.
Di beberapa kelurahan sekitar Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang Barat, dan Bukit Bestari, air pasang disebut cepat memasuki halaman rumah dan gang sempit. Warga diminta mengamankan barang, memeriksa instalasi listrik, serta menyiapkan rute alternatif bila jalan terputus sementara. Banjir Rob Tanjungpinang juga mendorong keluarga yang tinggal di pesisir untuk menyiapkan tas darurat berisi dokumen penting dan obat harian. Pemerintah setempat mengingatkan agar pembaruan prakiraan dipantau melalui kanal resmi supaya respons lapangan lebih cepat dalam beberapa hari ke depan.
Puncak Pasang dan Titik Rawan Pesisir
Pusat pengamatan kelautan memetakan pasang maksimum biasanya muncul pada rentang pukul 11 hingga 13 WIB, saat muka air laut berada di titik tertinggi harian. Kondisi ini kerap diperkuat oleh fase pasang bulanan dan angin permukaan yang mendorong air ke daratan. Karena itu, warga diminta mengatur aktivitas luar ruang, terutama bagi lansia dan anak-anak, agar tidak terjebak genangan. Pelaku usaha disarankan menaikkan barang dagangan dan menyiapkan palet kayu untuk mencegah kerusakan.
Di lapangan, Banjir Rob Tanjungpinang dilaporkan paling mengganggu kawasan pelantar dan jalan sempit yang menjadi akses belanja harian. Beberapa titik di sekitar Sei Jang dan Tanjung Unggat disebut mengalami genangan lebih cepat karena kontur tanah rendah dan drainase yang terbatas. Pada jam padat, kendaraan roda dua sering harus memutar karena air menutup permukaan jalan dan membuat licin. Di Pelantar 2, aktivitas transaksi sempat berhenti ketika air merambat ke depan ruko.
Petugas kelurahan bersama warga setempat menyiapkan karung pasir dan papan titian untuk menjaga akses rumah tetap terbuka. Langkah serupa dilakukan saat Banjir Rob Tanjungpinang masuk ke halaman, dengan memindahkan peralatan listrik ke tempat lebih tinggi dan menutup lubang ventilasi bawah. Warga yang tinggal dekat pertokoan juga diminta mengecek saluran pembuangan agar sampah tidak menyumbat dan memperparah limpasan di siang hari.
Warga pesisir disarankan menyiapkan daftar kontak darurat, termasuk RT, petugas kelurahan, dan layanan kesehatan terdekat, untuk mempercepat bantuan bila genangan naik mendadak. Di rumah, pastikan stop kontak rendah diputus sementara dan kabel ekstensi tidak terendam, agar risiko korsleting bisa ditekan. Jika air masuk, gunakan alas kaki antiselip dan hindari berjalan di area yang tidak terlihat karena lubang drainase bisa tertutup. Sekolah dan kantor di zona pesisir bisa menyesuaikan jam masuk saat peringatan pasang tinggi diumumkan.
Baca juga : Banjir Rob Tanjungpinang Kembali Rendam Pesisir Kota
Untuk mencegah kerugian berulang, keluarga yang terdampak Banjir Rob Tanjungpinang dapat membuat penanda batas air di dinding luar sebagai acuan memindahkan barang sebelum puncak pasang. Penyimpanan dokumen penting sebaiknya memakai wadah kedap air, sementara kendaraan diparkir di titik lebih tinggi sejak pagi. Bagi pelaku usaha, penutup pintu tambahan dan papan pengganjal dapat membantu mengurangi aliran air ke dalam ruko. Stok air bersih dan senter disiapkan, terutama jika listrik harus dimatikan sementara.
Koordinasi penanganan juga ditingkatkan melalui pemantauan lapangan dan penyampaian informasi melalui kanal resmi, sehingga warga menerima jadwal pasang dan peringatan lebih cepat. Petugas kebersihan diminta memperbanyak pembersihan sampah di saluran, karena penyumbatan kecil dapat membuat genangan bertahan lebih lama. Masyarakat diminta melaporkan titik rawan baru agar perbaikan drainase dan penataan kawasan pesisir bisa diprioritaskan.







