
Rute Speedboat Dialihkan pada lintasan Tanjunguban–Telagapunggur, Jumat siang, setelah angin dan ombak menguat di jalur pelayaran. Petugas pelabuhan menyampaikan pengalihan dilakukan demi keselamatan penumpang yang menyeberang dari Bintan ke Batam. Sejak sekitar pukul 11.00 WIB, kondisi perairan luar dinilai tidak aman untuk dilalui. Laporan nakhoda menyebut gelombang di depan Perairan Kabil meningkat dan membuat jalur luar berisiko bagi kapal kecil.
Pelayaran yang biasanya ditempuh 15–20 menit menjadi sekitar 30 menit karena kapal diarahkan melewati jalur dalam via Perairan Pulau Ngenang. Tambahan waktu perjalanan sekitar 10–15 menit. Sejumlah penumpang mengaku menerima perubahan waktu tempuh itu asalkan perjalanan tetap nyaman dan terkendali. Rute Speedboat Dialihkan juga membuat petugas memperketat pengaturan antrean di dermaga agar tidak terjadi penumpukan.
Di pelabuhan, petugas menyiagakan bantuan bagi lansia dan memastikan jumlah penumpang sesuai kapasitas kapal. Operator diminta memeriksa kelengkapan keselamatan sebelum berangkat, termasuk jaket pelampung dan kondisi mesin. Pengawasan diperkuat sambil menunggu cuaca kembali stabil sepenuhnya.
Jalur Dalam Via Pulau Ngenang Dipilih Demi Keselamatan
Pengalihan dilakukan setelah petugas menerima laporan kondisi gelombang dan angin meningkat di jalur luar, khususnya di jalur depan Kabil yang terbuka. Dalam skenario ini, Rute Speedboat Dialihkan ke jalur dalam melalui Perairan Pulau Ngenang agar kapal mendapat perairan yang lebih terlindung. Keputusan biasanya diambil cepat karena karakter speedboat lebih sensitif terhadap perubahan cuaca dibanding kapal besar. Pada pagi hari, pelayaran sempat normal sebelum cuaca berubah menjelang siang dan petugas mulai memberi imbauan keselamatan.
Sebelum berangkat, awak kapal diminta memastikan penumpang memakai jaket pelampung dan menempatkan barang bawaan dengan aman. Petugas juga mengecek jumlah penumpang sesuai kapasitas untuk mencegah kelebihan muatan saat ombak tidak bersahabat. Di ruang tunggu, penumpang diarahkan menanti giliran naik dengan tertib agar proses sandar dan lepas sandar tidak terganggu. Untuk lansia, petugas mendampingi saat naik tangga dermaga agar tidak terpeleset serta menyiapkan kursi prioritas di area tunggu.
Pengalihan jalur membuat waktu tempuh bertambah, namun jalur dalam dinilai mengurangi hentakan gelombang sehingga perjalanan lebih nyaman. Operator diimbau menyampaikan informasi perubahan rute dan estimasi tiba sejak awal agar penumpang bisa menyesuaikan jadwal lanjutan. Jika cuaca memburuk, keberangkatan dapat ditunda demi keselamatan. Dengan pola seperti ini, Rute Speedboat Dialihkan menjadi langkah mitigasi agar mobilitas antarpulau tetap aman bagi semua penumpang.
Pengelola pelabuhan mengimbau penumpang memantau kondisi cuaca sebelum berangkat dan datang lebih awal untuk menghindari kepanikan saat jadwal berubah. Penumpang diminta membawa perlengkapan dasar, seperti jas hujan tipis dan kantong pelindung barang, karena hujan dapat turun tiba-tiba. Saat naik, penumpang disarankan memilih duduk yang aman, tidak berdiri di pintu, dan mengikuti instruksi awak kapal. Bagi yang mudah mabuk laut, obat anti-mabuk sebaiknya disiapkan sebelum menyeberang.
Baca juga : Waspada Rob Supermoon Ancam Pesisir Bintan Tanjungpinang
Petugas menekankan pemeriksaan manifest dan kapasitas tetap menjadi prioritas di ruang tunggu dan di atas kapal ketika gelombang meningkat. Pada kondisi tertentu, Rute Speedboat Dialihkan hanya jika jalur dalam masih memungkinkan dan visibilitas cukup untuk navigasi. Awak kapal juga melakukan pengecekan mesin, radio komunikasi, serta memastikan alat keselamatan tersedia dan mudah dijangkau. Jika situasi memburuk, penumpang diminta menerima penundaan karena keputusan akhir berada pada pertimbangan keselamatan.
Di dermaga, arus penumpang diatur dengan barikade sederhana agar proses naik turun tertib. Operator diimbau memberikan pengumuman yang jelas melalui pengeras suara dan papan informasi, termasuk estimasi waktu tempuh terbaru dan alasan pengalihan, sehingga penumpang dapat mengatur jadwal lanjutan di Batam maupun Bintan. Penumpang yang membawa anak kecil diminta tetap mendampingi dan tidak melepas pegangan saat kapal merapat. Koordinasi lintas petugas dilakukan di sepanjang hari hingga cuaca kembali kondusif.






