Fasilitas Olahraga Tanjungpinang Masih Minim, Atlet Soroti

Fasilitas Olahraga Tanjungpinang kembali disorot menjelang kalender kompetisi 2026 di Kepulauan Riau, ketika atlet dan pelatih menilai sarana latihan belum sebanding dengan frekuensi event. Sejumlah cabang olahraga mengaku kerap meminjam lapangan sekolah atau fasilitas swasta dengan jam terbatas. Kondisi ini membuat jadwal latihan tidak stabil dan biaya operasional klub meningkat.

Keluhan paling sering muncul pada ketersediaan gelanggang tertutup, lintasan yang layak, serta ruang ganti dan pencahayaan yang memadai. Di beberapa venue, fasilitas dasar seperti papan skor, ruang medis, gudang peralatan, dan toilet masih terbatas. Para atlet menilai standar yang tidak merata berpengaruh pada teknik, kebugaran, dan performa saat bertanding di luar daerah.

Pemkot Tanjungpinang menyatakan evaluasi kebutuhan sarana terus dilakukan seiring pembenahan layanan kepemudaan dan olahraga. Pemerintah juga mendorong partisipasi komunitas untuk menjaga fasilitas yang sudah ada, termasuk lapangan lingkungan, dan memastikan jadwal pemakaian lebih jelas bagi semua klub. Dengan begitu, Fasilitas Olahraga Tanjungpinang diharapkan mendukung pembinaan atlet sepanjang tahun secara konsisten.

Atlet Minta Venue Terstandar dan Aman

Pelatih dari beberapa cabang menilai keterbatasan venue membuat program latihan sulit naik kelas, terutama untuk nomor indoor dan pertandingan berformat liga, serta berdampak pada agenda sparing antar klub di tingkat kota ini. Mereka menyebut peralatan sering berpindah tempat karena ruang penyimpanan minim, mulai dari matras, net, hingga alat ukur, sehingga risiko kerusakan meningkat. Saat ada kegiatan besar, sesi latihan kerap dipangkas dan atlet harus menyesuaikan intensitas secara mendadak, termasuk berpindah ke lokasi berbeda pada jam malam.

Masalah lain muncul pada standar keselamatan, seperti permukaan lapangan yang tidak seragam, lantai licin, pencahayaan yang redup, hingga drainase yang kurang baik saat hujan. Kondisi itu dinilai bisa memicu cedera dan menurunkan kualitas teknik dasar, karena uji coba lapangan sebelum pertandingan sering tidak cukup. Karena itu, Fasilitas Olahraga Tanjungpinang diminta memiliki standar minimum, mulai dari garis lapangan, ruang pemanasan, tribun, hingga akses bagi ambulans dan petugas medis.

Komunitas olahraga juga mendorong pemetaan kebutuhan per cabang melalui audit fasilitas dan pendataan jam pakai agar investasi sarana lebih tepat sasaran. Mereka mengusulkan sistem pemesanan yang transparan lewat aplikasi sederhana, sehingga jadwal latihan, event, dan pemeliharaan tidak saling bertabrakan. Jika standar dipenuhi, Fasilitas Olahraga Tanjungpinang diyakini dapat menarik turnamen antarkota, meningkatkan okupansi hotel, serta menggerakkan kuliner dan transportasi lokal.

Pemerintah kota menyebut pembenahan sarana akan dilakukan bertahap melalui penataan prioritas pada triwulan awal 2026, termasuk perbaikan venue yang paling sering dipakai untuk kejuaraan di berbagai kecamatan kota. Sejumlah opsi yang dibahas meliputi peningkatan penerangan, perbaikan lantai, pengadaan alat keselamatan, serta penambahan ruang ganti dan ruang medis sesuai standar layanan. Skema kerja sama dengan pihak swasta juga dibuka untuk memperluas akses latihan tanpa membebani anggaran sekaligus, disertai pengaturan jam sewa yang adil.

Baca juga : Cek Kesehatan Atlet Jelang POPNAS 2025 DKI

Di saat yang sama, wacana pembangunan gelanggang olahraga baru di kawasan Senggarang kembali menjadi perhatian karena dinilai bisa menampung multi cabang, kegiatan sekolah, dan komunitas dengan lahan parkir memadai. Pemkot mendorong penyusunan kebijakan olahraga berkelanjutan agar pembinaan, event, dan pemeliharaan fasilitas berjalan searah melalui indikator kinerja yang jelas. Lewat forum koordinasi, klub dan pengurus cabang diharapkan menyampaikan kebutuhan peralatan, jadwal latihan, peta pelatih, dan rencana event tahunan.

Pemerintah menegaskan evaluasi tidak hanya soal bangunan, tetapi juga manajemen pemakaian, tarif sewa, petugas keamanan, dan jadwal perawatan agar venue tidak cepat rusak. Mekanisme pengawasan akan diperkuat dengan pencatatan aset dan laporan kondisi berkala, termasuk pengelolaan sampah dan pelibatan relawan kebersihan saat event. Dengan perbaikan ini, Fasilitas Olahraga Tanjungpinang diharapkan mampu mendukung prestasi atlet serta memberi ruang olahraga rekreasi yang aman bagi warga.

Related Posts

Jalan Cendrawasih Rusak Picu Warga Tambal Mandiri Lagi

Jalan Cendrawasih Rusak kembali dikeluhkan warga di Tanjungpinang Timur karena lubang hampir sepanjang ruas memaksa pengendara melambat. Risiko tinggi muncul pada malam hari saat penerangan kurang, sehingga lubang sulit terlihat…

Realisasi Belanja Tanjungpinang Capai 69,5% Di 2025

Realisasi Belanja Tanjungpinang hingga akhir 2025 tercatat 69,5% kumulatif dari pagu APBD 2025. Dari anggaran Rp1.036,06 miliar, belanja yang terserap mencapai Rp720,11 miliar, yang dilaporkan pada awal Januari 2026, menyisakan…

You Missed

Jalan Cendrawasih Rusak Picu Warga Tambal Mandiri Lagi

Jalan Cendrawasih Rusak Picu Warga Tambal Mandiri Lagi

Fasilitas Olahraga Tanjungpinang Masih Minim, Atlet Soroti

Fasilitas Olahraga Tanjungpinang Masih Minim, Atlet Soroti

Realisasi Belanja Tanjungpinang Capai 69,5% Di 2025

Realisasi Belanja Tanjungpinang Capai 69,5% Di 2025

Smart Ring atau Smartwatch: Mana yang Lebih Akurat untuk Kesehatan?

Smart Ring atau Smartwatch: Mana yang Lebih Akurat untuk Kesehatan?

Deadline Perpanjangan Izin Tinggal WNA Mulai 13 Juli

Deadline Perpanjangan Izin Tinggal WNA Mulai 13 Juli

Waspada Rob Supermoon Ancam Pesisir Bintan Tanjungpinang

Waspada Rob Supermoon Ancam Pesisir Bintan Tanjungpinang