
Solusi Hijau Kekeringan mulai disorot sebagai langkah adaptasi saat musim kemarau memanjang di Tanjungpinang. Sejumlah pihak menilai pendekatan berbasis alam lebih mudah diterapkan warga karena bisa dimulai dari rumah dan lingkungan terdekat. Upaya ini diarahkan untuk menjaga pasokan air tetap tersedia tanpa bergantung pada langkah darurat semata.
Di lapangan, perhatian tertuju pada cara menambah cadangan air dan memperbesar daya serap tanah ketika hujan datang. Solusi Hijau Kekeringan menggabungkan perubahan kebiasaan, perbaikan infrastruktur sederhana, dan perawatan ruang hijau di permukiman. Edukasi dinilai penting agar warga paham prioritas penggunaan air dan siap menghadapi kemarau berikutnya.
Sejumlah RW mulai mendorong warga memetakan sumber air terdekat, termasuk sumur bor, tandon komunal, dan titik distribusi bila terjadi pengetatan. Langkah ini diikuti pembahasan jadwal penyiraman tanaman dan pembersihan drainase agar air hujan tidak cepat hilang. Dengan persiapan yang lebih rapi, respons saat terjadi kekeringan bisa lebih tenang dan terukur tanpa mengganggu aktivitas sekolah dan layanan publik.
Pemanenan Air Hujan dan Biopori di Permukiman
Program pemanenan air hujan menjadi opsi yang cepat dipahami karena prinsipnya menampung air saat curah hujan masih tinggi. Warga dapat memakai talang, toren, atau tandon sederhana, lalu memanfaatkannya untuk menyiram tanaman, mencuci halaman, hingga kebutuhan nonkonsumsi. Dengan cara ini, Solusi Hijau Kekeringan membantu menekan penggunaan air sumur ketika debit mulai turun.
Langkah lain yang kerap disarankan adalah lubang biopori dan sumur resapan untuk memperbanyak infiltrasi ke dalam tanah. Biopori dibuat di pekarangan, area fasilitas umum, atau tepi drainase, lalu diisi sampah organik agar pori tanah tetap terbuka. Ketika hujan turun, air lebih banyak meresap dan tersimpan sebagai cadangan, sementara genangan di permukaan bisa berkurang.
Pengelola lingkungan juga diingatkan menjaga kebersihan saluran agar air hujan tidak langsung terbuang ke laut, sekaligus tidak membawa sampah menyumbat parit. Titik penampungan sebaiknya diberi penutup, disaring, dan dibersihkan berkala supaya kualitas air tidak cepat menurun serta tidak menjadi sarang jentik. Warga bisa menandai lokasi biopori di sekitar rumah agar tidak tertutup semen saat perbaikan halaman dan tetap mudah dirawat. Jika dikerjakan merata di tingkat RT, penampungan dan resapan dinilai memberi dampak yang terasa pada musim kering dengan pendampingan kader lingkungan dan jadwal kerja bakti bulanan serta pemantauan sederhana oleh pengurus setempat pada setiap musim hujan.
Di sisi hulu, perlindungan mata air dan kawasan resapan perlu berjalan paralel dengan upaya di permukiman. Penanaman vegetasi, perawatan sempadan, dan pembatasan aktivitas yang merusak tanah dapat menjaga aliran air lebih stabil saat kemarau. Solusi Hijau Kekeringan juga mencakup pemulihan ruang hijau kota agar suhu turun dan penguapan tidak terlalu cepat.
Baca juga : Kejahatan Anak Tanjungpinang Naik Tajam Sepanjang 2025
Pada level rumah tangga, kebiasaan hemat air dianggap sebagai kunci yang sering diabaikan saat stok masih terlihat aman. Warga dianjurkan memperbaiki kebocoran pipa, menggunakan ulang air bekas cucian untuk menyiram, dan menyesuaikan jadwal pemakaian air pada jam tertentu. Jika dilakukan bersama, Solusi Hijau Kekeringan dinilai mampu menahan laju penurunan cadangan air dan mengurangi kebutuhan distribusi darurat.
Selain itu, pengelolaan sampah organik dan penanaman pohon peneduh di halaman dapat membantu menjaga kelembapan tanah. Kawasan sekolah, rumah ibadah, dan kantor kelurahan dapat dijadikan contoh dengan memasang tandon, membuat biopori, serta memasang papan imbauan hemat air tanpa memicu kepanikan. Pemerintah diharapkan menyiapkan data lokasi rawan, nomor layanan pengaduan, dan jadwal bantuan air bersih, sehingga warga tahu harus menghubungi siapa ketika pasokan menipis. Koordinasi dengan RT dan relawan setempat dapat mempercepat pendataan, sehingga distribusi tidak menumpuk di satu titik dan prioritas diberikan bagi balita, lansia, serta warga sakit di musim kemarau yang panjang.






