Wisman Swiss Tanjungpinang Pulang Via Sri Bintan Pura

Wisman Swiss Tanjungpinang menutup liburan akhir tahun dengan kepulangan melalui Pelabuhan Sri Bintan Pura, Rabu, 31 Desember 2025. Wakil Wali Kota Raja Ariza hadir melepas satu keluarga wisatawan asal Swiss yang bersiap menyeberang ke Singapura menggunakan kapal Sindo Ferry. Momen itu menjadi penutup rangkaian kunjungan mereka setelah menjelajahi beberapa titik wisata di kota tersebut.

Prosesi pelepasan berlangsung hangat dengan sentuhan budaya Melayu, mulai dari pemasangan tanjak hingga penyerahan cendera mata dari pemerintah kota. Raja Ariza menyampaikan apresiasi atas pilihan wisatawan berlibur di Tanjungpinang dan berharap pengalaman mereka berjalan nyaman. Ia menegaskan pelayanan wisata perlu terus ditingkatkan agar kunjungan berikutnya semakin berkualitas.

Dalam kesempatan itu, Raja Ariza mengajak wisatawan bercerita tentang kesan perjalanan, termasuk kuliner, belanja, dan oleh-oleh khas daerah. Pemko menilai interaksi langsung di pelabuhan penting untuk menangkap masukan yang bisa diteruskan ke pengelola destinasi. Langkah ini memperkuat citra kota sebagai pintu masuk wisata bahari dan budaya di Kepulauan Riau.

Pelepasan di Pelabuhan dan Pesan Kembali Berkunjung

Raja Ariza menilai pelepasan wisatawan di pelabuhan bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari strategi pelayanan pariwisata yang lebih ramah. Dalam prosesi itu, Wisman Swiss Tanjungpinang menerima tanjak sebagai simbol penghormatan, sekaligus pengingat akan identitas budaya setempat. Pemerintah kota juga menyerahkan cendera mata agar pengalaman perjalanan memiliki kenangan yang dapat diceritakan kembali di negara asal. Di ruang tunggu, petugas memberi arahan singkat agar proses keberangkatan tetap tertib, aman, dan jelas bagi penumpang.

Menurut Pemko, jalur Tanjungpinang–Singapura melalui Sri Bintan Pura menjadi akses favorit bagi wisatawan karena waktu tempuh yang relatif singkat dan koneksi transportasi yang mudah. Karena itu, kesiapan pelabuhan, informasi rute, dan kenyamanan ruang tunggu dinilai berpengaruh terhadap persepsi wisata. Pemantauan layanan, termasuk ketepatan jadwal kapal dan ketertiban antrean, disebut perlu dijaga terutama pada periode libur panjang. Petugas juga menyiapkan koordinasi cepat jika cuaca memengaruhi jadwal kapal.

Raja Ariza mengajak wisatawan untuk kembali berkunjung pada kesempatan berikutnya, baik bersama keluarga maupun rekan. Ia menekankan Tanjungpinang memiliki pilihan wisata yang beragam, mulai dari sejarah, kawasan pesisir, hingga agenda budaya yang rutin digelar. Ia berharap Wisman Swiss Tanjungpinang kembali pada musim libur berikutnya dan mencoba rute wisata berbeda. Dengan dukungan promosi yang konsisten, pemerintah berharap pengalaman positif wisatawan mendorong kunjungan ulang.

Data kunjungan menjadi salah satu indikator yang terus dicermati pemerintah daerah untuk menyusun arah pembenahan sektor wisata. Dalam rilis yang dikutip Pemko, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Tanjungpinang pada periode Januari hingga Oktober 2025 tercatat 53.350 orang. Pada periode yang sama, kunjungan wisatawan nusantara mencapai 639.124 orang, menunjukkan aktivitas wisata domestik masih menjadi penopang utama. Angka tersebut dipakai sebagai dasar promosi, penataan event, dan pembenahan destinasi.

Baca juga : Keberangkatan Kapal Ditunda Saat Cuaca Ekstrem Nataru

Pemerintah kota menilai momentum akhir tahun dapat dimanfaatkan untuk memperkuat pengalaman wisata, mulai dari kebersihan destinasi, kenyamanan transportasi, hingga keterjangkauan informasi. Di sisi pelabuhan, layanan yang rapi akan memperkuat kesan pertama dan kesan terakhir, termasuk ketika Wisman Swiss Tanjungpinang pulang melalui jalur internasional. Koordinasi dengan operator kapal, pelaku usaha, dan pengelola destinasi dipandang penting agar alur perjalanan wisata tidak terputus.

Memasuki 2026, Pemko mendorong kolaborasi promosi wisata, kuliner, belanja, dan oleh-oleh khas agar paket perjalanan lebih lengkap. Raja Ariza menyebut pelayanan yang konsisten akan membuat wisatawan merasa aman dan nyaman, lalu tertarik untuk kembali. Pemerintah juga membuka ruang evaluasi dari wisatawan dan pelaku usaha supaya pembenahan tepat sasaran, termasuk untuk memperluas agenda event dan memperkuat daya tarik kota sepanjang tahun. Targetnya, Wisman Swiss Tanjungpinang bertambah dan tinggal lebih lama di kota setempat.

Related Posts

Solusi Hijau Kekeringan Dorong Hemat Air Tanjungpinang

Solusi Hijau Kekeringan mulai disorot sebagai langkah adaptasi saat musim kemarau memanjang di Tanjungpinang. Sejumlah pihak menilai pendekatan berbasis alam lebih mudah diterapkan warga karena bisa dimulai dari rumah dan…

Apel Pengamanan Tahun Baru Polresta Jaga Tanjungpinang

Apel Pengamanan Tahun Baru digelar Polresta Tanjungpinang pada Rabu, 31 Desember 2025, untuk memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif menjelang malam pergantian tahun. Kegiatan berlangsung di lapangan apel Mapolresta di Jalan…

You Missed

Solusi Hijau Kekeringan Dorong Hemat Air Tanjungpinang

Solusi Hijau Kekeringan Dorong Hemat Air Tanjungpinang

Apel Pengamanan Tahun Baru Polresta Jaga Tanjungpinang

Apel Pengamanan Tahun Baru Polresta Jaga Tanjungpinang

Wisman Swiss Tanjungpinang Pulang Via Sri Bintan Pura

Wisman Swiss Tanjungpinang Pulang Via Sri Bintan Pura

Peresmian SPPG Polri Perkuat MBG Di Tanjungpinang 2026

Peresmian SPPG Polri Perkuat MBG Di Tanjungpinang 2026

Dapur MBG Polresta Resmi Dibuka Untuk 1.515 Penerima

Dapur MBG Polresta Resmi Dibuka Untuk 1.515 Penerima

Dapur SPPG Polresta Mulai Layani MBG Di Tanjungpinang

Dapur SPPG Polresta Mulai Layani MBG Di Tanjungpinang