Dapur SPPG Polresta Mulai Layani MBG Di Tanjungpinang

Dapur SPPG Polresta Tanjungpinang resmi mulai beroperasi untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis. Unit layanan ini melayani 1.515 penerima manfaat yang tersebar pada sasaran pendidikan dan kelompok rentan di sekitar lokasi dapur. Petugas menyiapkan menu harian, pengemasan, dan jadwal pengantaran agar makanan diterima tepat waktu di sekolah dan titik layanan. Peresmian berlangsung di Jalan Rumah Sakit, Kota Tanjungpinang, serta dihadiri unsur kepolisian daerah dan pemerintah kota.

Sasaran layanan mencakup 18 sekolah, posyandu, ibu menyusui, dan balita yang memerlukan asupan gizi terukur. Fasilitas ini merupakan hasil renovasi wisma Bhayangkari menjadi dapur berkapasitas besar dengan luas sekitar 1.300 meter persegi sejak Juli 2025, dan dikelola Yayasan Kemala Bhayangkari. Pemko menekankan standar aman, higienis, serta penggunaan rapid test sebelum distribusi agar kualitas makanan terjaga, sekaligus menjadikan Dapur SPPG Polresta sebagai titik awal penguatan layanan gizi. Koordinasi rutin lintas instansi dilakukan untuk memastikan rantai pasok bahan baku stabil dan tenaga pengolah memenuhi standar kebersihan.

Lini Produksi dan Distribusi Menu MBG

Operasional Dapur SPPG Polresta dirancang seperti lini produksi agar porsi dan mutu makanan seragam. Bahan baku diterima lebih awal, lalu dipilah, ditimbang, dan diolah sesuai menu harian yang mempertimbangkan gizi seimbang. Pola ini memudahkan pengendalian stok dan penyesuaian menu ketika pasokan berubah. Pengolah makanan memakai perlengkapan higienis, sementara proses memasak dijaga waktunya agar makanan tidak terlalu lama berada di suhu ruang.

Setelah matang, makanan dikemas per porsi dan diberi penanda waktu produksi untuk memudahkan pengawasan. Tim pengantar membawa paket ke sekolah dan titik layanan dengan rute yang disesuaikan jam belajar, sehingga penerima mendapatkan makanan saat masih hangat. Di lapangan, petugas mencatat jumlah porsi yang diterima, termasuk bila ada perubahan data penerima pada hari tertentu. Kemasan ditutup rapat dan disusun dalam boks tertutup agar tetap aman.

Pengawasan keamanan menjadi perhatian utama karena sasaran mencakup anak-anak, ibu menyusui, dan balita. Pemeriksaan cepat dilakukan sebelum distribusi, disertai pengecekan kebersihan alat, air, serta area kerja yang wajib dibersihkan setelah produksi. Jika ada keluhan rasa atau kualitas, evaluasi menu dilakukan dan prosedur dapat diperbaiki, sehingga Dapur SPPG Polresta tetap konsisten memenuhi standar layanan. Pencatatan bahan, suhu, dan waktu masak dilakukan untuk pelacakan, sehingga temuan sekecil apa pun bisa ditindaklanjuti cepat oleh penanggung jawab setiap hari.

Pengawasan Lintas Instansi dan Rencana Perluasan Layanan

Kepolisian dan pemerintah daerah menekankan program gizi harus berjalan dengan pengawasan lebih ketat agar manfaatnya terasa langsung. Kehadiran Kapolda Kepri dan Wali Kota pada peresmian menjadi sinyal dukungan lintas instansi untuk memperkuat layanan. Pengelolaan oleh Yayasan Kemala Bhayangkari dipandang membantu memastikan dapur memiliki tata kelola, sumber daya manusia, dan disiplin operasional yang jelas. Dinas terkait dilibatkan untuk memastikan pengadaan bahan baku dan distribusi mengikuti standar pelayanan.

Pemko mendorong koordinasi dengan sekolah, posyandu, dan perangkat kelurahan untuk memutakhirkan data penerima, termasuk ibu menyusui dan balita. Mekanisme pelaporan dibuat sederhana agar perubahan jumlah porsi dapat disesuaikan tanpa mengganggu jadwal distribusi. Dalam tahap awal, Dapur SPPG Polresta menjadi model evaluasi, mulai dari ketepatan waktu, kualitas makanan, sampai penanganan keluhan di lapangan. Kepolisian menyebut layanan akan berkembang seiring bertambahnya titik SPPG dan jangkauan sasaran.

Di sisi masyarakat, program ini diharapkan membantu keluarga menjaga asupan anak dan kelompok rentan, terutama pada masa sekolah aktif. Pemerintah juga mengingatkan pentingnya edukasi kebiasaan makan sehat, karena bantuan makanan perlu disertai perubahan perilaku. Jika kebutuhan meningkat, penyesuaian menu dan porsi dilakukan rutin setiap periode di lapangan berdasarkan rekomendasi gizi serta ketersediaan bahan. Ke depan, pengawasan standar higienis dan uji makanan akan terus diperkuat agar layanan tetap aman dan konsisten.

Related Posts

Gaia Ballroom Tanjungpinang Dorong Wisata MICE 2026

Gaia Ballroom Tanjungpinang menjadi sorotan setelah SekDa Zulhidayat, menyatakan dukungan pemanfaatan fasilitas tersebut untuk memperkuat wisata dan agenda daerah. Dukungan itu disampaikan dalam kegiatan gathering serta perkenalan ballroom di Nite…

Komunitas Honda Stylo160 Resmi Mengaspal di Tanjungpinang

Komunitas Honda Stylo160 di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, mulai menegaskan eksistensinya lewat kegiatan city rolling yang dikemas santai namun terarah. Agenda yang digelar PT Capella Dinamik Nusantara (Capella Honda) ini mempertemukan…

You Missed

Gaia Ballroom Tanjungpinang Dorong Wisata MICE 2026

Gaia Ballroom Tanjungpinang Dorong Wisata MICE 2026

Komunitas Honda Stylo160 Resmi Mengaspal di Tanjungpinang

Komunitas Honda Stylo160 Resmi Mengaspal di Tanjungpinang

Ranperda pangan industri Tanjungpinang dipercepat 2026

Ranperda pangan industri Tanjungpinang dipercepat 2026

Turnamen Domino Lanudal Meriah Di Tanjungpinang Resmi

Turnamen Domino Lanudal Meriah Di Tanjungpinang Resmi

Musrenbang Kelurahan Tanjungpinang dimulai di Bukit

Musrenbang Kelurahan Tanjungpinang dimulai di Bukit

Gubernur minta Garuda layani Tanjungpinang terus

Gubernur minta Garuda layani Tanjungpinang terus