Rekonstruksi Pelantar II Tanjungpinang Rampung Dibuka

Rekonstruksi jalan Pelantar II Tanjungpinang rampung dan akses jalan kembali dibuka untuk umum setelah sebelumnya mengalami amblas pada Mei 2025. Ruas ini dinilai vital bagi mobilitas warga pesisir dan aktivitas ekonomi di sekitar kawasan pelantar, sehingga pembukaan kembali jalan langsung menjadi perhatian masyarakat. Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menyebut pekerjaan dilakukan sesuai target dan standar bina marga, dengan pendekatan konstruksi yang disetarakan seperti membangun jembatan.

Pembukaan jalan berlaku untuk kendaraan roda dua hingga roda empat, namun pemerintah mengingatkan adanya batasan muatan yang wajib dipatuhi. Rekonstruksi Pelantar II Tanjungpinang dirancang menahan beban tertentu, sehingga kepatuhan terhadap aturan tonase dianggap kunci agar struktur tetap aman dalam jangka panjang. Pemerintah juga menekankan jalan yang sudah diperbaiki bukan sekadar tambal sulam, melainkan perkuatan struktur pada titik rawan yang sebelumnya menyebabkan kerusakan.

Selain aspek teknis, pemulihan ruas ini diharapkan mengurangi kepadatan lalu lintas pada jalur alternatif yang selama penutupan menjadi satu-satunya akses. Setelah dibuka, pengawasan dan edukasi kepada pengguna jalan akan menjadi fokus agar arus kendaraan tetap tertib, terutama untuk kendaraan angkut yang berpotensi membawa muatan berlebih.

Detail Pekerjaan dan Standar Konstruksi

Pekerjaan rekonstruksi dilakukan pada ruas sekitar 24,2 meter dengan lebar kurang lebih 6 meter. Metode yang digunakan disebut memakai pondasi bore pile dengan sistem full casing, yang dipilih untuk memperkuat struktur pada area yang berhadapan langsung dengan kondisi tanah dan lingkungan pesisir. Rekonstruksi Pelantar II Tanjungpinang disebut dikerjakan dengan standar bina marga, sehingga elemen struktur dan kualitas material ditujukan untuk ketahanan jangka panjang.

Pemerintah menyatakan konstruksi ini disetarakan seperti pembangunan jembatan karena beban dan titik tumpu harus benar-benar diperhitungkan. Dalam praktiknya, proyek tidak hanya mengembalikan permukaan jalan, tetapi juga memastikan pondasi dan struktur bawah mampu menahan beban kendaraan yang melintas. Rekonstruksi Pelantar II Tanjungpinang menjadi contoh bahwa perbaikan infrastruktur di wilayah pesisir membutuhkan pendekatan yang lebih ketat dibanding ruas jalan biasa, terutama karena risiko penurunan tanah dan pengaruh air.

Dari sisi anggaran, proyek disebut bernilai sekitar Rp3,9 miliar dan dibiayai melalui APBD 2025 lewat pos belanja tidak terduga. Pemerintah menilai nilai tersebut lebih rendah dari pagu, namun tetap memenuhi kebutuhan teknis. Setelah jalan dibuka, pemerintah daerah meminta masyarakat ikut menjaga fasilitas agar tidak kembali rusak akibat penggunaan di luar ketentuan.

Isu utama setelah jalan kembali dibuka adalah pembatasan tonase kendaraan yang melintas. Pemerintah menyebut struktur jalan dirancang untuk Muatan Sumbu Terberat pada kisaran 12 hingga 15 ton, sehingga kendaraan dengan muatan berlebih berpotensi merusak struktur dan mempercepat penurunan. Rekonstruksi Pelantar II Tanjungpinang akan sulit bertahan jika aturan ini diabaikan, karena titik yang pernah amblas merupakan area yang sensitif terhadap beban.

Baca juga : Komitmen Layanan Kepri, Pemprov–Pemda Perkuat Zona Hijau

Pemerintah daerah mendorong agar pengusaha angkutan dan pengguna jalan memahami batas yang ditetapkan, termasuk melalui sosialisasi di titik akses dan pengawasan rutin. Evaluasi lalu lintas juga akan dilakukan untuk melihat pola kendaraan yang melintas, terutama pada jam sibuk dan periode bongkar muat. Rekonstruksi Pelantar II Tanjungpinang diharapkan tidak hanya memulihkan akses, tetapi juga memicu perubahan perilaku agar keselamatan dan ketahanan struktur terjaga.

Ke depan, penguatan koordinasi antara pemerintah, aparat pengawas, dan pelaku usaha logistik akan menentukan efektivitas pembatasan. Jika pengawasan longgar, risiko kerusakan ulang akan meningkat. Pemerintah mengingatkan bahwa pemeliharaan jalan bukan hanya tugas instansi, tetapi juga tanggung jawab pengguna yang memanfaatkan akses tersebut setiap hari.

Related Posts

Gaia Ballroom Tanjungpinang Dorong Wisata MICE 2026

Gaia Ballroom Tanjungpinang menjadi sorotan setelah SekDa Zulhidayat, menyatakan dukungan pemanfaatan fasilitas tersebut untuk memperkuat wisata dan agenda daerah. Dukungan itu disampaikan dalam kegiatan gathering serta perkenalan ballroom di Nite…

Komunitas Honda Stylo160 Resmi Mengaspal di Tanjungpinang

Komunitas Honda Stylo160 di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, mulai menegaskan eksistensinya lewat kegiatan city rolling yang dikemas santai namun terarah. Agenda yang digelar PT Capella Dinamik Nusantara (Capella Honda) ini mempertemukan…

You Missed

Gaia Ballroom Tanjungpinang Dorong Wisata MICE 2026

Gaia Ballroom Tanjungpinang Dorong Wisata MICE 2026

Komunitas Honda Stylo160 Resmi Mengaspal di Tanjungpinang

Komunitas Honda Stylo160 Resmi Mengaspal di Tanjungpinang

Ranperda pangan industri Tanjungpinang dipercepat 2026

Ranperda pangan industri Tanjungpinang dipercepat 2026

Turnamen Domino Lanudal Meriah Di Tanjungpinang Resmi

Turnamen Domino Lanudal Meriah Di Tanjungpinang Resmi

Musrenbang Kelurahan Tanjungpinang dimulai di Bukit

Musrenbang Kelurahan Tanjungpinang dimulai di Bukit

Gubernur minta Garuda layani Tanjungpinang terus

Gubernur minta Garuda layani Tanjungpinang terus