Lurah Di Tanjungpinang Di Ancam 15 Tahun Penjara

Tanjungpinang-Polres Tanjungpinang gelar Konferensi Pers Tindak Pidana Pencabulan terhadap anak dibawah umur yang dilakukan oleh  tersangka berinisial “ER”, Laki-laki (40) tahun seorang  PNS, dengan korban berinisial “NA”, perempuan (13)  tahun  ,Sabtu (29/05/2021) di lobi Polres Tanjungpinang.

 

 

Kapolres Tanjungpinang AKBP Fernando , SH, SIK mengatakan kronologis kejadian bermula pada Jumat ,( 24 /4/2020) sekira pukul 05.30 Wib. Saat itu korban dan tersangka sedang menonton TV di lantai 2 rumah nenek korban .Tiba-tiba tersangka memegang sambil tetap mengelus dada korban. Lalu keesokan harinya tersangka juga pernah memasukkan tangan tersangka ke dalam organ intim korban. Akibat dari kejadian tersebut pelapor melaporkan kejadian tersebut ke Polres Tanjungpinang guna penyidikan dan penyelidikan lebih lanjut.

 

“Kemudian terhadap tersangka ,Kamis ( 27 /5 2021 ) ,sekira pukul 23.00 Wiib, dari hasil pengembangan pemeriksaan korban dan didukung dengan alat bukti lainnya, patut diduga Korban telah mengalami perbuatan cabul,”ucap nomor Kapolres.

 

Lanjut kata dia ( Kapolres ) , Unit Opsnal bersama dengan Unit PPA Sat Reskrim Polres Tanjungpinang segera melakukan pencarian terhadap tersangka dengan cara menghubungi pihak keluarga Tersangka.Selanjutnya dari hasil komunikasi petugas dgn keluarga tersangka,  pihak keluarga tersangka mengatakan bahwa tersangka bersedia untuk datang Kekantor.

 

” Kemudian setelah tersangka tiba dikantor, langsung dilakukan penangkapan terhadap tersangka guna untuk dilakukan proses hukum terhadap Tersangka,”tambahnya.

 

 

Kapolres menambahkan ,terhadap tersangka disangkakan Pasal 82 ayat 1 UU RI nomor 17 thn 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU Nomor 01 tahun 2016 tentang  perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang  perlindungan anak menjadi undang – undang “Setiap orang dilarang melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, melakukan serangkaian kebohongan, atau membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul,”tegasnya.

 

 

“Tersangka di ancaman penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp. 5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah)”, tegas  Kapolres Tanjungpinang itu.(M.HOLUL)

 

Redaksi

About the Author: Redaksi

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *