Di Rumahkan,Karyawan Minta Keadialan,Dinsker Enggan Menjawab

Tanjungpinang-Pandemi Covid-19 berdampak pada keberlangsungan dunia usaha yang berujung pada pemutusan hubungan kerja antara pekerja/buruh dan perusahaan.

Kondisi ini mengakibatkan sebagian perusahaan mengalami penurunan pendapatan, kerugian, hingga penutupan usaha.

Tak heran, di masa pandemi faktanya banyak pekerja di-PHK, “dirumahkan”, pemutusan kontrak kerja sebelum berakhir, pemotongan upah,

Salah satunya di Kota Tanjungpinang.

Terkait hal itu,media ini mencoba klarifikasi ke Dinas Tenaga kerajaan Kota Tanjungpinang,Hamalis ,ada berapa tercatat perusahaan yang mengPHK kan karyawannya dan gimana solusi untuk karyawan yang di PHK dan dirumahkan oleh DISNAKER Kota Tanjungpinang ,Jum,at (12/2/2021).

Namun,sungguh miris Kepala Dinas Ke tenaga kerjaan Kota Tanjungpinang yang di pimpin Hamalis tidak menjawab pesan yang dikirim oleh media ini melalui Whatsaapnya,padahal pesan tersebut masuk dan dibaca beliau.

Sementara itu,salah satu karyawan Hotel Melia ,namanya tidak mau dipublikasikan mengatakan,saya sendi dirumahkan bang,tapi saya dibayar separuh gaji kami,”ucapnya kepada media ini,Jum,at (12/2/2021)

Lanjut kata dia,Kami sudah beberapa kali rapat dengan Dinas Ketenakerjaan kota Tanjungpinang Terkait nasib kami. Apakah kedepanyanya dibayar full atau begini terus,”

“Sekarang kami minta keadilan perusahaan ( Hotel) ,kalau mau diberhentikan ,ya cair kan tunjangan kami dan lainya,”kata dia.

“Kami pun aneh,sudah berapa kali rapat dengan utusan Hotel Melia serta orang DISNAKER Tanjungpinang tapi tidak ada titik terangnya,”pungkasny. (M.HOLUL)

About the Author: Redaksi

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *