Wapres: Ada Pembatasan, Masyarakat Tetap Harus Jadi Makhluk Sosial

Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin ( Foto: istimewa / istimewa )

Jakarta, Beritasatu.com – Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin mengingatkan masyarakat agar tetap menjadi makhluk sosial di tengah pendemi corona yang sedang terjadi saat ini.

Menurut Wapres, tak tepat bila anggota masyarakat menjadi individu yang asosial. Artinya, anggota masyarakat harus membantu sesama meski tetap waspada.

“Ada yang panik, lalu memborong apa saja. Meski begitu ada sebagian masyarakat yang melakukan hal positif dengan melemparkan gagasan mengumpulkan donasi untuk membeli alat kesehatan,” kata Wapres di Jakarta, Senin (23/3/2020).

Seperti diketahui, beberapa tokoh masyarakat melakukan kegiatan sosial dengan menggalang dana untuk membeli kebutuhan alat kesehatan sebuah rumah sakit.

“Saya mengapresiasi inisiatif masyarakat yang bergotong royong, mengumpulkan bantuan baik harta maupan peralatan kesehatan untuk membantu penanganan corona,” ujar Wapres.

Menurut Wapres di tengah cobaan hebat yang terjadi saat ini, kita tetap harus menjadi makhluk sosial. Sekalipun harus tetap patuh dengan social distancing, ketika harus tetap membantu sesama .

“Bersama-sama, saling membantu, kita akan berhasil melewati pendemi corona ini,” tegas Wapres.

Terkait banyaknya kabar bohong, hoax, dan disinformasi yang membuat kepanikan, Wapres meminta semua pihak untuk tidak mudah membagi informasi yang tidak jelas.

“Saring informasi sebelum sharing terkait banyaknya kabar bohong, hoax, dan disinformasi yang membuat kepanikan,” tambahnya.

Oleh karena itu, Wapres meminta semua pihak untuk saling waspada dan tidak mudah membagikan informasi yang tidak jelas. Ia pun terus memantau informasi-informasi yang beredar di masyarakat terkait pandemi corona melalui Media Monitoring Tools secara intensif.

Wapres memandang, masih banyak orang-orang tidak bertanggung jawab, yang terlibat dalam menyebarkan disinformasi, kabar bohong dan hoax. Informasi yang tidak jelas sumbernya ini dipandang sebagai senjata pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memperkeruh dan menciptakan kepanikan publik.

“Saya minta kepada masyarakat untuk menahan diri tidak ikut menyebarkan informasi yang tidak jelas sumber beritanya. Saring informasi terlebih dahulu sebelum share kepada rekan dan jejaring di media sosial,” pungkas Wapres.

Sebagai tambahan informasi, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) selalu memantau penyebaran konten hoax seputar virus corona. Berdasarkan data Kemkominfo, jumlah berita hoax terus meningkat hingga lebih dari 240 konten.

Markus Junianto Sihaloho / YS

Sumber: Suara Pembaruan
Redaksi

About the Author: Redaksi

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *