Di Kongres Projo, Jokowi Bicara Infrastruktur dan SDM

Foto udara Jalur Trans Papua di ruas jalan Wamena-Habema, Papua, 9 Mei 2017. ( Foto: Antara/Indriarto Eko Suwarso )
 

Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka Kongres II relawan Projo yang digelar di Kompleks JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (17/12/2019).

Berbicara di hadapan ribuan peserta kongres, Jokowi menyatakan berbahagia karena melihat semangat anggota Projo belum turun. “Mempertahankan semangat seperti ini tidak mudah,” kata Jokowi.

Mirip seperti substansi yang disampaikannya saat kampanye sebagai capres pada Pemilu 2019 lalu, Jokowi kembali bicara capaian pemerintahan dan program pemerintahan ke depan.

Di lima tahun periode pemerintahan pertamanya Jokowi fokus pada pembangunan infrastruktur. “Kerja itu belum selesai sehingga akan dilanjutkan pada lima tahun ke depan,” kata Jokowi.

Menurutnya, infrastruktur sangat penting bagi masyarakat. Sebagai contoh, di Papua, dahulu warga di pedalaman Wamena butuh berjalan kaki empat hari empat malam untuk mencapai rumah sakit di kota. “Kadang seminggu. Coba bayangkan, kalau ada yang sakit butuh empat hari empat malam. Bayangkan. Inilah Indonesia yang sangat besar yang nggak mungkin hanya dibangun di Pulau Jawa,” kata Jokowi.

Begitupun di Nduga, Jokowi dicurhati bahwa bila ingin bertemu penduduk wilayah itu, maka harus berjalan kaki delapan jam ke tengah hutan.

Maka itu, kata Jokowi, pembangunan infrastruktur sangat dibutuhkan oleh warga untuk konektivitas. “Saya perintah untuk jalan tembus Wamena-Nduga. Sekarang sambung sehingga sekarang hanya 4, 5, sampai 6 jam naik mobil. Itulah pentingnya infrastruktur. Jangan sampai ada yang bilang infrastruktur nggak bisa dimakan. Siapa yang suruh dimakan?” kata Jokowi.

Selain infrastruktur, Jokowi mengatakan pemerintahannya fokus kepada pembangunan sumber daya manusia (SDM) di periode kedua. Dijelaskannya, saat ini pekerja Indonesia mayoritas lulusan SMA, SMK, dan SMP. “Apa artinya? Kita ingin menaikkan, memperbaiki, membenahi sumber daya manusia Indonesia agar bisa bersaing negara lain,” kata Jokowi.

Untuk itu, mulai tahun depan, Kartu Pra-Kerja bakal dibagikan dengan tujuan melatih orang Indonesia siap bertarung di level dunia. “Kalau mereka bagus, kita tidak kalah. Ini saja pertarungan yang kita hadapi sekarang ini. Kalau mereka melek teknologi, kita tidak kalah,” ujar Jokowi.

Pada kesempatan itu, Jokowi juga menyentil pihak-pihak yang terus mengkritik pertumbuhan ekonomi Indonesia. Jokowi mengklaim pertumbuhan ekonomi Indonesia masuk ke dalam 20 besar dunia versi G20. “Jadi kalau ada yang tidak mensyukuri pertumbuhan ekonomi itu namanya nggak ngerti dan tidak bersyukur. Namanya kufur nikmat,” kata Jokowi.

Sementara Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi menjelaskan tema kongres adalah “Berani untuk Maju” itu. Disampaikannya bahwa Projo tetap mendukung Jokowi mewujudkan visi Indonesia Maju

“Persoalannya untuk maju perlu keberanian, betul? Mana ada mau maju ragu-ragu, mana ada mau maju takut. Kalau mau maju harus berani. Jadi keberanian adalah syarat mutlak untuk maju,” kata Budi Arie Setiadi.

Markus Junianto Sihaloho / WBP

Sumber: BeritaSatu.com
Redaksi

About the Author: Redaksi

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *