MUI:Sambut Tahun Baru Islam dengan Semangat Hijrah

Jakarta, Beritasatu.com – Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Sa’adi mengimbau pada kaum muslimin agar memiliki semangat hijrah menuju kesalehan dan kemenangan hakiki, dalam memasuki tahun baru Islam 1 Muharam 1441 Hijriyah.

“Hijrah harus dimaknai sebagai proses transformasi dari kondisi kehidupan yang gelap menuju peradaban yang terang dan mencerahkan, baik dalam konteks kehidupan pribadi maupun kemasyarakatan dan kebangsaan,” terang Zainut Tauhid Sa’adi dalam siaran pers yang diterima Sabtu (31/8/2019).

Dijelaskan Zainut Tauhid Sa’adi, dari aspek kehidupan pribadi, hijrah harus memberikan perubahan dari pribadi yang sombong, culas dan zalim menuju pribadi yang adil, jujur dan terpuji. Dari perilaku yang suka menggunjing, mengumpat dan memfitnah menuju pribadi yang santun, ramah dan suka menebarkan cinta dan kedamaian. Dari pribadi yang konsumtif, boros dan koruptif menuju pribadi yang produktif, hemat dan sederhana.

Zainut juga menuturkan, dari aspek tatanan kehidupan kemasyarakatan dan kebangsaan, hijrah harus memberikan perubahan kepada masyarakat bangsa, dari masyarakat jahiliyah menuju masyarakat madani, yaitu masyarakat yang beriman, maju, mandiri, bahagia lahir batin, menjunjung tinggi nilai-nilai agama, hukum dan norma susila, serta jujur, adil, setara atau demokratis, beradab dan berakhlak mulia.

MUI berharap semangat hijrah dapat mengembangkan akhlak dan perilaku umat Islam yang toleran (tasamuh), seimbang (tawazun), dan adil (i’tidal) dalam menjalankan ajaran agama, agar tidak terjebak pada pertentangan dan perselisihan sempit (furuiyyat) dalam menjalankan ajaran agama, demi mewujudkan persaudaraan Islam yang hakiki (ukhuwah Islamiyyah).

“Masih dalam suasana menyambut HUT Kemerdekaan ke-74 RI, MUI berharap Tahun Baru Hijriyah 1441 H menjadi tahun rekonsiliasi nasional, yang dapat merekatkan kembali persaudaraan, komitmen kebangsaan, mengembangkan wawasan kebinekaan, serta menciptakan kehidupan berbangsa dan bernegara yang rukun, harmonis, saling menghormati, mencintai dan menolong dalam semangat persaudaraan kebangsaan atau ukhuwah wathaniyyah dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila,” ucap Zainut Tauhid Sa’adi.

Salat berjemaah. ( Foto: Antara )
Maria Fatima Bona / WBP
Sumber: BeritaSatu.com

About the Author: Redaksi

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *