Isdianto:Masalah Air Masalah Kita Bersama

Tanjungpinang-Plt Gubernur Kepri, H Isdianto mengatakan bahwa air adalah kebutuhan pokok masyarakat. Sehingga persoalan air ini harus menjadi pekerjaan rumah (PR) bersama.  Khusus untuk di pulau Bintan yang didalamnya ada Pemko Tanjungpinang dan Pemkab Bintan, Isdianto mengajak keduanya untuk ikut mengeroyok permasalahan air tersebut dengan cara sharing anggaran.

“Ini PR kita. Kerja kita bersama. Kita harus mengeroyoknya agar masalah air ini tidak terjadi seperti ini setiap tahun. Masalahnya itu-itu aja. Kita bisa sharing anggaran sesuai kemampuan daerah masing-masing dan jika ternyata anggaran kita masih tak mampu, baru kita mengadu ke pusat,” kata Isdianto saat memimpin rapat membahas ketersediaan air bersih dan air baku di Bintan dan Tanjungpinang, Jumat (30/8) siang.

Rapat ini dihadiri Sekdaprov Kepri TS Arif Fadillah, Wakil Walikota Tanjungpinang Hj. Rahma, Plt. Dirut PDAM Tirta Kepri Syamsul Bahrun, Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Barenlitbang) Naharuddin, Ketua BWS 4 Kepri Ismail dan beberapa kepala OPD terkait dari Pemlrov Kepri dan Pemko Tanjungpinang.

Sepanjang Jumat, Isdianto memang bolak balik Batam Tanjungpinang Batam untuk sejumlah aktivitas. Usai menghadiri Serah Terima Jabatan Kepala BPK Perwakilan Kepri di Batam, Isdianto bergerak ke Tanjungpinang untuk memimpin rapat ini dan menerima sejumlah tamu. Usai dari Tanjungpinang, Isdianto kembali ke Batam untuk aktivitas bersama para pelajar di Batuampar.

Rapat masalah air ini sebagai bentuk tindak lanjut atas kondisi waduk yang ada di Tanjungpinang dan Bintan yang mengalami penyusutan karena debitnya disedot kemarau.  Kondisi tersebut bahkan sudah ditinjau langsung oleh Plt. Gubernur, seperti waduk Sei Pulai milik PDAM Tirta Kepri di KM.14 Bintan yang mengakibatkan pelayanan terhadap masyarakat tidak bisa maksimal.

Atas kondisi tersebut Pemerintah bersama stakeholder terkait keroyokan mencari solusi. Baik solusi jangka pendek, jangka menengah hingga jangka panjang atau solusi permanen.

Selambat-lambatnya, lanjut Isdianto, di tahun 2020 nanti harus sudah ada langkah maju dalam mengatasi persoalan air di Bintan, dan tahun 2021 sudah tidak ada lagi persoalan.

Berdasarkan apa yang dikemukakan dalam rapat, ada beberapa solulsi untuk mengatasi masalah air. Untuk jangka pendek solusinya adalah dengan mendistribusikan air menggunakan sejumlah tangki kepada masyarakat, sedangkan solusi jangka menengahnya dengan segera memanfaatkan waduk Kawal. Adapun solusi jangka panjangnya atau adalah dengan membngun waduk Busung.

Plt. Dirut PDAM Tirta Kepri Syamsul Bahrum mengatakan, saat ini PDAM sedang fokus terhadap solusi jangka menengah. Yakni akan segera memanfaatkan waduk Kawal.

Kondisi waduk Kawal, kata Syamsul, saat ini airnya sudah ada dan sudah siap untuk didistribusikan. Hanya saja perpipaannya belum terpasang sehingga belum bisa melayani. Baik pipa promer, pipa skunder maupun pipa tersier.

“Untuk bisa memompa air dari waduk kawal dan mendistribusikannya, kita butuh dana sekitar Rp30 miliar hingga Rp40 miliar. Dan kapasitas waduk di Kawal lebih besar di banding yang ada di Gesek. Di Gesek cuma 150 liter/detik, sementara di Kawal 400 liter /detik,” terang Syamsul.

Sementara itu Ketua Balai Wilayah Sungai IV Kepri Ismail mengatakan bahwa waduk Kawal airnya memang sudah bisa digunakan saat ini, hanya menunggu pipanisasinya saja. Dia jelaskan juga ada sedikitnya 117 titik aliran air di Bintan yang bisa digunakan untuk melayani masyarakat.

“Untuk jangka menengah, saya rasa waduk Kawal sudah siap untuk digunakan saat ini. Hanya tinggal sarana pendukungnya saja saya rasa agar segera dipasang,” katanya.

About the Author: Redaksi

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *