KPU: Peluang Kecurangan di TPS Kecil

Petugas KPPS membantu seorang penyandang disabilitas Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) membuka surat suara di bilik suara saat simulasi pemilu bagi ODGJ di Kota Blitar, Jawa Timur, Rabu (19/12/2018). Simulasi tersebut bertujuan untuk membantu ODGJ dalam menyalurkan hak pilihnya pada Pemilu 2019. ANTARA FOTO/Irfan Anshori/wsj.

Jakarta – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy’ari menilai peluang melakukan kecurangan di tempat pemungutan suara (TPS) sangat kecil. Jika pun terjadi, dilakukan secara berjemaah dengan melibatkan penyelenggara, peserta pemilu maupun dengan pemilih.

“Intinya begini ya, dalam pemilu di TPS, kalau ada orang mau curang itu nggak bisa sendirian, harus berjamaah,” ujar Hasyim Asy’ari usai menjadi pembicara di sebuah acara di Cikini, Jakarta, Minggu (10/3/2019).

Hasyim Asy’ari mengatakan proses penghitungan surat suara di TPS dilakukan secara terbuka, transparan dan disaksikan banyak pihak. Diawali pembukaan surat suara oleh Ketua Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS). Setelah itu, ketua KPPS menyampaikan kepada saksi dan pengawas TPS bahwa suara tersebut sah untuk peserta pemilu tertentu.

“Kemudian petugas KPPS nomor 3 dan 4 yang mencatat itu, mendokumentasikan ke formulir hasil perhitungan suara yang dikenal dengan formulir C1 plano. Setelah perhitungan selesai, formulir C1 plano diberikan kesempatan kepada siapa saja untuk mendokumentasikan dalam arti dipotret, divideokan,” terang Hasyim Asy’ari.

Tak hanya itu, para saksi peserta pemilu dan pengawas TPS akan mendapatkan salinan hasil penghitungan suara di TPS. Petugas KPU, Hasyim Asy’ari juga akan meng-upload scan C1 hasil perhitungan suara ke web KPU sehingga bisa diakses publik.

Dengan proses demikian, Hasyim optimistis kecurangan di TPS bisa dicegah atau diminimalisir. “Artinya (surat suara) diamankan dengan berbagai macam cara. Makanya saya katakan kalau ada orang yang mau manipulasi, nggak bisa sendirian, harus berjamaah. Tapi kan kalau mau berjamaah, nggak mungkin. Karena namanya manipulasi ada pihak yang diuntungkan, ada yang dirugikan. Dan dalam konteks pemilu tidak ada pihak yang mau dirugikan,” pungkas Hasyim Asy’ari.

Yustinus Paat / WBP

About the Author: starberita

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *