Tim Gabungan Dua Korea Baru di Beberapa Cabor

Jakarta – Asian Games membuat sejarah di Jakarta ketia Korea Selatan dan Korea Utara bergabung dalam parade atlet di acara pembukaan dengan menggunakan satu bendera unifikasi, Sabtu (18/8) malam.

Pada pertandingan, baru 60 atlet gabungan yang membela bendera unifikasi di cabang bola basket putri, dayung, kano, dan perahu naga. Di cabang-cabang olahraga lainnya, dua negara itu masih bertanding sendiri-sendiri.

Secara teknis, Korea Utara dan Korea Selatan masih berperang sejak konflik awal dekade 1950an.

Ketika kontingen gabungan mereka melakukan parade di Gelora Bung Karno saat acara pembukaan, gemuruh sambutan penonton menyambut mereka, sama riuhnya seperti ketika kontingen Palestina, Suriah, Taiwan, dan tuan rumah Indonesia melintas.

Perdana Menteri Korea Selatan Lee Nak-yon hadir langsung di stadion, dan juga sejumlah menteri Korea Utara.

Kontingen gabungan dipimpin oleh pebasket Korsel Lim Yung-hui dan pesepakbola Korut Ju Kyong-chol yang membawa bendera bersama-bersama.

Rabu (15/8) lalu, tim gabungan basket putri Korea mengalahkan Indonesia dengan angka telak 108-40 di laga perdana mereka.

“Saya berharap Korea bisa meraih prestasi besar dalam Asian Games kali ini,” kata Wakil Ketua Komite Olimpiade Korut Won Kul-u. “Pendapat saya, kami seharusnya bisa memiliki lebih banyak tim gabungan di cabang-cabang olahraga lainnya.”

Keputusan mengirim tim gabungan diambil Juni lalu sebagai bagian dari upaya perdamaian bilateral.

Dalam Konferensi Tingkat Tinggi April lalu, Pemimpin Korut Kim Jong-un dan Presiden Korsel Moon Jae-in sepakat bahwa perbaikan hubungan bisa dilakukan melalui event olahraga internasional.

Pada Februari, untuk pertama kalinya dua negara itu membawa bendera unifikasi saat Olimpiade Musim Dingin di Korsel. Mereka juga membentuk tim gabungan hoki es putri yang merupakan peristiwa bersejarah, meskipun kalah dalam semua pertandingan yang diikuti.

Heru Andriyanto / HA

Sumber: Independent
Redaksi

About the Author: Redaksi

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *