Wakil Walikota Minta Pelaku Pasar Tradisonal Tingkatkan Kenyamanan

Tanjungpinang- Sebelum pasar-pasar moder bermunculan, kita hanya mengenal pasar tradisional. Seiring berkembangnya teknologi, maka pasar tradisional semakin dilupakan masyarakat. Padahal, banyak hal positif yang dirasakan jika kita berbelanja di pasar tradisional, seperti adanya transaksi jual beli, komunikasi dan silaturahim. Hal ini, tentu tidak dapat kita rasakan jika berbelanja di pasar modern.
Hal ini yang dikatakan Wakil Wali Kota, H. Syahrul, S. Pd, saat menjadi narasumber dalam program Radio Pasar secara live, yang di gagas oleh Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia (RRI) Tanjungpinang, di Cafe Bola Bintan Center Tanjungpinang, Kamis (28/12).
Mantan Guru ini menjelaskan, dalam program nawacita Presiden Joko Widodo telah ditargerkan pembangunan 1000 pasar per tahun di seluruh Indonesia. Pasar tradisional dapat menjadi sentra memasarkan produksi ciri khas yang ada di masing-masing daerah, karena itu, pembangunan pasar tradisonal terus diupayakan oleh pemerintah pusat.
Kini, sambung Wakil Walikota, masyarakat lebih memilih berbelanja di pasar modern, ketimbang pasar tradisonal, mengingat pasar modern lebih terjamin kebersihannya, kenyamanannya, dan keamanannya. Namun, menurutnya, tidak semua barang lengkap dijual di pasar modern, contonya daun pisang atau daun pandan. Barang-barang tersebut, hanya bisa kita temui di pasar tradisional.
Sebenarnya, banyak keuntungan, jika kita berbelanja di pasar tradisonal, mulai dari ada seni tawar-menawar antara pembeli dan penjual, barang lengkap dan banyak pilihan, bisa bertukar informasi, bahkan kita bisa saling bersilaturahim, ” ujarnya.
Untuk itu, Wakil Walikota menghimbau para pedagang pasar untuk bersinergi bersama dengan pemerintah, BUMD, dan pengelola pasar, agar sama-sama melakukan gebrakan penataan pasar, menjaga kebersihan, keamanan, dan kenyamanan pasar, sehingga konsumen semakin nyaman berbelanja di pasar tradisional,” ucapnya.
Selain Wakil Wali Kota, prorgam radio pasar ini juga menghadirkan narasumber dari BUMD, Kepala Dinas Perdangangan dan Perindustrian, Owner Bintan Center, serta Direktur Program LPP RRI Jakarta.
Dirut Program LPP RRI, Sulaiman Yusuf menjelaskan program radio pasar ini merupakan gagasan Dirut Utama RRI periode 2005-2010, Parni Hadi. Program ini bertujuan untuk menyatukan dan mempertemukan konsumen, pedagang, maupun produsen, supaya mereka bisa saling bertukar informasi serta memotong mata rantai distribusi yang menyebabkan harga melambung,” katanya
Ia menyebutkan, program radio pasar berkonsep infotainment, yakni gabungan informasi tentang harga dan transaksi kebutuhan pokok yang terjadi di pasar. Program ini, kita selenggarakan secara live di tempat terbuka, studio,maupun di pasar. Masyarakat juga bisa berdialog langsung dengan para narasumber.*(Humas)

About the Author: starberita

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *