BTN Salurkan Dana Bansos Nontunai di Denpasar

Ilustrasi Bank BTN (Beritasatu.com)

Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menyerahkan bantuan sosial (bansos) nontunai kepada 321 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Denpasar Utara, Bali. Program ini merupakan bagian dari Program Keluarga Harmoni (PKH) yang digagas Kementerian Sosial (Kemensos).

Direktur BTN Catur Budi Harto mengatakan, bersama Himbara (Himpunan Bank-bank Milik Negara) BTN sudah menyiapkan ATM khusus untuk mendukung penyaluran PKH ini. ATM ini langsung terkoneksi ke bank BUMN lainnya walaupun sekarang warga menerima ATM itu dari Bank BTN.

“Dana bansos nontunai tersebut disalurkan BTN melalui ATM interkoneksi dengan tiga bank BUMN lainnya,” kata Catur dalam keterangan tertulisnya yang diterima Investor Daily, Kamis (16/2).

Dia menjelaskan, penyaluran bansos secara nontunai kepada masyarakat telah diintegrasikan dalam satu kartu combo yang diterbitkan Himbara yang disebut sebagai Kartu KKS (Kartu Keluarga Sejahtera). Pelaksanaan penyaluran dilakukan melalui agen bank termasuk e-warong, ATM, dan outlet Bank Himbara.

Jaringan outlet Bank Himbara sudah mencapai lebih dari 18.000 outlet dan diperkuat dengan 60.000 ATM, dan Agen Bank Himbara yang saat ini mencapai lebih dari 165.000 agen.

Kartu ini juga telah didesain khusus dengan fitur tabungan yang sudah interoperability dan dapat digunakan di mesin ATM empat Bank Himbara yaitu BTN, BNI, BRI, dan Mandiri oleh penerima bantuan.

Dengan kartu ini masyarakat dapat sekaligus menabung. Masyarakat juga diajak untuk tidak langsung mengambil habis bantuan yang diberikan pemerintah, namun dapat ditabung untuk kepentingan jangka panjang.

“Penyaluran bantuan sosial nontunai di Denpasar merupakan upaya dari Himbara untuk membantu, serta mensukseskan arahan Presiden RI dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia, melalui pemberian bantuan sosial dari pemerintah yang disalurkan secara nontunai,” jelas dia.

Sementara itu, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawarsa mengatakan Bansos Nontunai PKH yang dibagikan kepada warga di Denpasar tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Joko Widodo. Dalam rapat terbatas pada Maret, April, dan Juni 2016, Presiden memberi arahan agar bansos dapat diintegrasikan secara nontunai melalui KKS dan rekening KPM di bank.

Menurut Kofifah, tahun 2016 tahap III dan IV telah disalurkan PKH sebanyak 1,34 juta KPM melalui bank-bank Himbara. Sistem yang dipakai menggunakan kartu yang memiliki multi fungsi, yaitu sebagai e-wallet yang dapat menyimpan data penyaluran bansos nontunai PKH serta berfungsi sebagai kartu tabungan. Dengan sistem ini, bansos nontunai PKH akan langsung disalurkan ke rekening KPM sesuai Kebutuhan dan sisanya dapat ditabung.

Sebagai bagian dari upaya penanggulangan kemiskinan melalui pemberian bantuan dana nontunai dalam jangka pendek Program PKH diharapkan mampu membantu KPM untuk mengurangi beban pengeluaran. Pada jangka menengah PKH diharapkan mampu menciptakan perubahan perilaku peserta dalam mengakses layanan kesehatan dan pendidikan, sehingga menghasilkan generasi yang lebih sehat dan cerdas.

Tahun 2016 BTN telah menyalurkan dalam beberapa tahap penyaluran. Pada tahap ke tiga sebanyak 5.690 KPM di enam kabupaten/kota dan tahap ke empat sebanyak 24.705 KPM di kabupaten/kota yang sama (Denpasar, Cirebon, Jember, Yogyakarta, Cilegon, dan Madiun). Tahun 2017 BTN mendapat alokasi program PKH sekitar 129.000 KPM dan program Bantuan Pangan Nontunai/Rasta sekitar 17.000 KPM di empat kabupaten/kota.

Investor Daily

Aris Cahyadi/ARS

Investor Daily

Redaksi

About the Author: Redaksi

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *