DPP REI 2016-2019 Teken Pakta Integritas

Ketua Umum DPP REI 2016-2019 Soelaeman Soemawinata (dua dari kiri), Sekretaris Jenderal DPP REI 2016-2019 Totok Lusida (dua dari kanan), Ketua Umum DPP REI 2013-2016 Eddy Hussy (kiri) dan Dirjen Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR Maurin Sitorus (kanan), berjabat tangan usai menandatangani pakta integritas saat pelantikan dan pengukuhan pengurus DPP REI 2016-2019 di Jakarta, Selasa (20/12). Sejumlah pengurus baru DPP REI dikukuhkan dan dilantik dan akan menjabat hingga 2019 mendatang. (investor daily/david)

JAKARTA – Jajaran pengurus DPP Real Estat Indonesia (REI) 2016-2019 meneken pakta integritas guna memuluskan target organisasi para pengembang properti itu, di Jakarta, Selasa (20/12). Di sisi lain, pengurus pusat juga mensinergikan pengembang daerah dengan perbankan.

“Kepengurusan yang dilantik Selasa (20/12) mencerminkan REI yang bersatu. Semua potensi terbaik dirangkul dan kami ajak ikut berperan aktif bersama-sama untuk membesarkan REI, kabinet kepengurusan ini adalah Kabinet REI Maju Bersama,” ujar Soelaeman ‘Eman’ Soemawinata, ketua umum DPP REI, dalam publikasinya, di Jakarta, Rabu (21/12).

Dia menjelaskan, pakta integritas adalah bentuk komitmen dan kesiapan seluruh jajaran pengurus untuk bekerja keras membawa REI menjadi organisasi yang lebih berwibawa. Selain itu, bermanfaat bagi anggota dan berperan lebih besar bagi bangsa dan negara.

Eman akan fokus pada tujuh pilar prioritas yakni pendidikan dan pelatihan, pembiayaan dan perbankan, pertanahan, perpajakan, infrastruktur, tata ruang serta hukum dan perizinan. Selain mendengarkan masukan para senior, Eman juga mengaku terus bekerjasama dengan seluruh stakeholder properti termasuk terus mendukung Program Sejuta Rumah (PSR) yang sedang digalakkan pemerintah.

Dia mengaku telah melakukan komunikasi dengan sejumlah menteri terkait antara lain Menteri PUPR, Menteri Agraria/Kepala BPN, dan Kementerian Dalam Negeri.

Menurut dia, didukung oleh Sekjen Totok Lusida, dirinya siap membantu mengatasi berbagai kendala pendanaan anggota di daerah terlebih pengembang rumah sederhana bersubsidi. Salah satu caranya adalah dengan mensinergikan bank daerah dengan bank nasional yang sudah memiliki pengalaman dalam penyaluran kredit di sektor properti.

Investor Daily

Edo Rusyanto/EDO

Investor Daily

Redaksi

About the Author: Redaksi

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *