Pasangan Cagub dan cawagub Basuki-Djarot, bersama musisi rap Iwa K (kanan), dan penyanyi Tompi (dua kiri) dalam kampanye di Rumah Lembang, Jakarta, 28 November 2016. (BeritaSatu Photo/Joanito De Saojoao)
Pasangan Cagub dan cawagub Basuki-Djarot, bersama musisi rap Iwa K (kanan), dan penyanyi Tompi (dua kiri) dalam kampanye di Rumah Lembang, Jakarta, 28 November 2016. (BeritaSatu Photo/Joanito De Saojoao)

Jakarta -Usai menyapa warga di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Calon Gubernur DKI Jakarta petahana, Basuki Tjahaja Purnama menggelar rapat bersama relawan dan tim suksesnya di tempat yang sama, Senin (5/12).

Dari rapat itu, katanya, salah satu yang harus dievaluasi adalah supaya saat ini dirinya harus lebih sering banyak mendengar daripada berbicara.

“Mereka kasih masukan. Jadi Ahok sekarang lebih banyak mendengar daripada ngomong,” ujarnya.

Selain itu, masukan yang diterimanya juga soal keberadaan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) yang memang dirancang supaya setiap keluarga bisa selalu harmonis. Relawan dan tim suksesnya menilai supaya RPTRA yang sudah banyak dibangun itu agar diangkat ke permukaan dan dijadikan salah satu program andalan saat berkampanye.

Apalagi, katanya, RPTRA saat ini selain untuk saling memperhatikan antar warga mulai dari balita hingga lansia, juga menjadi tempat mengembangkan kreativitas anak-anak muda dan keaktifan ibu-ibu di sekitar lingkungan pemukiman itu. Setiap RPTRA juga memiliki manajemen sendiri untuk kepengurusan dan perawatannya sehari-hari.

“Kami punya dua fokus, RPTRA di kampung-kampung dan pengembangan kreativitas anak-anak rusun. Mereka (relawan) usul, saya lakukan ini semua, tapi kok tidak pernah diangkat? Makanya banyak yang tidak tahu,” katanya.

Contohnya pengembangan kreativitas anak di rusun sudah terbukti dengan dikirimnya dua tahun berturut-turut anak-anak juara pertandingan Rusun Cup ke Spanyol. Selama ini, dirinya tidak mengangkat itu karena mengaku fokus bekerja dan tidak berpikir untuk bisa memamerkan hasil kerjanya itu.

“Mereka (relawan) bilang, ‘ini kan Bapak mau menang, kalau mau menang, semua yang Bapak kerja kan harus diangkat supaya orang tahu semua. Saya punya kelemahan itu, saya pikir, kerja ya kerja aja, mereka nasehatin,” pungkasnya.

Suara Pembaruan

Deti Mega Purnamasari/FMB

Suara Pembaruan