Unjuk Rasa Kasus Ahok, Polri: Sudah Tidak Relevan

Kombes Rikwanto (Istimewa)
Kombes Rikwanto (Istimewa)

Jakarta– Mabes Polri kembali angkat bicara soal rencana aksi unjuk rasa aksi bela Islam jilid III yang kabarnya direncanakan pada 25 November atau 2 Desember mendatang.

“Kembali kita tegaskan, Polri menghormati hak asasi manusia, menghormati demokrasi. Ada UU yang membolehkan, tapi unjuk rasa tidak boleh anarkis, tidak boleh merusak, tidak boleh aniaya, tidak boleh dzalim,” kata Karo Penmas Polri Kombes Pol Rikwanto di Mabes Polri Jumat (18/11).

Namun, Rikwanto mengingatkan, jika demo itu dikaitkan dengan demo jilid II pada 4 November lalu –yang tuntutannya proses hukum pada Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok–faktanya sekarang Ahok sudah diproses hukum.

“Prosesnya sedang berjalan dan kita buat secepatnya. Jadi kalau ada niat unjuk rasa lagi sesungguhhnya sudah tidak relevan. Jadi sebaiknya tidak usah unjuk rasa dan lebih baik kawal kasusnya sampai kepada berkas jadi dan kita kirim ke kejaksaan. Itu lebih baik dan lebih fokus dari pada kita unjuk rasa enggak jelas,” urainya.

Hingga hari ini, Rikwanto menambahkan sudah ada 16 saksi yang dimintai keterangan dalam tingkat penyidikan. Sebelumnya mereka ini sudah diperiksa saat kasus ini masih dalam tingkat penyelidikan.

“Sudah ada 16 saksi yang diperiksa dalam kaitan penyidikan. Kita akan kebut terus secepatnya, untuk bisa dijadikan berkas perkara. Untuk SPDP telah diserahkan ke kejaksaan. Jadi penyidik dikejar waktu untuk selesaikan berkas perkara pada kejaksaan,” lanjut Rikwanto.

Seperti diberitakan Ahok telah dijadikan tersangka dugaan penistaan agama sesuai pasal 156a KUHP dan dikenakan pencegahan untuk pergi ke luar negeri. Penyidik telah berjanji akan melengkapi berkas kasus ini selama tiga minggu.

Farouk Arnaz/PCN

BeritaSatu.com

Redaksi

About the Author: Redaksi

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *