Gudang Penyimpanan Harta Korban Dimas Kanjeng Dibuka

kanjeng

Makassar – Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan bersama anak dan kerabat almarhumah Hj Najmiah Muin, korban dari Dimas Kanjeng Taat Pribadi membuka gudang penyimpanan harta benda korban di Jalan Sunu blok K/10, Tallo, Makassar.

“Setelah laporan dari anak korban ke Polda Jawa Timur, kami yang mem-backup kasus ini datang ke sini bersama anak dan kerabatnya yang lain untuk membuka gudang penyimpanan dan mendatanya semua,” ujar Kapolda Sulsel Irjen Pol Anton Charliyan di Makassar, Selasa (4/10).

Dengan didampingi Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Rusdi Hartono dan Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Frans Barung Mangera, Kapolda menyaksikan langsung empat koper besar uang mata asing dan kepingan emas batang sebanyak satu peti itu.

Berdasarkan keterangan dari saksi yang salah satu anaknya Muh Nur Najmul Muin (40), korban almarhumah Hj Najmiah Muin itu mendapatkan keseluruhannya semua uang mata asing dan kepingan emas batangan sebanyak sembilan koper uang dan satu peti emas.

Bukan cuma uang dan peti berisikan emas batangan yang semuanya diduga palsu itu, korban juga diberikan beberapa benda-benda antik seperti keris dengan panjang sekitar satu meter dengan batang keris terlihat naga emas.

Kemudian keris besar lainnya berukuran setengah meter yang menurut dari Kanjeng Dimas itu didapatkannya dari alam ghaib dan merupakan milik dari Sultan Malaysia serta keris panjang milik salah satu Sunan Wali Songo.

Sedangkan mata uang asing sebanyak sembilan koper itu hanya tersisa empat koper karena lima koper diantaranya sejak awal sudah dikembalikan ke Probolinggo karena sudah dipastikan uang palsu.

“Uang itu katanya sejak tahun 2013 hingga awal 2016 dikirim melalui kontainer karena memang jumlahnya sangat banyak. Jadi semua barang-barang ini hanya dalam kurun waktu tiga tahun,” kata dia.

Kapolda mengaku semua uang, mustika berupa berlian, emas batangan, keris dan lainnya diduga palsu dan masih harus dibuktikan keasliannya dulu di laboratorium karena lima koper sebelumnya sudah dipastikan palsu.

Sebelumnya, Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim menerima secara langsung pelaporan Muh Nur Najmul Muin (anak Najmiah, korban Dimas) atas dugaan penipuan senilai Rp 202 miliar.

Najmul dengan didampingi Legislator DPR RI Akbar Faisal mendatangi Polda Jatim untuk mengusut tuntas perkara penipuan dalam modus penggandaan uang tersebut

/THM

ANTARA

Redaksi

About the Author: Redaksi

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *