Direktur Narkoba Polda Bali Dinilai Terbukti Salah Gunakan Wewenang

ilustrasi Polisi (berita satu)
ilustrasi Polisi (berita satu)

Denpasar – Karo Paminal Mabes Polri, Brigjen Polisi Anton Wahono, menjelaskan, Direktur Narkoba Polda Bali, Kombes Pol Frangky Parapat, sudah cukup bukti melakukan pelanggaran penyalahgunaan wewenang jabatan yang berkaitan dengan anggaran. Hal itu berdasarkan keterangan yang diperoleh penyidik terhadap anggota Diresnarkoba.

“Dari proses yang sudah kami lakukan, sudah cukup bukti bahwa kombes F melakukan pelanggaran penyalahgunaan wewenang jabatan yang berkaitan dengan anggaran. Itu melanggar etika kelembagaan, kepribadian dan kemasyarakatan,” ujarnya kepada wartawan di Ruang Diviaciata, Mapolda Bali, Denpasar, Rabu (21/9).

Brigjen Pol Anton mengaku mendapatkan informasi ini dari masyarakat. Ia menegaskan, pihaknya tidak pernah melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT).

“Yang saya garis bawahi disini adalah, kami tidak pernah melakukan operasi tangkap tangan. Hingga kini pemeriksaan masih berlangsung ” tegasnya.

Anton Wahono menyatakan, proses penyidikan atau pemeriksaan terkait dugaan pemerasan hingga pemotongan anggaran oleh Diresnarkoba Polda Bali, Kombes Pol Frangky Parapat masih berlangsung. Sejatinya proses pemeriksaan itu tidak dapat diungkap ke publik, namun karena permintaan Kapolda Bali Irjen Pol Sugeng Priyanto maka ada penyampaian sebatas yang bisa disebutkannya.

Karo Paminal itu tidak mengurai dengan detail apa saja pemeriksaan yang sudah dilakukan. “Hingga saat ini hanya ada 15 anggota yang kami periksa. Dan ini masih berjalan. Nanti pada waktunya, pasti akan diungkap oleh pihak atau yang berwenang di luar kami (Paminal Mabes Polri),” ucapnya.

Menurut dia, kasus ini ditindaklanjuti oleh pihaknya berdasarkan informasi masyarakat. Karena menyangkut hak sebagai prajurit Bhayangkara, maka harus ada pembuktian yang cukup. Pendek kata, cukup alat bukti dalam satu laporan, kalau tidak bisa membuktikan, itu yang membuat kesusahan karena akan ada hukuman sosial terhadap yang bersangkutan.

“Kalau terkena hukuman sosial dan belum bisa dibuktikan itu yang berat. Karena, hukuman sosial paling berat,” tegasnya.‎

Seperti diketahui, Kombes Polisi Franky sendiri diduga melakukan sejumlah pemerasan hingga meminta sebuah mobil Fortuner kepada seorang tersangka WN Belanda. Namun, atas hal ini, Karo Paminal Anton enggan menyebut apa yang diperiksa terhadap yang bersangkutan.

“Nantilah. Kami tidak bisa menyebutkan hal itu. Itu bukan wewenang kami menyampaikan bersalahnya apa dan akan seperti apa. Kami hanya memeriksa. Bukan kami menututp-nutupi. Tapi, memang sebenarnya apa yang menjadi penyidikan sifatnya rahasia. Hanya saja yang kami tekankan, jika seorang anggota Polri bersalah. Apakah itu pelanggaran kode etik atau pidana, kita tidak tebang pilih,” tandasnya.

Kapolda Bali, Inspektur Jenderal Polisi Sugeng Priyanto menyatakan, ada 15 anggota Ditresnarkoba Polda Bali yang diperiksa terkait informasi yang menyebutkan adanya penyalahgunaan anggaran dan penanganan kasus yang tidak sesuai prosedur oleh.

Pemeriksaan sendiri dilakukan oleh Pengawas Internal (Paminal) Mabes Polri dan menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menutup-nutupi pemeriksaan yang melibatkan pejabat utama itu.

Suara Pembaruan

I Nyoman Mardika/FER

Suara Pembaruan

Redaksi

About the Author: Redaksi

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *