Kepri Bisa Penuhi Kebutuhan Pangan Sendiri

 

LINGGA -(BT)-Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Gubernur H.Nurdin Basirun, Bupati Lingga dan Aster KSAD Brigjen TNI Budi langsung menyemai bibit padi sesaat setelah sampai di areal persawahan Bukit Langkap, Kabupaten Lingga, Rabu (7/9/2016) siang. Penyemaian Padi Perdana ini dilakukan dalam rangka Cetak Sawah di Wilayah Kabupaten Lingga. Target sawah yang dicetak hingga tahun depan seluas 5.000 hektar.

Selain di Bukit Langkap, Menteri, Gubernur dan Bupati serta Aster KSAD juga menyaksikan penaburan benih dan peresmian Monumen Agropolitan di Sungai Besar kabupaten Lingga. Amran begitu bahagia melihat kegiatan cetak sawah di Kabupaten Lingga ini.

Alias Wello, Bupati Lingga yang cuma menargetkan 3.000 hektare, ditantang Menteri untuk menuntaskannya hingga 5.000 hektare. Hingga Desember tahun ini, Kementerian Pertanian mengalokasikan hingga 2.000 hektare untuk cetak sawah di Kabupaten Lingga. Enam bulan berikutnya, tepat pada tahun anggaran 2017, ditambah lagi 2.000 hektare.

 

Menteri Pertanian melihat potensi Lingga cukup menjanjikan karena bisa dikembangkan sesuai dengan apa yang diharapkan. Dalam kesempatan itu, Amran menyerahkan bantuan traktor, mesin pompa air, bibit padi untuk 1.000 hektare serta bibit jagung. Saking antusiasnya, bantuan yang semua dua unit dijadikan 20 unit. Sepuluh untuk Bukit Langkap dan sepuluh untuk Sungai Besar. Malah Menteri berkeinginan untuk menghadiri panen ribuan hektare padi-padi organik ini. Karena Amran berharap Kepri bisa memenuhi kebutuhan pangan sendiri pada tahun hadapan dan tahun tahun berikutnya.

“Kalau didatangkan dari luar, biaya angkut yang makin tinggi nantinya menjadi beban masyarakat juga,” kata Amran. Amran menekankan agar Lingga fokus dengan sawahnya. Kalau ingin yang lain, boleh juga tapi jangan terlalu luas. Seperti hanya menambah 100 hektare untuk jagung.

 

Dalam pada itu, Gubernur Nurdin pun antusias melihat Lingga memfokuskan diri pada sektor pertanian, perikanan dan peternakan. Nurdin memang ingin tiap kabupaten di Kepri menfokuskan pada keunggulan masing-masing.

“Dengan fokus dan peduli, hasilnya Insya Allah akan lebih baik. Seperti Lingga dengan pertaniannya ini,” kata Nurdin yang pernah ikut panen perdana padi di Lingga beberapa waktu lalu. Nurdin bersyukur jika beras di Kepri dapat dipasok lebih besar dari Lingga. Sepanjang tahun, Kepri membutuhkan lebih dari 180 ribu ton beras yang saat ini dipasok dari berbagai wilayah di Indonesia serta luar negeri.

“Selesai penuhi kebutuhan Kepri, bisa untuk ekspor ke Singapura dan Malaysia,” timpal Menteri Amran. Nurdin pun bermimpi bagaimana ke depan, persoalan pangan di Singapura dan Malaysia bisa diselesaikan dari tanah-tanah di Kepri yang subur ini. Tentu produksi yang dihasilkan dengan kualitas yang memenuhi standar negara luar.

Nurdin berterima kasih atas kehadiran Menteri Pertanian ke Bunda Tanah Melayu Daik Lingga. Karena, untuk tiba di Daik, harus menempuh perjalanan 4 jam melalui laut dari Telaga Punggur Batam. Setelah itu dilanjutkan dengan perjalanan darat lebih dari satu jam ke Bukit Langkap dan ke Sungai Besar.

Bagi Nurdin inilah konetiviti hati, antara mimpi masyarakat Lingga dengan Menteri Amran. Mimpi Lingga untuk menjadi lumbung beras Kepri, disambut Menteri hingga jauh-jauh pergi ke Lingga. Nurdin mengajak masyarakat Lingga untuk bersyukur dan menjawab tantangan Menteri yang sudah mengalokasikan anggaran untuk beribu-ribu hektare pencetakan sawah di Lingga.

“Bersyukur dengan cara merawat dan menjadikan sawah sawah ini meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Nurdin.

Sementara itu, Bupati Lingga Alias Wello berterima kasih atas dukungan Menteri dan Gubernur Kepri. Targetnya yang semula hanya 3.000 hektare namun “ditantang” Menteri menjadi 5.000 hektare disambut Alias Wello dengan haru.(Ade/Humas)

Redaksi

About the Author: Redaksi

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *