Buruh memikul gula asal Thailand yang diturunkan dari kapal Fery BRR NAD-Nias di pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, 25 Juni 2015 (Antara/Ampelsa)
Buruh memikul gula asal Thailand yang diturunkan dari kapal Fery BRR NAD-Nias di pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, 25 Juni 2015 (Antara/Ampelsa)

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman segera menghentikan impor gula. Presiden Jokowi mengatakan sampai saat ini, Indonesia masih mengimpor gula sebanyak 3,47 juta ton per tahun.

“Impor-impor ini sudah harus segera kita hentikan dalam waktu tiga hingga empat tahun. Harus produksi sendiri, harus tanam sendiri,” kata Presiden Jokowi pada sosialisasi Undang Undang Amnesti Pajak di Jakarta International Expo (JIEX), Senin (1/8).

Dia mengatakan, kemandirian gula harus segera diwujudkan dengan cara membangun pabrik gula dan memperluas lahan untuk menanam tebu. Sebab, setiap tahun Indonesia membutuhkan sebanyak 5,67 juta ton gula. Jumlah itu, lanjutnya, harus dipenuhi dari produksi dalam negeri.

“Konsumsi gula pada tahun 2015 sebanyak 5,67 juta ton,” katanya.

Selain itu, kata Presiden Jokowi, pemerintah juga terus berupaya untuk meningkatkan produksi jagung di dalam negeri agar dapat menghentikan impor jagung, yang kini mencapai 3,2 juta ton per tahun.

“Kita negara besar seperti ini masih impor jagung. Kebangetan.Tanam jagung berapa bulan sih, tiga-empat bulan sudah bisa dipanen. Minta lahan, saya sarankan kalau bisa, misalnya gula, tebu, jagung, itu inti plasma rakyat diajak sehingga semuanya nanti mendapatkan income, pendapatan,” katanya.

Investor Daily

Novy Lumanauw/PCN

Investor Daily