Basuki Tjahaja Purnama. (Antara/Reno Esnir)
Basuki Tjahaja Purnama. (Antara/Reno Esnir)

Jakarta– Basuki Tjahaja Purnama masih merupakan bakal calon gubernur (cagub) paling kuat di Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta tahun 2017 mendatang. Hal tersebut merupakan hasil dari survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dilaksanakan pada 24-29 Juni 2016 terhadap 820 orang responden dengan total responden yang berhasil dianalisis sebanyak 646 orang.

Peneliti dari SMRC, Sirojudin Abbas, mengatakan, hingga survei dilaksanakan belum ada satu pun partai politik yang secara definitif mengajukan calonnya untuk maju menjadi penantang Basuki selaku petahana. Kendati beberapa nama tokoh telah mengemuka tetapi Basuki masih belum mendapatkan lawan seimbang.

“Selisih elektabilitasnya dengan saingan terdekatnya di survei ini masih jauh, yakni di atas 30 persen,” ujar Abbas di Kantor SMRC, Jalan Cisadane Nomor 8, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (21/7).

Dalam hasil survei, di simulasi terbuka, kata Abbas, secara spontan mayoritas belum menyebutkan pilihannya, tetapi ada sebanyak 36,6 persen memilih Basuki di mana jumlah tersebut cukup jauh di atas penantang Basuki, Yusril Ihza Mahendra yang hanya mendapat 2,8 persen, Sandiaga Uno sebesar 2,1 persen, sedangkan calon lainnya berada di bawah satu persen.

Kemudian dalam simulasi terbuka, di mana responden diberikan daftar nama 22 calon untuk dipilih dan boleh memilih nama lainnya di luar daftar. Dari simulasi tersebut juga Basuki tetap mendapat jumlah paling tinggi, yakni 53,4 persen, disusul oleh Yusril Ihza Mahendra sebanyak 10,4 persen, Tri Rismaharini sebanyak 5,7 persen, dan Sandiaga Uno sebesar 5,1 persen.

“Kemudian untuk alasan memilih, mayoritas mereka memilih pilihan sudah ada hasil kerjanya sebanyak 38 persen, kemudian memilih orangnya tegas atau berwibawa sebesar 15 persen, dan berpengalaman di pemerintahan sebesar 8,4 persen,” ujarnya.

Suara Pembaruan

Deti Mega Purnamasari/PCN

Suara Pembaruan