Bartender Sebut 2 Koktail Pesanan Jessica Mengandung Alkohol Tinggi

Terdakwa kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin, Jessica Kumala Wongso (kedua kiri) menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jakarta. (Antara/Rivan Awal Lingga)
Terdakwa kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin, Jessica Kumala Wongso (kedua kiri) menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jakarta. (Antara/Rivan Awal Lingga)

Jakarta- Jaksa Penuntut Umum (JPU), menghadirkan saksi Yohanes selaku bartender Kafe Olivier, dalam sidang lanjutan kasus kopi beracun, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, hari ini. Dalam kesaksiannya, Yohanes menuturkan Jessica memesan satu Es Kopi Vietnam dan dua koktail berkadar alkohol tinggi.

Hal itu terungkap, ketika saksi Yohanes menjawab pertanyaan JPU, terkait apa itu istilah spirit dalam minuman berakohol. Menurutnya, spirit itu merupakan minuman yang mengandung alkohol di atas 40 persen.

“Spirit itu di atas 40 persen. Kadar alkoholnya tinggi. Minuman Old Fashioned dan Sazerac (pesanan Jessica) masuk dalam kategori spirit,” ujar Yohanes, di PN Jakarta Pusat, Jalan Bungur Besar Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (21/7).

Selanjutnya, JPU kembali bertanya, saksi Agus Triyono sempat memberi keterangan kalau Old Fashioned dan Sazerac merupakan jenis minuman gantleman. Apa maksudnya?

Gentleman koktail itu biasanya dipesan cowok. Kalau cewek jarang pesan karena kadar alkoholnya tinggi. Old Fashioned pakai Whisky, Sazerac juga pakai Whisky,” ungkap Yohanes.

Sementara itu, hakim anggota Binsar Gultom bertanya apakah minuman dengan kadar alkohol 40 persen dapat memabukan.

“Bisa Pak. Kalau berlebihan bisa memabukan,” ucap Yohanes yang mengaku sudah menjadi bartender selama lima tahun itu.

Menyoal apakah saksi memasukan alkohol sesuai atau lebih dari standarnya, Yohanes menyampaikan, sesuai dengan takarannya. “Tidak Pak. Itu sudah sesuai dengan takarannya,” jelasnya.

Binsar menuturkan, pertanyaan itu untuk menjelaskan apakah ketika Jessica meminum koktail itu menyebabkan dia kurang sadar.

“Apakah terjadinya penaburan racun sianida kepada kopi itu, akibat didahului minum koktail. Ini pertanyaan untuk kita ungkap,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Binsar juga menanyakan apakah Yohanes memiliki masalah dengan karyawan lain atau pimpinannya di Kafe Olivier.

“Tidak ada masalah dengan karyawan lain, tidak dengan pimpinan. Biasa saja Pak,” jawab Yohanes.

Bayu Marhaenjati/PCN

BeritaSatu.com

Redaksi

About the Author: Redaksi

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *